Lifestyle

Transformasi Aadil Baig: Turunkan 52 Kg dalam 10 Bulan Meski Menghadapi Nyeri Kronis

Aadil Baig, seorang pria berusia 41 tahun dari London, berhasil menurunkan berat badan sebanyak 52 kilogram dalam waktu kurang dari 10 bulan, meskipun mengalami nyeri pinggul kronis yang mengganggu ak...

M
Muhammad Rizki Ramadhan
21 July 2026 63 pembaca
Transformasi Aadil Baig: Turunkan 52 Kg dalam 10 Bulan Meski Menghadapi Nyeri Kronis
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Aadil Baig, seorang pria berusia 41 tahun asal London, Inggris, menghadapi perjalanan yang penuh tantangan dalam menurunkan berat badan. Setelah sebelumnya berhasil mengurangi sekitar 32 kilogram, ia mengalami kenaikan berat badan kembali akibat nyeri pinggul kronis yang menyulitkannya untuk berolahraga. Namun, Aadil berhasil menurunkan sekitar 52 kilogram dalam waktu kurang dari 10 bulan dengan menjalani program penurunan berat badan yang lebih terstruktur.

Sebelum mencapai keberhasilan ini, Aadil pernah bergabung dengan pusat kebugaran Ultimate Performance dan berhasil menurunkan berat badan sekitar 32 kilogram dalam tujuh bulan. Namun, delapan tahun lalu, ia mengalami nyeri pinggul yang cukup parah, yang mengharuskannya menjalani operasi besar pada Februari 2020. Sayangnya, operasi tersebut tidak memberikan perbaikan pada kondisinya.

Kondisi Kesehatan yang Menantang

Aadil juga menghadapi berbagai masalah kesehatan lainnya, termasuk penyakit degeneratif pada cakram tulang belakang, gangguan lambung, masalah ligamen, serta robekan pada plantar fascia. Semua kondisi ini menyebabkan penurunan energi yang signifikan dan membatasi aktivitas fisiknya.

Setelah berat badannya kembali naik akibat perubahan pola makan yang tidak teratur, Aadil menyadari pentingnya mengubah kebiasaan makannya. Ia mengaku kehilangan kendali atas porsi makanan dan seringkali memesan makanan tinggi kalori. Dalam sehari, ia bisa memesan makanan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam, serta mengonsumsi camilan tanpa henti. Akibatnya, berat badan yang telah berhasil ia turunkan kembali meningkat. Dokter kemudian menjelaskan bahwa penurunan berat badan dapat mengurangi tekanan pada pinggulnya, yang memotivasi Aadil untuk kembali menjalani program penurunan berat badan.

Strategi Penurunan Berat Badan

Kembali ke Ultimate Performance, Aadil memulai program latihan yang disesuaikan dengan kondisi kesehatannya. Dengan berat badan awal sekitar 118 kilogram, ia fokus pada latihan kekuatan intensitas tinggi tiga kali seminggu, yang dilakukan setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Setiap sesi latihan disesuaikan agar tidak memperburuk masalah pada pinggul, punggung, dan lututnya.

Dari segi pola makan, Aadil mengutamakan asupan tinggi protein, termasuk ayam tanpa lemak, udang, nasi, dan sayuran. Ia menyadari bahwa protein penting untuk menjaga rasa kenyang dan mempertahankan massa otot selama proses penurunan lemak. Aadil juga membatasi asupan karbohidrat dan lemak, serta menjaga defisit kalori. Menu makannya cenderung sederhana dan berulang, termasuk beberapa kali mengonsumsi protein shake setiap hari.

Dalam perjalanan penurunan berat badan ini, Aadil menyadari bahwa konsistensi adalah kunci. Meskipun ada hari-hari ketika ia merasa lelah, lapar, atau stres, ia tetap berusaha mengikuti rencana yang telah dibuatnya. Kesabaran juga menjadi bagian penting dari proses ini, meskipun ia mengalami masa-masa ketika timbangan tidak menunjukkan perubahan signifikan.

Akhirnya, Aadil berhasil menurunkan sekitar 52 kilogram dalam waktu kurang dari 10 bulan, dengan berat badan saat ini sekitar 66 kilogram. Setelah mencapai tujuannya, Aadil tidak berhenti di situ. Ia kini berencana untuk membangun massa otot sambil mempertahankan tubuh yang lebih ramping. Bagi Aadil, perjalanan ini bukan hanya tentang penurunan berat badan, tetapi juga tentang menemukan kembali kepercayaan diri dan kemampuan untuk bangkit meskipun harus menghadapi tantangan kesehatan yang terus ada.

Artikel Terkait