Teknologi

Transaksi Saham Trump Sebelum Kebijakan Antariksa Baru

Presiden AS Donald Trump melaporkan lebih dari 500 transaksi sekuritas pada Agustus 2026, termasuk pembelian saham Meta dan investasi di SpaceX. Hal ini terjadi hanya dua hari sebelum penandatanganan...

D
Daniel Kristianto
10 October 2026 61 pembaca
Foto: REUTERS/Nathan Howard
Foto: REUTERS/Nathan Howard

Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengungkapkan laporan keuangan yang menunjukkan lebih dari 500 transaksi sekuritas yang dilakukan pada Agustus 2026. Dalam laporan tersebut, terdapat pembelian saham Meta yang mencapai nilai hingga USD 25 juta (sekitar Rp 390 miliar) serta investasi dalam surat utang SpaceX yang bernilai hingga USD 5 juta. Transaksi ini terjadi hanya dua hari sebelum Trump menandatangani kebijakan nasional yang bertujuan untuk memperluas industri transportasi antariksa komersial di AS.

Analisis yang dilakukan CNBC terhadap dokumen keterbukaan keuangan setebal 18 halaman menunjukkan bahwa Trump melakukan total 517 transaksi jual-beli sepanjang Agustus, dengan estimasi nilai total berkisar antara USD 74,3 juta hingga USD 273,3 juta.

Pembelian Saham dan Kebijakan Antariksa

Salah satu transaksi yang menarik perhatian adalah pembelian instrumen utang dari perusahaan antariksa milik Elon Musk. Pada 18 Agustus, akun investasi Trump membeli surat utang senior tanpa jaminan yang diterbitkan oleh SpaceX dengan nilai antara USD 1 juta hingga USD 5 juta, yang memiliki tingkat kupon 5,35% dan jatuh tempo pada Juli 2031. Dua hari setelah transaksi tersebut, tepatnya pada 20 Agustus, Trump menandatangani dokumen National Security Presidential Memorandum (NSPM-17) yang berisi kebijakan transportasi antariksa nasional. Kebijakan ini menargetkan dukungan untuk lebih dari 1.000 peluncuran dan misi kembali roket komersial setiap tahun pada tahun 2030, dengan SpaceX sebagai kontraktor utama bagi Pentagon dan NASA.

Aktivitas Perdagangan yang Tinggi

Laporan keuangan tersebut juga menunjukkan aktivitas perdagangan yang sangat aktif dalam portofolio investasi Trump selama bulan Agustus. Transaksi terbesar terjadi pada 21 Agustus, di mana Trump membeli saham Meta Platforms dengan nilai antara USD 5 juta hingga USD 25 juta. Pada hari yang sama, ia juga membeli saham dari perusahaan-perusahaan seperti AT&T, ConocoPhillips, Abbott Laboratories, Netflix, dan Chevron.

Selain itu, Trump juga mencatatkan pembelian saham Microsoft, McDonald's, Comcast, serta saham dari perusahaan pengolahan daging Tyson Foods pada 26 Agustus, yang bertepatan dengan penandatanganan proklamasi perluasan kuota impor daging sapi berbiaya masuk rendah. Di sisi penjualan, Trump melepas sebagian sahamnya di Advanced Micro Devices (AMD), Church & Dwight, serta saham senilai hingga USD 1 juta di Boeing, Home Depot, T-Mobile, Datadog, Dell Technologies, Palo Alto Networks, dan Nvidia.

Isu mengenai potensi konflik kepentingan muncul akibat tumpang tindih antara portofolio investasi pribadi Trump dan kebijakan eksekutif yang diambilnya. Menanggapi hal ini, Gedung Putih menegaskan bahwa Trump tidak terlibat langsung dalam pengambilan keputusan terkait transaksi saham tersebut. Juru Bicara Gedung Putih, Davis Ingle, menyatakan bahwa "Portofolio investasi dikelola secara independen melalui discretionary accounts dan model keputusan berbasis komputer, tanpa ada kemampuan bagi Presiden Trump maupun keluarganya untuk memengaruhi keputusan investasi." Berbeda dengan presiden AS sebelumnya yang biasanya melepas kepemilikan saham individu atau menempatkan aset mereka dalam blind trust, strategi perdagangan aktif dengan frekuensi tinggi menjadi ciri khas periode kedua pemerintahan Trump, di mana laporan tahunan 2025 miliknya mencatatkan lebih dari 21.000 transaksi saham di delapan akun investasi.

Artikel Terkait