Merawat kebaya antik tidak dapat dilakukan sembarangan seperti pakaian sehari-hari. Bahan yang telah berusia puluhan tahun memerlukan perlakuan yang lebih hati-hati agar kain, warna, dan detail jahitannya tetap terjaga. Rumi Siddharta, seorang kreatif direktor yang juga mendalami sejarah dan budaya, menjelaskan bahwa perhatian khusus sangat penting, terutama saat mencuci dan menyimpan kebaya antik.
Cara Mencuci Kebaya Antik dengan Benar
Ketika mencuci kebaya antik, sangat penting untuk tidak mengucek kain dengan keras. Rumi menyarankan agar pemilik membersihkan kebaya dengan perlahan dan lembut. “Kalau mau dicuci, pakainya itu kayak sabun anak-anak, sampo bayi. Terus jangan dikucek. Nanti tidak bisa kembali seperti semula. Bersihkannya itu secara halus, kucok pelan,” ujarnya saat ditemui di Surakarta.
Pemilik juga disarankan untuk menggunakan air dingin saat mencuci, karena ini merupakan bagian dari perawatan yang lebih hati-hati untuk menjaga kondisi kain yang sudah tua. Kebaya antik tidak boleh diperlakukan seperti pakaian biasa yang bisa dicuci dengan cara umum.
Proses Pengeringan yang Tepat
Setelah dicuci, proses pengeringan kebaya antik juga harus dilakukan dengan benar. Rumi mengingatkan agar kebaya tidak dijemur di bawah sinar matahari yang terik, karena paparan langsung dapat membuat warna kain memudar. “Kalau dijemur, jangan benar di bawah matahari super terik. Takutnya nanti malah jadi warnanya pudar,” katanya. Sebaiknya, kebaya diletakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik dan tidak terkena sinar matahari langsung, cukup diangin-anginkan hingga kering.
Tips Menyetrika dan Menyimpan Kebaya Antik
Setelah kering, kebaya mungkin perlu disetrika agar terlihat rapi. Namun, Rumi menyarankan untuk tidak langsung menempelkan setrika pada permukaan kebaya antik. Gunakan kain tipis sebagai pelapis sebelum menyetrika. “Jangan langsung setrika di atas kainnya. Tapi dilapisi dulu dengan kain tipis tersebut. Baru disetrika di atas kain tipis,” jelasnya. Cara ini membantu mengurangi kontak langsung antara setrika dan kain kebaya.
Perawatan kebaya antik juga meliputi cara penyimpanan yang tepat. Rumi merekomendasikan penggunaan lemari berbahan kayu jati untuk menyimpan koleksi kebaya. Jika menggunakan tempat penyimpanan tertutup, menambahkan silica gel dapat membantu menjaga kondisi tetap kering. Kebaya harus dijauhkan dari cahaya langsung dan debu. Untuk penyimpanan yang lebih profesional, penggunaan kertas Jepang atau kertas bebas asam serta kardus berbahan bebas asam sangat dianjurkan. Pastikan kebaya benar-benar kering sebelum dibungkus dan disimpan. Jika tidak memiliki bahan penyimpanan tersebut, baking paper bisa menjadi alternatif, yang perlu diganti secara berkala.
Melindungi Kebaya dari Serangga
Kebaya antik yang disimpan dalam waktu lama juga perlu dilindungi dari kemungkinan gangguan serangga. Rumi menyarankan penggunaan cara tradisional untuk membantu mengusir serangga, selain menjaga tempat penyimpanan tetap kering.
Dengan perawatan yang tepat, kebaya antik tidak hanya dapat digunakan kembali, tetapi juga tetap terjaga sebagai bagian dari warisan budaya yang menyimpan cerita keluarga dan perkembangan busana dari masa ke masa. Bagi pemilik kebaya warisan, kehati-hatian dalam mencuci, mengeringkan, menyetrika, dan menyimpan sangat penting agar pakaian tersebut tidak cepat rusak.