Kesehatan

Tiga Kebiasaan Penting untuk Mempertahankan Kesehatan Otak di Usia Tua

Menjaga kesehatan otak menjadi semakin krusial seiring bertambahnya usia, dengan beberapa kebiasaan yang dapat membantu mempertahankan fungsi kognitif.

D
Danendra Surya
12 September 2026 3 pembaca
Tiga Kebiasaan Penting untuk Mempertahankan Kesehatan Otak di Usia Tua
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Seiring bertambahnya usia, menjaga kesehatan otak menjadi semakin penting. Penurunan kemampuan kognitif dapat mempengaruhi berbagai aspek seperti daya ingat, konsentrasi, dan pemikiran, serta dapat menjadi salah satu penyebab awal demensia di masa depan. Penelitian terbaru mengungkapkan beberapa faktor kesehatan yang berhubungan dengan fungsi kognitif pada orang dewasa paruh baya dan lanjut usia.

Dari berbagai faktor yang diteliti, aktivitas fisik dan kadar gula darah merupakan dua elemen yang paling signifikan dalam mempertahankan fungsi otak seiring waktu.

1. Rutin Melakukan Aktivitas Fisik

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Alzheimer’s & Dementia, 402 orang dewasa paruh baya dan lanjut usia yang tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan kognitif saat penelitian dimulai menjadi subjek penelitian. Para peneliti mengevaluasi kesehatan jantung peserta dengan menggunakan tujuh indikator dari American Heart Association, yang mencakup pola makan, aktivitas fisik, penggunaan tembakau, kadar gula darah, tekanan darah, kolesterol total, dan indeks massa tubuh. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa aktivitas fisik menjadi salah satu faktor terkuat yang berhubungan dengan fungsi kognitif. Pada peserta keturunan Meksiko-Amerika, tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi berhubungan dengan penurunan kognitif yang lebih lambat.

Gill Livingston, seorang profesor di Division of Psychiatry University College London, menjelaskan bahwa aktivitas fisik berkontribusi terhadap aliran darah dan oksigen ke otak. “Berpikir membutuhkan bahan bakar, dan bahan bakar otak Anda adalah glukosa dan oksigen,” ungkap Livingston. “Olahraga juga mengantarkan oksigen ke otak dan melindungi pembuluh darah,” tambahnya. Orang dewasa disarankan untuk melakukan setidaknya 150 menit aktivitas dengan intensitas sedang atau 75 menit aktivitas berat setiap minggu. Namun, Livingston menekankan bahwa tidak perlu langsung melakukan olahraga berat; aktivitas sederhana seperti berjalan kaki atau yoga bisa menjadi langkah awal yang baik.

2. Menjaga Kadar Gula Darah

Selain aktivitas fisik, kadar gula darah juga merupakan faktor penting yang berhubungan dengan fungsi kognitif. Pada peserta kulit putih non-Hispanik, kadar gula darah yang sehat dikaitkan dengan penurunan kognitif yang lebih lambat. Livingston menekankan pentingnya menjaga kadar glukosa karena otak memerlukan energi untuk berfungsi dengan baik. “Jika glukosa Anda terlalu rendah, ada kemungkinan terjadi kerusakan pada sel saraf otak, dan jika glukosa terlalu tinggi, itu dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah sehingga aliran darah ke otak berkurang,” jelasnya.

Pemeriksaan kadar gula darah menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan. “Penting untuk melakukan pemeriksaan karena Anda tidak dapat mengetahui sendiri bagaimana kadar gula darah Anda,” kata Livingston. Tanda-tanda yang menunjukkan masalah pada kadar glukosa termasuk frekuensi buang air kecil yang meningkat, rasa haus yang berlebihan, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah tinggi atau diabetes, Livingston menyarankan untuk mengikuti anjuran tenaga kesehatan, yang mungkin meliputi perubahan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, atau penggunaan obat.

3. Memperhatikan Kesehatan Pembuluh Darah

Meskipun penelitian ini menekankan aktivitas fisik dan kadar gula darah, kesehatan otak harus dijaga secara menyeluruh. David S. Knopman, seorang profesor neurologi di Mayo Clinic, menyatakan bahwa ada faktor kesehatan pembuluh darah lain yang perlu diperhatikan. “Bukan hanya aktivitas fisik dan pengendalian gula darah pada usia paruh baya yang berhubungan dengan risiko demensia di kemudian hari,” kata Knopman. “Keseluruhan ukuran kesehatan pembuluh darah mencakup mengendalikan tekanan darah tinggi dan kadar lemak darah yang tinggi, memiliki pola makan yang baik, menghindari rokok, serta menangani obesitas dan sleep apnea obstruktif,” tambahnya.

Para peneliti juga mengingatkan bahwa studi ini hanya melibatkan orang dewasa keturunan Meksiko-Amerika dan kulit putih non-Hispanik, sehingga hasilnya belum tentu berlaku untuk semua kelompok. Oleh karena itu, menerapkan kebiasaan sehat sejak usia paruh baya dapat menjadi langkah penting untuk mendukung kesehatan jantung dan otak seiring bertambahnya usia, meskipun tidak ada jaminan seseorang akan terhindar dari penurunan kognitif atau demensia.

Artikel Terkait