Teknologi

Teknik Nudge di Balik Tombol 'Next': Ancaman Tersembunyi bagi Anak-Anak

Selasa, 07 April 2026, 21:41 WIB 5 views 2 menit baca
Teknik Nudge di Balik Tombol 'Next': Ancaman Tersembunyi bagi Anak-Anak
Bagikan:

Teknik nudge yang digunakan dalam banyak aplikasi digital, terutama tombol 'Next', memicu perhatian khusus dari para ahli. Mereka berpendapat bahwa desain ini dapat berdampak negatif, terutama pada anak-anak yang rentan terhadap pengaruh teknologi. Menurut para pakar, penting untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsekuensi dari penggunaan elemen desain ini.

Ketika ditanya mengenai dampak tombol 'Next', Dr. Anisa, seorang psikolog anak, menjelaskan, “Tombol ini dirancang untuk menarik perhatian pengguna dan mendorong perilaku berulang. Anak-anak yang terpapar pada desain semacam ini dapat tanpa sadar terjebak dalam siklus konsumsi konten yang berlebihan.” Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan elemen desain yang tampaknya sepele dapat mempengaruhi kebiasaan dan cara berpikir anak-anak.

Lebih lanjut, Dr. Anisa menekankan bahwa penggunaan teknik nudge ini tidak hanya berlaku pada media sosial, tetapi juga pada aplikasi belajar dan platform permainan. "Anak-anak sering kali tidak menyadari bahwa proses pengguliran dan mengklik 'Next' dapat menimbulkan perilaku impulsif. Mereka cenderung merasa tertekan untuk menyelesaikan satu misi ke misi berikutnya, tanpa memberi mereka waktu untuk merenungkan atau beristirahat," ujarnya.

Penggunaan tombol 'Next' juga berpotensi memicu ketergantungan. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terus-menerus berinteraksi dengan aplikasi yang menggunakan teknik ini cenderung mengalami kesulitan dalam memfokuskan perhatian mereka dalam kegiatan lain. “Mereka menjadi terbiasa dengan instant gratification, sehingga sulit untuk menikmati aktivitas yang membutuhkan konsentrasi dan waktu lebih," tambah Dr. Anisa.

Pihak pengembang aplikasi juga dituntut untuk lebih bertanggung jawab dalam hal ini. Seorang perwakilan dari asosiasi pengembang perangkat lunak, Bapak Rudi, mengatakan, “Kami menyadari bahwa desain aplikasi kami dapat mempengaruhi perilaku pengguna, terutama anak-anak. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk menerapkan fitur pengingat dan batasan waktu penggunaan.”

Dengan pemahaman tersebut, penting bagi orang tua untuk lebih waspada terhadap konten yang diakses oleh anak-anak mereka. Membuat pengaturan waktu dan mendiskusikan konten yang dikonsumsi dapat menjadi langkah awal yang baik. “Orang tua harus aktif terlibat dalam apa yang dilihat dan dilakukan anak-anak mereka di media digital. Dengan cara ini, kita bisa mengurangi risiko yang mungkin ditimbulkan oleh teknik nudge,” tutup Dr. Anisa.

Ke depan, diskusi mengenai regulasi penggunaan teknik nudge ini diharapkan dapat dilakukan secara lebih luas. Hal ini demi melindungi anak-anak dari potensi bahaya yang ditimbulkan oleh penggunaan teknologi yang semakin berkembang pesat.

L

Penulis

Luthfi Zaki Maulana

Penulis di Filter Berita

Berita Terkait