Hubungan yang dekat antara dua orang tidak selalu berarti adanya komitmen yang jelas. Terkadang, meskipun mereka sering menghabiskan waktu bersama dan saling menunjukkan kasih sayang, status hubungan mereka tetap tidak terdefinisi. Situasi ini dikenal sebagai situationship, yaitu hubungan romantis yang tidak memiliki kejelasan baik dalam status maupun komitmen. Bagi sebagian individu, hubungan ini menawarkan kebebasan, tetapi bagi mereka yang menginginkan hubungan yang lebih serius, ketidakpastian ini dapat menyebabkan kebingungan dan tekanan emosional.
Psikolog klinis dan profesor di Yeshiva University, Sabrina Romanoff, PsyD, menjelaskan bahwa situationship memberikan kesempatan bagi seseorang untuk menikmati kedekatan romantis sembari mempertahankan kebebasan seperti saat masih lajang.
Tanda-Tanda Terjebak Situationship
Berikut adalah beberapa tanda yang dapat membantu kamu mengenali apakah kamu terjebak dalam situationship:
1. Tidak ada kejelasan status hubungan
Kedua pihak mungkin saling dekat dan menyukai satu sama lain, tetapi belum pernah mendiskusikan apakah mereka berpacaran atau hanya menjalin kedekatan tanpa komitmen. Ekspektasi dan batasan hubungan juga tidak jelas.
2. Komunikasi tidak konsisten
Pasangan mungkin sangat aktif berkomunikasi pada satu waktu, tetapi kemudian sulit dihubungi tanpa penjelasan. Romanoff menyatakan bahwa ketidakkonsistenan ini merupakan salah satu ciri khas dari situationship.
3. Tidak membicarakan masa depan
Hubungan berlangsung dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya tanpa adanya rencana bersama. Diskusi mengenai arah hubungan atau komitmen jangka panjang cenderung tidak pernah terjadi.
4. Kedekatan emosional terasa dangkal
Meskipun sering menghabiskan waktu bersama, hal ini tidak selalu mencerminkan kedekatan emosional yang mendalam. Kamu mungkin jarang berbagi perasaan atau pengalaman pribadi dengan pasangan.
5. Pertemuan bergantung pada kenyamanan
Pertemuan sering terjadi secara spontan ketika kedua pihak memiliki waktu luang, tanpa adanya usaha yang konsisten untuk meluangkan waktu atau memprioritaskan satu sama lain.
6. Tidak ada kesepakatan mengenai eksklusivitas
Kedua pihak belum membahas apakah mereka hanya menjalin kedekatan satu sama lain atau masih terbuka untuk bertemu orang lain. Hal ini dapat menyebabkan harapan mengenai kesetiaan dan batasan hubungan yang berbeda.
7. Perhatian hanya terasa ketika bertemu
Pasangan mungkin bersikap romantis saat bersama, tetapi kurang inisiatif untuk menjaga komunikasi ketika terpisah. Ini dapat membuat kamu kesulitan memahami posisi dirimu dalam hubungan tersebut.
Dampak Situationship terhadap Kesehatan Mental
Situationship tidak selalu berpengaruh negatif selama kedua pihak memahami dan sepakat dengan bentuk hubungan yang ada. Namun, masalah dapat muncul ketika salah satu pihak menginginkan hubungan yang lebih serius, sementara pihak lainnya tidak bersedia memberikan komitmen yang sama. Romanoff menjelaskan bahwa dampak emosional dapat lebih terasa bagi pihak yang mengharapkan hubungan yang lebih serius. Seseorang bisa mulai mengaitkan harga dirinya dengan upaya mendapatkan penerimaan dari pasangan. Ketidakpastian yang terus-menerus juga dapat menimbulkan stres, terutama ketika seseorang berharap hubungan akan berkembang tanpa mengetahui apakah pasangannya memiliki keinginan yang sama.
Cara Menyikapi Situationship
Jika kamu sedang berada dalam situationship, langkah pertama adalah memahami kebutuhan dan harapan dirimu sendiri. Tanyakan pada diri sendiri apakah kamu benar-benar nyaman dengan hubungan tanpa komitmen atau sebenarnya menginginkan hubungan yang lebih jelas. Romanoff menyarankan agar seseorang jujur mengenai perasaannya dan menyampaikan keinginan secara terbuka. Jika kamu menginginkan hubungan yang lebih serius, bicarakan hal tersebut dengan pasangan daripada terus menunggu perubahan tanpa kepastian. Percakapan ini penting untuk membantu kedua pihak mengetahui apakah mereka memiliki tujuan yang sama. Jika harapan ternyata berbeda, pertimbangkan apakah hubungan tersebut masih sesuai dengan kebutuhan emosionalmu. Sebaliknya, jika keduanya nyaman dengan hubungan tanpa komitmen, penting untuk membahas batasan dan ekspektasi sejak awal.