Kesehatan

Strategi Mengatasi Stres Bekerja dari Kamar Kos yang Sempit

Kebijakan bekerja dari rumah bagi ASN memberikan fleksibilitas, tetapi dapat menimbulkan stres, terutama bagi mereka yang tinggal di kamar kos sempit. Psikolog memberikan beberapa tips untuk mengelola...

Y
Yusuf Ahmad Pratama
07 May 2026 12 pembaca
Strategi Mengatasi Stres Bekerja dari Kamar Kos yang Sempit
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Kebijakan bekerja dari rumah atau WFH yang diterapkan pada hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menawarkan kenyamanan, namun tidak selalu berjalan sesuai harapan bagi semua pegawai. Terdapat perbedaan fasilitas yang memengaruhi kenyamanan saat bekerja. Beberapa pegawai mungkin memiliki rumah yang luas dengan ruang kerja pribadi, sedangkan banyak pekerja muda lainnya harus menyelesaikan tugas dari kamar indekos yang terbatas. Bagi ASN yang tinggal di kos, keterbatasan ruang menjadi tantangan nyata, karena berbagai aktivitas seperti menyelesaikan laporan, makan siang, hingga tidur malam dilakukan dalam satu ruang yang sama.

Psikolog Klinis, Clement Eko Prasetio, M.Psi., menjelaskan bahwa ukuran ruangan yang kecil dapat berdampak pada kesehatan mental pegawai. "Ruang sempit di kos-kosan memang bisa berdampak juga pada tingkat stres dan burnout ya, karena pandangan kita tuh juga 'menyempit'," ungkap Clement saat dihubungi.

Pengaruh Ruangan Kecil Terhadap Kesehatan Mental

Kondisi ruangan yang kecil dan tertutup dapat memengaruhi cara kerja otak, terutama ketika menghadapi tumpukan pekerjaan. Saat beban kerja meningkat dan memicu emosi negatif, pandangan yang terhalang dinding di dalam kos membuat pikiran menjadi lebih sempit. Hal ini menyebabkan kita lebih fokus pada masalah kecil dan kesulitan dalam melihat gambaran yang lebih luas. "Kalau lagi stres tuh, otak kita juga akan cenderung lebih menyempit 'vision'-nya, jadi hanya melihat hal-hal secara terlalu detail," jelas Clement.

Walaupun ukuran ruangan bukanlah satu-satunya penyebab kelelahan mental saat WFH, kondisi fisik yang kurang ideal di dalam kos dapat memperburuk stres yang sudah ada. "Meskipun bukan kosan sempit sebagai faktor utama penyebab dari burnout ya, biasanya hanya memperburuk kondisi saja, apalagi kalau kosannya panas," tambahnya.

Menentukan Ruang Kerja dan Pentingnya Transisi

Agar pekerjaan tetap selesai tanpa mengorbankan kesehatan mental, penting untuk menetapkan batasan di dalam kos. Meskipun tidak memiliki ruang kerja khusus, usahakan untuk memisahkan area kerja dari area istirahat. Caranya adalah dengan menentukan satu titik spesifik yang hanya digunakan saat jam kerja. "Kita di kos-kosan pun ada sudut ruangan tertentu lah ya yang bisa kita taruh meja. Ya udah di situ aja untuk kita kerja," kata Clement.

Menempatkan meja kecil di salah satu sudut kamar dan duduk di sana saat jam kerja dapat membantu otak memahami bahwa posisi tersebut adalah tempat untuk bekerja secara profesional. "Kita perlu mengasosiasikan suatu benda atau suatu lokasi tertentu di ruangan kita dengan bekerja sebenarnya," jelasnya.

Setelah jam kerja selesai, penting untuk melakukan transisi. Banyak pegawai langsung berbaring di kasur setelah menutup laptop, padahal tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk memproses bahwa tanggung jawab WFH telah selesai. "Awalnya kita berada di sudut kiri ruangan kita dengan meja itu, berarti transisinya pindah tempat aja ke sudut ruangan yang lain sambil buka HP," imbau Clement.

Jika merasa jenuh di ruangan yang sama, keluar sejenak dari area kos untuk mendapatkan udara segar atau melihat jalanan dapat membantu memperluas pandangan yang terbatas. Proses relaksasi sederhana ini sangat berguna untuk mengurangi ketegangan sebelum kembali ke rutinitas pribadi di malam hari.

Artikel Terkait