Kesehatan

Sebanyak 41 Persen Dewasa Mengalami Dehidrasi karena Sering Lupa Minum

Aktivitas yang padat sering kali membuat orang lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, yang dapat berakibat pada dehidrasi. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 41 persen orang dewasa mengalami ma...

T
Theresia Agatha Lestari
25 June 2026 24 pembaca
Sebanyak 41 Persen Dewasa Mengalami Dehidrasi karena Sering Lupa Minum
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

JAKARTA - Dalam kesibukan sehari-hari, kebutuhan tubuh akan cairan sering kali terabaikan. Banyak individu yang menunda untuk minum air dengan alasan terlalu fokus pada pekerjaan, sedang melakukan aktivitas, atau hanya karena lupa. Kebiasaan yang tampak sepele ini ternyata dapat mempengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan asupan cairan setiap hari untuk mendukung berbagai fungsi tubuh, mulai dari metabolisme hingga kemampuan berkonsentrasi.

Menunggu Rasa Haus Sebagai Tanda Dehidrasi

Joshua Gunawan, yang menjabat sebagai Head of RTD Beverage WINGS Food, menjelaskan bahwa masih banyak orang yang mengandalkan rasa haus sebagai indikator untuk minum. Padahal, kondisi ini tidak selalu mencerminkan kebutuhan cairan tubuh yang sebenarnya. “Hidrasi tubuh ini sering itu suka dilupakan, karena orang biasa menunggu haus dulu. Padahal kalau sudah merasa haus, itu tandanya tubuh sudah dehidrasi yang sedang,” ungkap Joshua dalam acara Media Gathering Hari Hidrasi Nasional AQUVIVA di Jakarta Selatan.

Menurut Joshua, tubuh sebenarnya telah memberikan berbagai sinyal sebelum rasa haus muncul. Oleh karena itu, menunggu hingga merasa haus untuk mulai minum bukanlah kebiasaan yang baik jika ingin menjaga keseimbangan cairan tubuh. Ia menambahkan bahwa banyak orang masih menunda untuk minum meskipun hal ini seharusnya tidak dilakukan. “Ketika tubuh belum merasa haus, itu bisa jadi tanda dehidrasi ringan juga,” ujarnya. Gaya hidup yang serba cepat juga berkontribusi pada kebiasaan ini, di mana kesibukan sering kali membuat orang lupa untuk minum cukup air setiap hari.

Dehidrasi Masih Umum Terjadi di Kalangan Dewasa

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Cut Hafiah, Sp.GK, menyatakan bahwa dehidrasi merupakan masalah yang cukup umum di masyarakat, termasuk di kalangan orang dewasa yang tampak sehat dan aktif. “Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa ada sekitar 41 persen wanita maupun pria dewasa yang mengalami dehidrasi, salah satunya karena sering lupa minum,” ujar dr. Cut. Temuan ini menunjukkan bahwa kekurangan cairan tidak hanya dialami oleh mereka yang melakukan aktivitas fisik berat atau berolahraga dalam waktu lama. Dalam kehidupan sehari-hari, risiko dehidrasi juga dapat muncul akibat kebiasaan sederhana seperti menunda minum atau lupa untuk mengonsumsi air.

Lebih lanjut, dr. Cut menekankan bahwa kebutuhan cairan tetap harus dipenuhi meskipun seseorang lebih banyak beraktivitas di dalam rumah. Anggapan bahwa tubuh tidak memerlukan banyak cairan ketika tidak berkeringat atau tidak berolahraga adalah pandangan yang kurang tepat. “Bahkan jika hanya beraktivitas di rumah saja, butuh juga butuh cairan meskipun aktivitasnya tidak berat, seperti bekerja di kantor atau olahraga,” jelasnya.

Kecukupan cairan memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar menghilangkan rasa haus. Air dibutuhkan oleh hampir seluruh sistem tubuh untuk menjalankan fungsinya secara optimal. Proses metabolisme, kesehatan saluran cerna, hingga kondisi kulit sangat bergantung pada kecukupan cairan. Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan air yang memadai, berbagai fungsi tersebut dapat terganggu.

“Metabolisme tubuh, saluran cerna, hingga kulit itu butuh hidrasi. Kecukupan cairan dalam tubuh juga sangat dibutuhkan untuk menunjang otak untuk berpikir dan lebih fokus,” pungkas dr. Cut. Langkah sederhana seperti menyediakan air minum di meja kerja, membawa air minum saat beraktivitas, atau membuat pengingat untuk minum dapat membantu mencegah dehidrasi yang sering kali tidak disadari.

Artikel Terkait