Lifestyle

Risiko Olahraga Saat Perut Kosong yang Perlu Diketahui

Olahraga dalam keadaan perut kosong banyak diminati karena diyakini dapat meningkatkan pembakaran lemak. Namun, para ahli gizi memperingatkan bahwa metode ini tidak selalu efektif untuk penurunan bera...

N
Nathania Gabriella Wardani
27 July 2026 27 pembaca
Risiko Olahraga Saat Perut Kosong yang Perlu Diketahui
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Berolahraga dengan perut kosong, atau yang dikenal dengan istilah fasted workout, sering dipromosikan di media sosial karena dianggap mampu membakar lemak lebih efektif dan membantu menurunkan berat badan. Namun, para ahli gizi menyatakan bahwa melakukan olahraga sebelum makan tidak selalu menjamin pengurangan lemak tubuh yang lebih signifikan dalam jangka panjang.

Fenomena ini menjadi perhatian karena dianggap sebagai metode sederhana untuk mencapai hasil yang lebih cepat. Menurut penjelasan dari seorang ahli gizi, bukti yang mendukung klaim bahwa berolahraga dalam keadaan puasa dapat memberikan manfaat penurunan berat badan yang lebih besar masih sangat terbatas. Olahraga dalam kondisi berpuasa memang dapat meningkatkan pembakaran lemak selama aktivitas fisik, karena kadar insulin yang lebih rendah memungkinkan tubuh menggunakan lemak yang tersimpan sebagai sumber energi.

Efektivitas Olahraga dengan Perut Kosong

Namun, hal ini tidak serta merta berarti bahwa penurunan berat badan akan lebih signifikan. Seorang ahli gizi menegaskan bahwa belum ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa olahraga dengan perut kosong menghasilkan penurunan berat badan yang lebih besar dibandingkan dengan olahraga setelah makan. Ia menambahkan bahwa hasil penurunan berat badan cenderung serupa jika asupan kalori dan aktivitas olahraga secara keseluruhan setara.

Olahraga setelah makan dapat memberikan energi yang lebih baik untuk aktivitas fisik, yang pada gilirannya dapat mendukung pembakaran kalori yang lebih banyak serta pembentukan otot. Meskipun berolahraga dalam keadaan puasa mungkin memiliki beberapa manfaat metabolik, seperti peningkatan sensitivitas insulin, kualitas makanan yang dikonsumsi, jumlah asupan, dan konsistensi dalam berolahraga tetap menjadi faktor utama dalam pengelolaan berat badan.

Pertimbangan Sebelum Berolahraga dengan Perut Kosong

Walaupun olahraga dengan perut kosong dapat meningkatkan pembakaran lemak, tidak semua jenis latihan cocok dilakukan dalam kondisi tersebut. Jika seseorang ingin mencoba berolahraga tanpa makan sebelumnya, penting untuk mempertimbangkan jenis latihan, waktu, dan kondisi tubuh. Untuk aktivitas ringan seperti berjalan santai atau yoga, berolahraga tanpa makan mungkin tidak menjadi masalah jika tubuh merasa nyaman.

Namun, untuk latihan yang lebih intens seperti angkat beban, HIIT, atau lari, disarankan untuk makan terlebih dahulu. Seorang ahli gizi menggambarkan asupan makanan sebelum berolahraga sebagai bahan bakar untuk perjalanan. Jika hanya berolahraga ringan, mungkin tidak perlu banyak energi, tetapi untuk aktivitas yang lebih berat, memulai dengan perut kosong bukanlah pilihan yang bijak.

Ahli gizi juga mengingatkan bahwa berolahraga dengan perut kosong dapat berisiko bagi beberapa kelompok, seperti mereka yang menggunakan insulin, ibu hamil, atau individu dengan riwayat gula darah rendah. Jika mengalami gejala seperti pusing, gemetar, atau merasa lemas, disarankan untuk segera berhenti dan mengisi kembali energi dengan karbohidrat yang cepat diserap. Penting untuk memberi waktu bagi tubuh untuk pulih sebelum melanjutkan aktivitas fisik.

Dengan memahami risiko dan manfaat dari olahraga dalam keadaan perut kosong, individu dapat membuat keputusan yang lebih baik mengenai rutinitas kebugaran mereka.

Artikel Terkait