News

Risiko Kuota Tanpa Masa Berlaku dan Sistem Rollover dalam Sidang MK

Operator seluler memperingatkan bahwa penerapan kuota internet tanpa masa berlaku dan fitur rollover dapat menimbulkan masalah serius bagi industri telekomunikasi. Peringatan ini disampaikan dalam sid...

M
Maria Gabriella
04 May 2026 17 pembaca
Risiko Kuota Tanpa Masa Berlaku dan Sistem Rollover dalam Sidang MK
Sumber gambar: nasional.kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) yang berlangsung pada Senin (4/5/2026), operator seluler mengingatkan bahwa skema kuota internet tanpa masa berlaku dan penerapan penuh fitur rollover dapat menciptakan tantangan besar bagi industri telekomunikasi. Peringatan ini disampaikan oleh Chief Marketing Officer Smartfren XL Smart, Sukaca Purwokardjono, dalam konteks uji materi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.

Sukaca menjelaskan bahwa meskipun model kuota berbasis volume tanpa batas waktu secara teoritis mungkin dilakukan, dalam praktiknya akan menghadapi tantangan signifikan terkait pengelolaan kapasitas jaringan dan kualitas layanan. Ia juga menyoroti skema rollover, yang memungkinkan sisa kuota untuk digunakan di periode berikutnya dengan syarat tertentu, seperti memperpanjang paket. Namun, ia mengingatkan bahwa penerapan skema ini secara menyeluruh akan menimbulkan berbagai masalah besar bagi industri.

Lebih lanjut, Sukaca menegaskan bahwa operator tidak mendapatkan keuntungan dari sisa kuota yang tidak terpakai oleh pelanggan. Ia menyatakan bahwa XL Smart tidak memperoleh pendapatan tambahan dari kuota yang tidak digunakan setelah masa berlaku berakhir. Operator juga memastikan bahwa mereka telah menyediakan informasi layanan yang transparan kepada pelanggan, termasuk mengenai besaran kuota dan masa berlaku paket.

Ia menjelaskan bahwa setiap produk selalu mencantumkan informasi mengenai kuota dan masa berlaku, serta memberikan notifikasi kepada pelanggan saat paket dibeli. Selain itu, operator menegaskan bahwa sisa kuota yang tidak terpakai bukan dialihkan ke pihak lain, melainkan berakhir karena sudah digunakan atau masa berlaku layanan telah habis.

Sukaca juga membandingkan layanan internet dengan listrik, menyatakan bahwa listrik merupakan komoditas energi yang tidak memiliki dimensi waktu, sedangkan layanan telekomunikasi sangat bergantung pada kapasitas jaringan yang digunakan secara bersamaan. Dengan demikian, tantangan yang dihadapi oleh industri telekomunikasi terkait kuota dan masa aktif menjadi semakin kompleks.

Ke depan, operator seluler akan terus berupaya memberikan informasi yang jelas kepada pelanggan mengenai layanan yang mereka tawarkan, serta mencari solusi untuk mengatasi tantangan yang mungkin timbul dari penerapan skema kuota tanpa masa berlaku dan sistem rollover.

Artikel Terkait