Kesehatan

Risiko Infeksi Mata Akibat Menggunakan Lensa Kontak Saat Mandi

Menggunakan lensa kontak saat mandi dapat meningkatkan risiko infeksi mata yang serius, bahkan berpotensi menyebabkan kebutaan. Penting untuk memahami bahaya ini dan cara menjaga kesehatan mata.

D
Daniel Kristianto
20 October 2026 56 pembaca
Ilustrasi lensa kontak, ilustrasi softlens.(Magnific)
Ilustrasi lensa kontak, ilustrasi softlens.(Magnific)

Sering kali, orang-orang lupa atau terbiasa mengenakan lensa kontak saat mandi. Kebiasaan ini sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi mata yang serius, yang dapat mengakibatkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan. Ketika air mengenai lensa kontak, mikroorganisme dapat masuk ke dalam mata.

Walaupun kasus infeksi yang berujung pada kebutaan tergolong jarang, risiko ini tetap harus diwaspadai. Salah satu mikroorganisme yang patut diperhatikan adalah Acanthamoeba, organisme mikroskopis yang dapat menyebabkan infeksi serius pada kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata.

Pentingnya Melepas Lensa Kontak Sebelum Mandi

Dokter mata Jorge Agi, profesor di University of South Florida dan kepala bagian oftalmologi di Tampa General Hospital, menjelaskan bahwa air yang mengenai mata saat seseorang memakai lensa kontak dapat membawa mikroorganisme berbahaya. Ia menekankan bahwa mandi dengan lensa kontak meningkatkan risiko paparan mikroorganisme yang hidup di dalam air, termasuk Acanthamoeba.

Dokter mata Daniel Brocks, yang juga kepala medis di BostonSight, menambahkan bahwa infeksi Acanthamoeba keratitis (AK) merupakan infeksi parasit langka yang menyerang kornea dan dapat mengancam penglihatan. “Ketika air yang terkontaminasi terperangkap di bawah lensa kontak dan berada di permukaan kornea, terutama jika kornea sudah mengalami kerusakan, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi serius,” ujarnya.

Infeksi tersebut dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat dan memerlukan waktu pengobatan yang lama. Dalam beberapa kasus, pasien berisiko mengalami kehilangan penglihatan secara permanen. Dokter mata Benjamin Lin dari Texas Retina Associates menambahkan bahwa infeksi Acanthamoeba keratitis sulit diobati karena organisme ini dapat membentuk kista yang bertahan dalam keadaan tidak aktif selama waktu tertentu. Selain itu, air yang mengenai lensa kontak juga dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri Pseudomonas.

Risiko dari Aktivitas Lain yang Melibatkan Air

Risiko paparan mikroorganisme tidak hanya terjadi saat mandi dengan lensa kontak. Aktivitas lain seperti berenang di kolam renang, danau, sungai, laut, atau berendam di bak mandi air panas juga harus diperhatikan. Agi menyarankan agar pengguna lensa kontak melepasnya sebelum mata terpapar air. “Saran paling sederhana yang saya berikan kepada pasien adalah lensa kontak dan air tidak boleh bercampur. Ini termasuk air shower, meskipun terlihat sangat bersih,” jelasnya.

Air yang tampak jernih belum tentu bebas dari mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi. Oleh karena itu, pengguna lensa kontak sebaiknya tidak menganggap air keran atau air mandi aman untuk bersentuhan langsung dengan lensa. Bagi mereka yang memerlukan bantuan penglihatan saat berenang, Agi merekomendasikan penggunaan kacamata renang dengan lensa sesuai resep.

Selain menghindari paparan air, pengguna lensa kontak juga perlu memperhatikan kebersihan dan cara pemakaian yang benar. Brocks menegaskan bahwa tidur dengan lensa kontak, termasuk saat tidur sebentar, tidak disarankan karena dapat meningkatkan risiko infeksi serius yang berpotensi merusak penglihatan secara permanen. Pengguna juga harus mencuci dan mengeringkan tangan secara menyeluruh sebelum menyentuh atau memasang lensa kontak untuk mencegah perpindahan kuman ke mata.

Pengguna lensa kontak juga harus menghindari penggunaan lensa yang telah melewati masa pakainya. Memperpanjang penggunaan lensa melebihi waktu yang dianjurkan dapat meningkatkan risiko peradangan dan infeksi bakteri.

Agi menyatakan bahwa lensa kontak pada dasarnya aman jika digunakan dengan benar. Namun, pengguna harus ingat bahwa lensa kontak adalah perangkat medis yang bersentuhan langsung dengan permukaan mata, sehingga kebersihannya harus dijaga. Jika mengalami gejala seperti mata merah, nyeri, sensitivitas terhadap cahaya, atau penglihatan kabur setelah mata terpapar air saat memakai lensa kontak, segera periksakan diri ke dokter mata. Penanganan dini diperlukan untuk mengurangi risiko kerusakan kornea dan gangguan penglihatan permanen.

Artikel Terkait