Lifestyle

Rahasia Pola Makan Sehat Cristiano Ronaldo: Tanpa Gula dan Tepung

Cristiano Ronaldo, setelah perpisahan emosional di Piala Dunia, menunjukkan daya tahan luar biasa di usia 41 tahun berkat disiplin tinggi dalam pola makannya. Mantan koki pribadinya mengungkapkan bahw...

A
Aisyah Nur Hidayah
07 July 2026 73 pembaca
Rahasia Pola Makan Sehat Cristiano Ronaldo: Tanpa Gula dan Tepung
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Cristiano Ronaldo resmi mengakhiri perjalanan di Piala Dunia setelah tim nasional Portugal mengalami kekalahan 0-1 dari Spanyol di babak 16 besar yang berlangsung di Stadion Dallas pada Selasa (7/7/2026) dini hari waktu Indonesia. Di balik perpisahan yang penuh emosi tersebut, daya tahan fisik pemain berusia 41 tahun ini berhasil memukau banyak orang. Performa luar biasa yang ditunjukkan di lapangan bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kedisiplinan yang dijaga selama bertahun-tahun.

Pola Makan yang Sederhana dan Sehat

Banyak yang beranggapan bahwa kunci keberhasilan Ronaldo terletak pada teknologi canggih, nutrisi yang rumit, atau program diet yang tidak biasa. Namun, mantan koki pribadi Ronaldo saat bermain di Juventus, Giorgio Barone, menjelaskan bahwa rahasia di balik stamina sang bintang sangat sederhana. "Mari kita hilangkan mitos bahwa pesepak bola memakan hal-hal khusus. Mereka makan hal-hal yang sangat sederhana namun baik dan sehat," ungkap Barone.

Barone menjelaskan bahwa makanan Ronaldo tidak semahal yang dibayangkan banyak orang. "Makanannya cukup normal jadi dia tidak makan barang-barang yang sangat mahal. Dia makan hal-hal normal seperti orang normal," tambahnya. Asupan utama Ronaldo terdiri dari alpukat, telur, beras hitam atau merah, ayam, dan ikan. "Tidak, Ronaldo tidak memiliki target protein harian. Kamu tidak mengukur makanan, protein, karbohidrat, atau semacamnya. Dia makan banyak karena dia banyak berlatih," jelas Barone.

Disiplin yang Tak Tergoyahkan

Meskipun makanan yang dikonsumsi Ronaldo tergolong biasa, pola pikirnya sangat berbeda dari kebanyakan atlet. Ia menolak budaya cheat day yang sering dilakukan oleh banyak orang. Ronaldo juga tidak pernah mengonsumsi makanan sembarangan saat libur kompetisi. "Disiplinnya benar-benar unik. Saya telah bekerja dengan banyak pemain, bahkan pemenang Piala Dunia. Mereka makan dengan baik, tetapi terkadang mereka memiliki sesuatu yang sedikit sembrono. Mereka tidak memiliki disiplin seperti yang dimiliki Cristiano," sebut Barone.

Barone menegaskan bahwa Ronaldo tidak mengonsumsi makanan cepat saji, bahkan saat liburan, dan ia juga menghindari gula, termasuk dalam kopi. Selain itu, Ronaldo sangat memperhatikan jadwal makannya. "Cristiano makan sangat awal di malam hari karena tidak tidur nyenyak dengan perut penuh. Itu adalah hal terburuk yang bisa terjadi," papar Barone.

Umumnya, atlet akan mengonsumsi karbohidrat sebelum pertandingan untuk persiapan tenaga. Namun, Ronaldo memilih untuk tidak makan sebelum pertandingan. "Cristiano tidak makan sebelum pertandingan. Dia biasanya bersama tim. Dengan Cristiano, saya tidak butuh ahli gizi. Dia tahu apa yang harus dilakukan," tambah Barone.

Barone, yang berasal dari Italia, mengungkapkan bahwa meskipun ia terbiasa dengan makanan berbahan gandum, hidangan olahan tepung dilarang di dapur Ronaldo. "Jika dia membutuhkan karbohidrat, dia akan mendapatkannya melalui sayuran, jadi tidak membutuhkan apa pun yang terbuat dari tepung. Tidak ada yang seperti pasta, roti, dan jenis makanan lainnya," jelasnya. Ronaldo juga sangat menghindari saus kemasan karena mengandung kalori dan lemak tambahan.

Artikel Terkait