Lifestyle

Rahasia Diet Lionel Messi Menjelang Final Piala Dunia 2026

Lionel Messi, kapten Timnas Argentina, bersiap memimpin timnya menghadapi Spanyol di final Piala Dunia 2026. Di usia 39 tahun, Messi tetap menunjukkan performa luar biasa berkat pola makan dan kebugar...

B
Bayu Triatma
19 July 2026 69 pembaca
Rahasia Diet Lionel Messi Menjelang Final Piala Dunia 2026
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Kapten Tim Nasional Argentina, Lionel Messi, tengah bersiap untuk memimpin negaranya melawan tim kuat Spanyol pada final Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB. Meskipun telah berusia 39 tahun, Messi terus memukau jutaan penggemar dengan kebugaran, kelincahan, dan staminanya yang tampak tak pernah pudar di lapangan. Kebugaran fisiknya ini tentunya tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui disiplin latihan dan pola makan yang terjaga.

Pada awal kariernya, Messi sering mengonsumsi cokelat dan minuman bersoda yang membuatnya merasa tidak nyaman saat bertanding. Namun, setelah Piala Dunia 2014, ia melakukan perubahan signifikan dalam pola makannya. "Dia menyingkirkan makanan olahan dan menggantinya dengan makanan kaya vitamin, biji-bijian, sayuran, ikan, dan minyak zaitun. Perubahan yang kami lakukan telah memungkinkannya berlatih dengan intensitas yang lebih besar," jelas ahli gizinya, Giuliano Poser.

Pola Makan Sehat yang Diterapkan

Menu harian Messi sangat dipengaruhi oleh arahan ketat dari Poser, yang berfokus pada lima bahan dasar sesuai dengan gaya diet Mediterania. Kelima fondasi tersebut adalah air putih, minyak zaitun, biji-bijian utuh, buah-buahan segar, dan sayuran segar. Pemilihan bahan organik yang bebas dari pestisida juga sangat ditekankan untuk menghindari masalah pencernaan, mendukung pemulihan sel, serta memperpanjang karier atletiknya.

Di sisi lain, ada beberapa pantangan yang harus dihindari Messi. Poser mencoret asupan gula dari dietnya karena dianggap merusak pemulihan massa otot. Tepung olahan juga dibatasi karena sulit dicerna oleh tubuh. Selain itu, konsumsi daging merah yang biasanya tinggi juga dipangkas untuk meringankan beban kerja organ pencernaan. "Jumlah daging yang biasanya dimakan oleh orang Argentina dan Uruguay terlalu banyak. Gula adalah hal terburuk bagi otot. Semakin jauh dia dari gula, semakin baik," ungkap Poser.

Strategi Penyajian Makanan

Pendekatan nutrisi yang diterapkan Messi tidak hanya berfokus pada jenis makanan, tetapi juga cara dan urutan penyajiannya. Ahli gizi Ismael Galancho, yang juga bekerja dengan Messi, menerapkan trik psikologis dengan menyajikan makanan di piring yang lebih berat agar otak merasa lebih kenyang. Ia juga menyarankan Messi untuk mengonsumsi sayuran atau sumber protein terlebih dahulu sebelum karbohidrat untuk mengontrol lonjakan gula darah.

Untuk minuman, Messi setia pada yerba mate, teh tradisional Amerika Selatan yang kaya antioksidan dan membantu mengurangi kelelahan serta menjaga kestabilan kolesterol. "Saya suka mate yang panas dan pahit. Dulu saya meminumnya manis, tapi sekarang saya terbiasa dengan rasa pahit," ujar Messi.

Meskipun dietnya sangat teratur, Messi tetap sesekali menikmati hidangan favoritnya. Salah satu makanan berat kesukaannya adalah ayam panggang rumahan yang dipadukan dengan bumbu sederhana. Ia juga menyukai hidangan khas Argentina seperti bistik sapi panggang. Meskipun pizza dulunya menjadi favorit setelah pertandingan, kini porsinya harus sangat dibatasi.

Untuk memenuhi hasratnya terhadap makanan manis, Messi mengaku sulit menolak cokelat, es krim, dan selai susu karamel. "Saya suka apa pun yang manis. Saya berusaha untuk tidak makan terlalu banyak, tapi saya menyukainya," tutup Messi.

Artikel Terkait