Kesehatan

RAC Luncurkan Koleksi Pakaian Olahraga Terinspirasi Musik

Recreational Athletes Club (RAC) memperkenalkan koleksi activewear yang menggabungkan elemen olahraga dan musik, terinspirasi dari lagu-lagu Raisa dan Bernadya. Peluncuran koleksi ini berlangsung di T...

A
Aisyah Nur Hidayah
22 October 2026 58 pembaca
Koleksi activewear perdana Recreational Athletes Club (RAC) yang diluncurkan di Toko Tuku Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).(Dok. RAC)
Koleksi activewear perdana Recreational Athletes Club (RAC) yang diluncurkan di Toko Tuku Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).(Dok. RAC)

Pakaian olahraga kini menjadi sarana untuk mengekspresikan minat di luar aktivitas fisik, termasuk kecintaan terhadap musik. Hal ini diusung oleh Recreational Athletes Club (RAC), lini activewear yang merupakan bagian dari JUNE Active Studio di bawah naungan JUNI Goods, melalui koleksi pakaian yang memadukan unsur musik dengan gaya sehari-hari. Koleksi perdana RAC menampilkan desain yang terinspirasi dari lagu-lagu Raisa dan Bernadya, serta jersey yang mendukung berbagai aktivitas olahraga.

Adry Boim, CEO JUNI Records dan pendiri JUNE Active Studio, menjelaskan bahwa RAC lahir dari pengamatannya terhadap perubahan gaya hidup di kalangan pekerja kreatif yang mulai rutin berolahraga. Ia mencatat bahwa ide untuk RAC muncul ketika melihat rekan-rekannya terlibat dalam berbagai kegiatan olahraga, seperti lari, tenis, pingpong, dan bersepeda. “Saya ingin bikin gimana caranya dari musik saya infuse ke sports,” ungkap Boim saat peluncuran RAC di TUKU Cipete, Jakarta Selatan, pada Rabu (21/10/2026).

Koleksi Activewear yang Menggugah

Dalam koleksi ini, inspirasi musik dituangkan pada kaus yang merujuk pada lagu-lagu Bernadya dan Raisa. Salah satu desain menampilkan wajah Bernadya di tengah lingkaran yang menyerupai tampilan jam, dikelilingi oleh angka dan garis-garis. Warna biru kehijauan pada detail angka dan garis berpadu dengan dasar kaus abu-abu, terinspirasi dari lagu Bernadya berjudul “Lawan Waktu dan Jarak”. Sementara itu, lagu Raisa “LDR” diinterpretasikan menjadi tulisan “Long Distance Runner”, yang mengaitkan tema hubungan jarak jauh dengan aktivitas lari.

Koleksi ini juga dilengkapi dengan slogan “9 to 5 athlete” dan “powered by monthly salary” untuk menggambarkan individu yang tetap berolahraga di tengah kesibukan pekerjaan. “Ini konsepnya buat kita-kita semua yang juggling dan struggling sama pekerjaan, tapi juga tetap pengen punya lifestyle yang positif,” kata Boim. Kaus grafis dalam koleksi ini dibanderol mulai dari Rp 495 ribu, dengan harga produk lainnya bervariasi tergantung pada jenis dan model kaus yang dipilih.

Inovasi Bahan dan Kolaborasi

Selain kaus grafis, RAC juga menghadirkan jersey yang terbuat dari bahan honeycomb yang dirancang untuk memberikan kenyamanan saat berolahraga. Boim menjelaskan bahwa pilihan bahan ini berasal dari pengalamannya saat bersepeda dan keinginannya untuk memiliki jersey yang nyaman digunakan. “Saya pengin deh punya jersey yang honeycomb. Karena saya juga sepedahan, menurut saya jersey yang enak, yang breathable, itu bikin kita lebih nyaman lagi,” tuturnya.

Dalam proses pengembangan koleksi ini, RAC bekerja sama dengan GUDS Bali yang didirikan oleh Vino Tamaela. Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya RAC untuk menyediakan pakaian olahraga yang sesuai dengan kebutuhan orang-orang aktif tanpa harus berfokus pada target atlet profesional. RAC juga berkolaborasi dengan Tuku untuk menyediakan ruang bagi komunitas olahraga untuk berkumpul.

Adystra Bimo, pendiri Running Rage dan Jakarta Running Festival, menambahkan bahwa perkembangan kegiatan lari didukung oleh komunitas, merek, dan tempat berkumpul yang memfasilitasi aktivitas bersama. “Dan itu sebenarnya didukung juga sama komunitas-komunitas yang bermunculan. Sama brand-brand juga yang bisa memberikan wadah untuk beraktualisasi. Sama juga third space, misalnya kayak Tuku yang mewadahi teman-teman komunitas itu untuk berkumpul dan berolahraga bersama,” jelas Adystra.

Vella Siahaya, Chief Experience Officer Tuku, menyatakan bahwa kolaborasi dengan RAC sangat relevan mengingat semakin banyak orang yang kembali berolahraga. Ia juga mencatat adanya perubahan dalam penjualan minuman Tuku, di mana penjualan kopi hitam meningkat dibandingkan kopi susu, seiring dengan meningkatnya kesadaran pelanggan akan pilihan yang lebih sehat. Kolaborasi ini ditandai dengan pop-up store di Tuku Cipete pada 21–22 Oktober 2026 dan di Tuku GBK pada 23 Oktober 2026.

Artikel Terkait