Teknologi

Proyeksi Penjualan Chip Nvidia Melonjak Tajam di Tahun Mendatang

Jensen Huang, CEO Nvidia, memprediksi bahwa perusahaan akan menggandakan penjualan chip pada tahun depan, menandakan pertumbuhan yang signifikan dalam enam kuartal ke depan.

Y
Yusuf Ahmad Pratama
23 September 2026 58 pembaca
Jensen Huang dan istrinya. Foto: Nvidia
Jensen Huang dan istrinya. Foto: Nvidia

Jakarta - CEO Nvidia, Jensen Huang, mengungkapkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya berencana untuk menggandakan penjualan chip pada tahun depan. Proyeksi ini menunjukkan pertumbuhan yang terus berlanjut selama enam kuartal ke depan, dan muncul setelah Nvidia memperkirakan pertumbuhan sebesar 70% untuk tahun fiskal yang berakhir pada Januari 2028, dengan nilai sekitar USD 673 miliar. Hal ini membuat ekspektasi para analis meningkat tajam.

"Saya memperkirakan Nvidia akan menjual chip dua kali lebih banyak tahun depan dibandingkan dengan tahun ini," ujar Huang saat menghadiri sebuah KTT AI bersama Raja Charles III di Skotlandia, seperti yang dilaporkan oleh detikINET dari CNBC.

Pendorong Pertumbuhan dari Sektor AI

Huang menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi besar dari teknologi kecerdasan buatan (AI) terhadap berbagai sektor industri dan ekonomi. Ia mencatat bahwa di hampir setiap negara tempat Nvidia beroperasi, terdapat minat yang tinggi untuk berinvestasi dalam AI.

"Alasannya adalah karena AI memberikan kontribusi yang sangat besar bagi berbagai industri dan ekonomi dan Anda bisa melihat bahwa di hampir setiap negara tempat kami beroperasi, orang-orang ingin berinvestasi pada AI," tambahnya.

Ragam Produk Chip Nvidia

Nvidia tidak mengungkapkan jumlah total chip yang akan dijual, tetapi produk paling terkenal mereka adalah unit pemrosesan grafis (GPU) untuk pusat data, seperti chip Blackwell dan Rubin. Huang juga menyampaikan bahwa Nvidia telah mengirimkan sebanyak 6 juta GPU Blackwell dalam empat kuartal terakhir.

Selain GPU, Nvidia memproduksi berbagai jenis semikonduktor lainnya, termasuk CPU, chip switch, chip untuk jaringan optik, chip untuk laptop, chip Jetson untuk robot dan kendaraan, serta chip yang digunakan dalam konsol Nintendo Switch 2.

Huang, yang hadir di KTT tersebut bersama perwakilan dari Google DeepMind, OpenAI, dan Anthropic, berada di Inggris untuk membahas isu keselamatan AI. Diskusi publik mengenai risiko yang ditimbulkan oleh AI terhadap umat manusia semakin memanas, terutama setelah para peneliti AI memperingatkan bahwa manusia mungkin tidak lagi dapat mengendalikan kecerdasan buatan yang paling canggih.

"Ketika suatu produk tidak aman, kita harus menahannya dan terus menyempurnakannya," tegas Huang.

Artikel Terkait