Kesehatan

Penyebab Perut Menonjol Bertahun-tahun Setelah Melahirkan

Perubahan bentuk perut setelah melahirkan tidak selalu berkaitan dengan berat badan, dan dapat disebabkan oleh diastasis recti, yaitu pemisahan otot perut yang dapat bertahan lama.

M
Maria Gabriella
25 August 2026 56 pembaca
Penyebab Perut Menonjol Bertahun-tahun Setelah Melahirkan
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Bentuk perut yang mengalami perubahan setelah melahirkan tidak selalu disebabkan oleh faktor berat badan. Banyak perempuan mengalami tonjolan di sekitar pusar atau bagian bawah perut yang tetap ada bahkan bertahun-tahun setelah melahirkan. Salah satu penyebabnya adalah diastasis recti, yaitu kondisi di mana otot perut terpisah akibat peregangan jaringan di tengah dinding perut.

Kondisi ini menarik perhatian, seperti yang dilaporkan oleh SELF Magazine, tentang seorang ibu yang masih memiliki tonjolan perut satu dekade setelah melahirkan anak kembar. Meskipun ia rutin berolahraga dan menjaga pola hidup sehat, perubahan pada perutnya tetap terlihat.

Diastasis Recti dan Dampaknya

Diastasis recti terjadi ketika otot-otot perut terpisah dan jaringan penghubung di bagian tengah mengalami peregangan. Kehamilan kembar menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kondisi ini, karena dinding perut mengalami tekanan dan peregangan yang lebih besar. Dalam sebuah pemeriksaan oleh Ashley Newton, DPT, seorang terapis fisik, ditemukan pemisahan otot perut sekitar enam sentimeter dengan kedalaman empat sentimeter. Sebagai perbandingan, pemisahan otot saat istirahat biasanya hanya satu hingga dua sentimeter.

Newton menjelaskan bahwa kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan otot perut, tetapi juga melibatkan pengelolaan tekanan tubuh. Pernapasan, otot inti, dan dasar panggul saling berhubungan, sehingga masalah pada satu bagian dapat memengaruhi bagian lainnya.

Olahraga dan Teknik yang Tepat

Meskipun olahraga tetap bisa dilakukan, penting untuk memperhatikan teknik yang digunakan. Keinginan untuk mengembalikan bentuk perut setelah bertahun-tahun bukan berarti harus melakukan latihan perut secara berlebihan. Teknik yang salah justru dapat meningkatkan tekanan pada jaringan di tengah perut, membuat tonjolan semakin terlihat. Newton merekomendasikan latihan yang dapat mengaktifkan otot perut bagian dalam dan membantu tubuh menjaga stabilitas.

Program latihan yang dianjurkan berlangsung sekitar enam minggu, baik dengan pendampingan maupun dilakukan secara mandiri di rumah. Anna Hammond, DPT, seorang fisioterapis yang menangani klien pascapersalinan, menekankan bahwa tidak ada satu pola latihan yang cocok untuk semua orang. “Hanya karena kamu mampu melakukan sesuatu, bukan berarti kamu harus melakukannya,” ungkap Hammond. Latihan bisa dimulai dengan pengaturan napas dan mobilitas, kemudian berlanjut ke gerakan yang lebih spesifik untuk otot inti.

Jika saat berolahraga muncul tonjolan berbentuk kubah pada perut, hal ini bisa jadi tanda bahwa gerakan tersebut terlalu berat dan perlu dimodifikasi.

Perubahan Masih Mungkin Dilakukan Setelah Bertahun-tahun

Kabar baiknya, perubahan pada otot perut tidak berarti sudah terlambat untuk ditangani. Dengan evaluasi dan latihan yang tepat, fungsi serta penampilan area perut masih bisa diperbaiki meskipun persalinan telah berlalu bertahun-tahun. Newton menjelaskan bahwa latihan dapat membantu mengurangi penonjolan di bagian bawah perut sehingga tampak lebih terangkat dan mengarah ke tengah.

Perubahan ini juga dapat memengaruhi bentuk pinggang dan jaringan di sekitar bekas operasi caesar. Namun, olahraga bukanlah solusi untuk semua kasus. Menurut Karolynn Echols, MD, kepala bagian uroginekologi di Thomas Jefferson University Hospital, operasi bisa dipertimbangkan jika kondisi tersebut mengganggu kualitas hidup dan penanganan konservatif tidak memberikan hasil yang memadai. “Olahraga memang sangat bermanfaat, tetapi bukanlah keajaiban,” kata Echols.

Oleh karena itu, perempuan yang mencurigai mengalami diastasis recti sebaiknya menjalani pemeriksaan oleh dokter atau fisioterapis dasar panggul. Penanganan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing, bukan hanya untuk mengejar perut yang rata.

Perubahan bentuk tubuh setelah melahirkan adalah bagian dari proses adaptasi tubuh. Oleh karena itu, tujuan penanganan tidak hanya untuk mendapatkan tampilan fisik yang ideal, tetapi juga untuk mengembalikan kekuatan, stabilitas, postur, dan kenyamanan saat beraktivitas. “Ingatlah bahwa tubuh kamu tidak mengecewakanmu. Tubuh beradaptasi terhadap perubahan, dan sekarang kita dapat menentukan bagaimana mendukungnya ke depannya,” ujar Echols.

Artikel Terkait