Masalah penglihatan pada anak sering kali tidak disadari sejak awal. Anak yang mengalami miopia atau mata minus mungkin kesulitan melihat objek dari jarak jauh, termasuk tulisan di papan tulis saat belajar. Oleh karena itu, melakukan pemeriksaan mata sebelum anak mulai sekolah dasar (SD) menjadi langkah yang sangat penting untuk mendeteksi gangguan penglihatan sedini mungkin.
Dokter spesialis mata dari RS Mata Cicendo, dr. Ine Renata Musa, Sp.M(K), mengingatkan orangtua untuk memeriksakan mata anak mereka sebelum memasuki usia sekolah, terutama jika ada riwayat mata minus dalam keluarga. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penglihatan anak sehingga jika ada gangguan, dapat segera ditangani sesuai kebutuhan.
Kapan Pemeriksaan Mata Diperlukan?
Dalam sebuah talkshow yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan berjudul Keluarga Sehat, dr. Ine menjelaskan bahwa pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan sebelum anak memasuki SD. Anjuran ini sangat penting, terutama bagi orangtua yang menggunakan kacamata minus, karena faktor genetik berperan dalam perkembangan miopia.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mata anak dalam kondisi normal, pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan sebelum anak memasuki jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Dengan melakukan pemeriksaan secara berkala, perubahan dalam penglihatan dapat terdeteksi lebih awal, dan anak yang mengalami miopia dapat memperoleh koreksi penglihatan yang tepat.
Kenapa Deteksi Dini Itu Penting?
Deteksi dini terhadap mata minus pada anak sangat penting karena miopia adalah gangguan refraksi yang membuat objek yang jauh terlihat kabur. Hal ini terjadi karena bayangan objek jatuh di depan retina, bukan tepat pada retina. Menurut dr. Ine, pertumbuhan bola mata juga mempengaruhi perkembangan miopia, yang bisa bertambah seiring dengan pertumbuhan anak, terutama saat memasuki usia remaja. Selain faktor lingkungan, faktor genetik juga memiliki peran dalam terjadinya miopia.
Oleh karena itu, orangtua harus memperhatikan kondisi penglihatan anak, terutama jika ada riwayat mata minus dalam keluarga. Pemeriksaan yang dilakukan lebih awal juga penting untuk mencegah gangguan penglihatan yang tidak tertangani dalam waktu lama. Jika terlambat dalam mengoreksi gangguan penglihatan, anak dapat mengalami mata malas atau amblyopia, yang terjadi ketika perkembangan penglihatan tidak berlangsung dengan baik.
Orangtua sebaiknya tidak hanya mengandalkan keluhan anak untuk mengetahui adanya masalah penglihatan. Anak mungkin belum bisa menjelaskan dengan jelas jika penglihatannya kabur. Oleh karena itu, pemeriksaan mata sebelum masuk SD dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi penglihatan anak. Jika ditemukan adanya miopia atau gangguan refraksi lainnya, dokter dapat memberikan koreksi yang sesuai.
Pemeriksaan berkala juga sangat diperlukan seiring dengan pertumbuhan anak, terutama jika anak sudah terdiagnosis dengan miopia. Dengan cara ini, perubahan ukuran minus dapat dipantau dan kebutuhan koreksi penglihatan dapat disesuaikan. Deteksi yang dilakukan sejak dini membantu orangtua memahami kondisi mata anak dan mengambil langkah yang diperlukan agar gangguan penglihatan tidak mengganggu aktivitas belajar maupun keseharian anak.