Teknologi

Pentingnya Kebijakan Portabilitas Nomor Seluler Menurut XLSmart

Gugatan mengenai portabilitas nomor seluler (MNP) kini tengah diproses di Mahkamah Konstitusi, dengan XLSmart menekankan pentingnya kebijakan ini bagi masyarakat.

L
Luthfi Zaki Maulana
17 September 2026 68 pembaca
Foto: Unspslah
Foto: Unspslah

Jakarta - Kasus mengenai mobile number portability (MNP) telah diajukan ke Mahkamah Konstitusi. MNP memungkinkan pelanggan untuk mempertahankan nomor telepon yang sama meskipun mereka berpindah operator. Bagaimana respons dari pihak operator terkait hal ini?

Pada hari Senin (14/9/2026), di Halim, Jakarta Timur, Merza Fachys, Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart, menjelaskan bahwa kebijakan MNP menjadi sangat penting seiring dengan penetapan identitas digital yang mengacu pada nomor telepon. "Nah, ini belum ada semua ekosistem ini. Jadi kebijakan ini enggak hanya sekedar portability tapi ini semua banyak ekosistem yang harus diganti. Tapi apakah penting? Yes. Mari kita lihat dari manfaat," ungkap Merza.

Manfaat MNP untuk Masyarakat

Merza menambahkan bahwa MNP sangat bermanfaat bagi masyarakat, mengingat banyak aktivitas yang terhubung dengan nomor telepon, seperti perbankan dan pembuatan akun email. "Apakah operator seneng MNP atau nomor telepon menjadi identitas digital? Sangat senang karena itu merupakan satu stickiness bagi pelanggan kita untuk enggak asal buang nomor," jelasnya.

Perkembangan Ruang Digital dan Tantangan MNP

Merza juga menyampaikan bahwa perhatian selanjutnya adalah bagaimana perkembangan ruang digital ke depan. Ia mencatat bahwa NPWP kini sudah terintegrasi dengan NIK. Identitas digital saat ini terhubung dengan NIK berkat adanya perekaman biometri. "Berikutnya lagi, akan ada apa lagi? Apakah ini sudah cukup kuat bagi Indonesia dalam menetapkan digital services untuk penduduknya? Paling portability itu wajib karena kalau enggak, orang enggak mungkin ganti-ganti nomor. Provider boleh ganti-ganti tiap bulan tapi nomor, nggak bisa karena ini attached kemana-mana," tambahnya.

Untuk mewujudkan MNP, Merza mengimbau agar dilakukan perbaikan data yang ada, pencarian investor, serta penyusunan regulasi atau aturan yang mengatur antar operator. "Apakah masyarakat kalau mau pindah dikenakan biaya atau free of charge? Siapa yang nanggung biaya? Apakah operator juga ikut menanggung biaya atau nggak? Ini semua masih dibutuhkan kaji. Mari kita kaji karena nggak perlu repot-repot, banyak negara sudah mengimplementasikan. Kita cari saja negara mana yang sukses," tutupnya.

Artikel Terkait