JAKARTA - Kunjungan perdana Nerio Alessandri, pendiri sekaligus CEO Technogym, ke Jakarta dalam rangka acara Technogym Innovation Outlook Indonesia 2026, membuka diskusi mengenai masa depan industri kebugaran di tingkat global. Berawal dari sebuah garasi kecil di Cesena, Italia, pada tahun 1983, Technogym kini telah berkembang menjadi ekosistem kesehatan yang terintegrasi. Produk dan solusi yang ditawarkan oleh perusahaan ini telah digunakan oleh 70 juta orang setiap harinya di lebih dari 100 negara, termasuk menjadi pemasok resmi untuk sepuluh edisi Olimpiade berturut-turut.
Kedatangannya ke Indonesia juga bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pasar yang besar di Asia Tenggara, terutama dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan preventif. Nilai ekonomi wellness di Indonesia tercatat mencapai 55,77 miliar dollar AS, yang setara dengan Rp 1 triliun, menjadikan Indonesia salah satu dari 20 pasar kebugaran terbesar di dunia.
Diskusi Strategis dan Visi Masa Depan
Acara ini juga mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, termasuk CEO Technogym Indonesia, Ardi Setiadarma, dan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Nerio menyatakan, "Kami akan mengambil seluruh pengalaman kami di dunia untuk mendukung para pelaku industri dan masyarakat di negara ini." Dalam pandangannya, ekosistem kebugaran di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, terutama dalam segmen premium yang menyasar fasilitas di hotel bintang lima, hunian mewah, hingga pusat kebugaran terkemuka.
Nerio menambahkan, "Kami ingin mengaplikasikan budaya kami dan menggabungkannya dengan budaya Indonesia." Perhatian terhadap desain visual menjadi prioritas dalam setiap detail produk yang ditawarkan. Kerja sama dengan berbagai pihak bergengsi terus dilakukan untuk memastikan standar tinggi tetap terjaga, mirip dengan produk fashion kelas atas.
Pencegahan Penyakit dan Kesadaran Kesehatan
Di tengah pertumbuhan pesat pasar kebugaran di Indonesia, terdapat tantangan kesehatan yang mendesak untuk diatasi. Perubahan menuju gaya hidup modern yang kurang aktif berpotensi meningkatkan risiko penyakit metabolik. Nerio menjelaskan, "Kami melihat Indonesia dengan masalah yang sangat penting karena memiliki lebih dari 20 persen penderita diabetes, dan ada banyak risiko kesehatan di sini." Dengan semangat "Let's Move for a Better World," Technogym berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga fungsi tubuh sejak dini.
"Prioritas utama kami adalah pencegahan dan healthy longevity," ungkap Nerio, menekankan pentingnya upaya preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Potensi Pariwisata Kebugaran di Indonesia
Selain menanggapi tantangan kesehatan, keindahan alam Indonesia dianggap memiliki daya tarik luar biasa untuk menarik wisatawan kelas atas. Kombinasi antara sektor rekreasi dan gaya hidup sehat menjadi peluang yang sangat berharga. Nerio menyatakan, "Pariwisata kebugaran adalah peluang terbesar bagi Indonesia di masa depan karena Anda memiliki bahan baku, sumber daya alam, dan negara yang indah." Dengan bentang alam yang menakjubkan, Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan banyak destinasi wisata lainnya.
Wisatawan saat ini tidak hanya mencari tempat berlibur, tetapi juga menginginkan dukungan untuk melanjutkan rutinitas olahraga mereka di lokasi wisata. "Bali lebih dari sekadar Miami, ini adalah destinasi terbaik di dunia. Kebugaran menjadi peluang luar biasa bagi hotel, perumahan, dan vila untuk menghubungkan pesona alam dengan kesehatan," tutup Nerio.