Jakarta - Alexandr Wang, yang menjabat sebagai Chief AI Officer di Meta, berhasil mengubah agen AI terbarunya, Muse, menjadi salah satu aplikasi terpopuler di App Store berkat strategi inovatif dan kampanye pemasaran yang agresif. Muse, yang diluncurkan pada 8 September, dengan cepat menduduki posisi teratas di App Store Apple di Amerika Serikat, melampaui ChatGPT. Data dari Apptopia menunjukkan bahwa dalam 12 hari pertama, Muse telah diunduh sebanyak 2,8 juta kali, dengan 1,8 juta di antaranya berasal dari pengguna iOS. Sejak peluncuran, saham Meta juga mengalami kenaikan hampir 20%.
Berbeda dari chatbot AI yang umum, Muse dirancang untuk bertindak atas nama penggunanya, memungkinkan mereka untuk mengirim email, memesan tiket, berbelanja online, dan menyelesaikan berbagai tugas lainnya.
Profil Alexandr Wang
Di balik kesuksesan aplikasi ini adalah Alexandr Wang, seorang pemuda berusia 29 tahun yang pernah meninggalkan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Wang direkrut oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg, tahun lalu untuk melakukan transformasi pada AI perusahaan. Ia menjadi eksekutif senior pertama dari Generasi Z di Meta, dengan gaya komunikasi yang mencerminkan budaya internet.
Pada konferensi pengembang Meta yang berlangsung September lalu, Wang tampil dengan gaya kasual, mengenakan rambut model mullet, kaus bergaya tahun 1990-an, celana hitam, dan sandal Crocs. Setelah banyak spekulasi mengenai nilai pakaiannya, Wang menjelaskan bahwa kaus yang dikenakannya dibeli seharga USD 30 di toko barang bekas.
Wang memiliki kehadiran yang kuat di media sosial, sering membagikan meme, lelucon, dan sindiran kepada kompetitor di platform X. Ia dibesarkan di Los Alamos, New Mexico, oleh orang tua yang merupakan fisikawan di Laboratorium Nasional Los Alamos. Wang mulai tertarik dengan pemrograman sejak remaja dan masuk ke MIT pada tahun 2015, namun memutuskan untuk berhenti setelah tahun pertama dan mendirikan Scale AI bersama Lucy Guo pada tahun 2016.
Kepemimpinan di Meta dan Peluncuran Muse
Scale AI berfokus pada persiapan dan evaluasi data untuk melatih sistem AI, dan seiring dengan berkembangnya teknologi AI, perusahaan ini menjadi pemasok utama bagi banyak perusahaan teknologi besar, menjadikan Wang salah satu miliarder mandiri termuda dengan kekayaan diperkirakan mencapai USD 3,2 miliar per 5 Oktober.
Pencapaian Wang menarik perhatian Zuckerberg, yang pada Juni 2025 menginvestasikan USD 14,3 miliar untuk menguasai 49% saham Scale, dengan valuasi perusahaan tersebut mencapai lebih dari USD 29 miliar. Wang kemudian bergabung dengan Meta sebagai pemimpin divisi superintelligence baru, merekrut peneliti terkemuka dan mengawasi pengembangan AI generasi terbaru. Pada bulan April, Meta meluncurkan Muse Spark, model pertama dari divisi baru tersebut, meskipun Wang mengakui bahwa model tersebut belum sebanding dengan model AI terdepan lainnya.
Beberapa bulan setelahnya, Muse diluncurkan. Wall Street Journal melaporkan bahwa aplikasi ini merupakan hasil kerja keras lebih dari setahun yang dipimpin oleh Wang dan Nat Friedman, kepala divisi produk AI Meta. Wang menjadi salah satu promotor paling aktif saat peluncuran, membanjiri media sosial dengan meme, testimoni, dan sindiran kepada kompetitor.
Ia mengunggah lebih dari 300 cuitan di X setelah peluncuran, termasuk lebih dari 100 cuitan dalam lima hari pertama. Banyak dari unggahannya menampilkan Jolly, maskot Muse, serta cerita pengguna yang menunjukkan bagaimana agen AI tersebut membantu mereka menghemat uang dan menyelesaikan tugas sehari-hari. Wang berusaha untuk mengaitkan Muse dengan budaya meme dan menjauh dari jargon korporat yang kaku.
Wang menjelaskan bahwa kampanye ini sebagian besar merupakan inisiatif pribadinya. "Seseorang hari ini bilang saya punya tim medsos terbaik untuk peluncuran Muse. Bro, ini semua saya sendiri yang maju tanpa filter nulis twit ini. Saya nggak ngebiarin gaya bahasa korporat murahan mendekati twit saya," tulisnya.
Kampanye ini juga memicu persaingan terbuka dengan Instinct, agen AI pribadi yang didirikan oleh sesama dropout, Noah Shinn. Wang dengan percaya diri menyatakan, "Muse jelas melibas Insect (serangga)," dengan sengaja memelesetkan nama kompetitornya. Ia bahkan menantang bahwa Muse akan mengalahkan Instinct dalam pertarungan MMA dan menyebut aplikasinya jauh lebih menarik.