Kesehatan

Mitos Seputar Penggunaan Eyelash Extension yang Perlu Diketahui

Banyak wanita yang memilih eyelash extension untuk mendapatkan tampilan makeup mata yang lebih praktis, namun terdapat berbagai mitos yang perlu diluruskan agar perawatan pasca pemasangan tidak menjad...

M
Muhammad Rizki Ramadhan
27 June 2026 41 pembaca
Mitos Seputar Penggunaan Eyelash Extension yang Perlu Diketahui
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

JAKARTA - Penggunaan eyelash extension semakin populer di kalangan perempuan yang ingin mendapatkan tampilan makeup mata yang lebih praktis. Namun, di balik kemudahan ini, banyak informasi salah yang beredar di masyarakat mengenai perawatan setelah pemasangan, yang seringkali menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi klien baru. Mereka sering kali bingung tentang cara merawat bulu mata setelah treatment dan khawatir akan kerontokan bulu mata asli. Berikut adalah beberapa mitos yang sering muncul terkait penggunaan eyelash extension.

Mitos Pertama: Eyelash Extension Menyebabkan Kerontokan Bulu Mata Asli

Salah satu kesalahpahaman yang paling umum adalah anggapan bahwa prosedur eyelash extension dapat menyebabkan bulu mata asli menjadi rontok. Ketakutan ini sering kali muncul akibat adanya salon kecantikan yang tidak bertanggung jawab. "Sebenarnya bukan treatment-nya," jelas Yuliana Nyoto, pendiri Ruhee by EVER, saat ditemui di Ruhee by EVER Pakubuwono, Jakarta Selatan. Ia menjelaskan bahwa bulu mata memiliki siklus pertumbuhan alami yang berlangsung antara empat hingga delapan minggu, yang terdiri dari fase baby lash (anagen), teenage lash (katagen), dan mature lash (telogen). "Sewaktu bulu mata itu sudah memasuki fase telogen, dia itu sudah siap untuk rontok," tambahnya. Pergantian bulu mata tetap berlangsung meskipun tanpa ekstensi, namun bulu mata buatan membuat kerontokan terlihat lebih jelas.

Mitos Kedua: Area Kelopak Mata Tidak Boleh Terkena Air

Klien baru sering kali terjebak dalam panduan kebersihan yang keliru, di mana terdapat anggapan bahwa kelopak mata tidak boleh terkena air agar lem tidak terlepas. "Masih banyak yang mengira, 'Aduh, udah pakai eyelash extension enggak boleh cuci daerah mata'. That is a myth, itu hoaks," ujar Yuliana. Menghindari air justru dapat menyebabkan penumpukan kotoran dan debu, yang dapat memicu infeksi. Klien disarankan untuk membersihkan area kelopak mata setiap malam dengan menggunakan sampo khusus.

Mitos Ketiga: Sabun Wajah Sembarang Boleh Digunakan

Mencuci wajah secara rutin sangat penting, namun pemilihan produk harus diperhatikan. Penggunaan sabun wajah yang tidak tepat dapat merusak perekat eyelash extension. Yuliana menyarankan untuk menghindari sabun cuci muka yang mengandung minyak atau glycolic acid, karena dapat melonggarkan perekat. "Dua bahan itu kalau misalkan didiamkan lama, atau mungkin pas bilasnya kurang bersih, itu dapat weaken the bond of the glue yang akan mengakibatkan kerontokan berlebih," ungkapnya. Ketidakcermatan dalam memilih sabun dapat mempercepat kerusakan bulu mata ekstensi.

Mitos Keempat: Maskara dan Bulu Mata Palsu Masih Boleh Digunakan

Selama menggunakan eyelash extension, klien disarankan untuk menghentikan penggunaan maskara dan bulu mata palsu, karena dapat menyebabkan kerusakan. "Enggak usah pakai maskara lagi. Hindari menggunakan lem-lem, kayak fake lashes yang ada lemnya. Karena sewaktunya buat fake lashes-nya (dicabut), ya ada resiko kecabut juga extension beserta bulu mata aslinya," jelas Yuliana.

Mitos Kelima: Mengucek Mata Secara Agresif Diperbolehkan

Banyak orang beranggapan bahwa perekat eyelash extension cukup kuat untuk menahan gesekan saat mengucek mata. Namun, hal ini tidak benar. Pembersihan area mata harus dilakukan dengan lembut untuk menjaga kebersihan eyelash extension. "Meskipun enggak pakai makeup, wajib untuk dibersihkan karena kita kan ada menggunakan skincare, bedak. Belum lagi polusi ya," tutup Yuliana.

Artikel Terkait