Makanan yang terjatuh ke lantai sering kali langsung diambil kembali oleh banyak orang. Beberapa di antaranya meyakini bahwa makanan tersebut masih aman untuk dimakan asalkan tidak lebih dari lima detik terjatuh. Keyakinan ini dikenal dengan sebutan aturan lima detik. Namun, apakah benar makanan yang baru jatuh selama beberapa detik tetap aman untuk dikonsumsi?
Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K), seorang dokter spesialis anak yang juga konsultan nutrisi dan penyakit metabolik, menjelaskan bahwa makanan yang jatuh ke lantai dapat langsung terkontaminasi oleh mikroorganisme. Ia menegaskan bahwa tidak perlu menunggu selama lima detik untuk mengetahui bahwa makanan tersebut sudah terpapar kuman. "Begitu dia jatuh ke bawah ya sudah kena langsung kumannya. Enggak usah nunggu lima detik," ungkap Prof. Damayanti dalam acara media briefing yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Jumat, 11 September 2026.
Risiko Kontaminasi Makanan
Dengan demikian, waktu yang dihabiskan makanan di lantai bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan apakah makanan tersebut aman untuk dikonsumsi. Kontaminasi makanan menjadi perhatian utama dalam hal keamanan pangan. Makanan bisa terpapar berbagai bahaya, baik yang bersifat biologis, kimiawi, maupun fisik. Prof. Damayanti menjelaskan bahwa bahaya biologis ini bisa berasal dari bakteri, virus, parasit, atau jamur. Selain itu, kontaminasi juga bisa terjadi selama proses pengolahan dan penyimpanan makanan.
Makanan yang bersentuhan dengan permukaan lantai memiliki risiko tinggi terpapar mikroorganisme, bahkan jika makanan tersebut baru sebentar terjatuh. Oleh karena itu, anggapan bahwa makanan masih aman jika diambil dalam waktu lima detik tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan keamanan pangan.
Faktor yang Mempengaruhi Keamanan Makanan
Keamanan makanan tidak hanya ditentukan oleh berapa lama makanan berada di permukaan tertentu. Ada banyak faktor yang memengaruhi pertumbuhan mikroorganisme. Menurut Prof. Damayanti, beberapa faktor tersebut meliputi karakteristik makanan, tingkat keasaman (pH), suhu, lama penyimpanan, ketersediaan oksigen, dan kelembapan. Makanan yang kaya akan karbohidrat, lemak, dan protein cenderung lebih rentan terhadap pertumbuhan mikroorganisme karena menyediakan sumber nutrisi yang dibutuhkan.
Jika makanan sudah terjatuh, sebaiknya jangan mengandalkan aturan lima detik untuk tetap mengonsumsinya, terutama jika makanan tersebut akan diberikan kepada kelompok yang lebih rentan terhadap keracunan makanan, seperti anak-anak. Prof. Damayanti menekankan bahwa anak-anak di bawah lima tahun termasuk dalam kelompok yang lebih sensitif terhadap keracunan makanan. Anak-anak dengan daya tahan tubuh yang rendah juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan makanan dari proses pengolahan hingga sebelum dikonsumsi sangat penting untuk memastikan keamanan pangan. Meskipun makanan yang jatuh tampak bersih secara kasatmata, kebersihan tersebut tidak menjamin bahwa makanan tersebut bebas dari mikroorganisme. Dengan demikian, aturan lima detik sebaiknya tidak dijadikan acuan untuk menilai keamanan makanan, seperti yang dijelaskan oleh Prof. Damayanti bahwa makanan yang jatuh dapat langsung terpapar kuman tanpa harus menunggu lima detik.