Lifestyle

Minuman Manis Kemasan: Apakah Termasuk Kebutuhan Cairan Harian?

Banyak orang memilih minuman manis kemasan untuk mengatasi rasa haus, tetapi apakah minuman ini dapat dihitung sebagai bagian dari asupan cairan harian yang diperlukan tubuh?

Y
Yusuf Ahmad Pratama
27 June 2026 37 pembaca
Minuman Manis Kemasan: Apakah Termasuk Kebutuhan Cairan Harian?
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

JAKARTA - Banyak individu mengandalkan minuman manis kemasan untuk menghilangkan dahaga saat beraktivitas. Rasa yang menyegarkan dan kemudahan akses menjadikan minuman ini pilihan utama dibandingkan air putih. Namun, pertanyaannya adalah apakah minuman manis kemasan dapat dihitung sebagai bagian dari kebutuhan cairan harian?

Kandungan Air dalam Minuman Manis Kemasan

Menurut dr. Cut Hafiah, Sp.GK, seorang Dokter Spesialis Gizi Klinik, kandungan air dalam minuman manis kemasan tidak sepenuhnya dapat menggantikan fungsi air putih dalam memenuhi kebutuhan hidrasi tubuh. Ia menjelaskan bahwa asupan cairan dalam minuman manis kemasan hanya berkisar antara 50 persen hingga 60 persen, karena terdapat tambahan gula yang mengurangi proporsi air.

“Asupan cairan di dalam minuman manis kemasan itu hanya sekitar 50 persen sampai 60 persen saja, karena pasti ada tambahan gula-gulanya juga,” ungkap dr. Cut dalam acara Media Gathering Hari Hidrasi Nasional AQUVIVA.

Minuman Manis Tidak Cukup untuk Hidrasi

Ketika seseorang mengonsumsi minuman manis kemasan, tidak semua volume yang dikonsumsi berkontribusi terhadap kebutuhan cairan tubuh. Sebagian besar komposisinya terdiri dari gula dan bahan tambahan lainnya, sehingga kandungan airnya lebih sedikit dibandingkan dengan air putih. Dr. Cut menekankan bahwa hal ini menjadi alasan mengapa masyarakat sebaiknya tidak mengandalkan minuman manis sebagai sumber utama hidrasi.

Lebih lanjut, dr. Cut juga mengingatkan bahwa minuman manis kemasan biasanya mengandung gula tambahan yang harus diperhatikan dalam konsumsinya. “Tambahan gula berlebih ini yang kurang baik untuk kesehatan, apalagi dalam minuman kemasan dengan pengawet,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa kebutuhan cairan tubuh sebaiknya dipenuhi melalui air minum yang murni, yang mampu menjaga keseimbangan cairan tanpa tambahan zat lain yang tidak diperlukan tubuh.

“Yang tubuh butuhkan adalah cairan dari air minum yang murni dan segar. Ini adalah elektrolit yang bisa mencukupi cairan tubuh setiap hari,” kata dr. Cut.

Rekomendasi untuk Memenuhi Kebutuhan Cairan Harian

Dengan menjadikan air putih sebagai minuman utama, tubuh dapat memperoleh cairan yang dibutuhkan untuk mendukung metabolisme, menjaga fungsi organ, serta membantu berbagai proses fisiologis berjalan dengan optimal. Dr. Cut menegaskan bahwa minuman manis kemasan tidak dapat dihitung dalam target kebutuhan cairan harian yang sekitar dua liter. “Minuman manis kemasan tidak bisa dihitung ke dalam kategori asupan cairan 2 liter per hari, sebab komposisinya hanya 50 sampai 60 persen air,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar masyarakat membiasakan diri untuk minum air putih secara teratur tanpa harus menunggu rasa haus muncul. Kebiasaan ini dianggap lebih efektif untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari. “Saya biasanya menganjurkan untuk per 2 jam harus minum tanpa ada sinyal haus, paling tidak 350 ml. Maka, dalam waktu 4 jam sudah habis 700 ml air, dan dilanjutkan sampai waktu berikutnya,” tutur dr. Cut.

Dengan membangun kebiasaan minum air putih secara rutin, individu dapat mencegah dehidrasi dan mendukung fungsi otak, metabolisme, serta menjaga tubuh tetap bugar dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Artikel Terkait