Teknologi

Miliarder Baru dari Arab Saudi Menghasilkan Kekayaan dari Sumber Air

Sebuah keluarga pebisnis di Arab Saudi telah berhasil mengumpulkan kekayaan lebih dari USD 9 miliar melalui perusahaan yang bergerak di bidang air dan energi. Ini menunjukkan pergeseran kekayaan dari...

L
Luthfi Zaki Maulana
21 October 2026 58 pembaca
Ilustrasi pabrik desalinasi. Foto: Arab Center Washington DC
Ilustrasi pabrik desalinasi. Foto: Arab Center Washington DC

Di Arab Saudi, sebuah keluarga pebisnis telah mengumpulkan kekayaan yang mencapai lebih dari USD 9 miliar melalui perusahaan yang berfokus pada air dan energi. Keluarga Abunayyan dan Al Muhaidib memiliki setidaknya 26,3% saham di ACWA, sebuah perusahaan yang bernilai USD 34,9 miliar, menurut Bloomberg Billionaires Index. Hal ini mencerminkan bagaimana kekayaan swasta mulai berkembang di luar sektor minyak, yang selama ini menjadi pilar utama ekonomi negara tersebut.

Arab Saudi saat ini memproduksi lebih dari 11,1 juta meter kubik air hasil desalinasi setiap harinya, berdasarkan informasi dari Otoritas Air Arab Saudi. Proses desalinasi ini menghilangkan garam dan kontaminan dari air laut, sehingga menjadikannya aman untuk diminum dan digunakan dalam berbagai keperluan.

Peran Penting Desalinasi di Kawasan Teluk

Teknologi desalinasi sangat vital di kawasan Teluk, di mana sumber air tawar sangat terbatas. Sekitar setengah dari kapasitas desalinasi global terletak di enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar. ACWA, yang didirikan pada tahun 2004 oleh tiga keluarga pebisnis terkemuka, mulai mengembangkan proyek-proyek air dan listrik besar-besaran pada tahun 2005 untuk memenuhi kebutuhan air di Mekah, kota suci bagi umat Islam, terutama saat pelaksanaan ibadah haji yang meningkatkan permintaan air secara signifikan.

Salah satu pendiri ACWA, Mohammad Abunayyan, membawa serta pengalaman dari bisnis irigasi keluarganya. Ayahnya adalah pelopor penggunaan pompa turbin bertenaga diesel untuk pertanian, yang menjadi dasar bagi ekspansi putranya ke sektor desalinasi. Pendiri lainnya, Sulaiman Al Muhaidib, berasal dari keluarga pedagang yang memiliki bisnis di sektor makanan, real estat, dan industri lainnya. Pendiri ketiga, Ahmad Al Rajhi, berasal dari keluarga yang dikenal dalam sektor investasi dan industri di Arab Saudi.

Ekspansi dan Pertumbuhan ACWA

ACWA telah berkembang menjadi salah satu perusahaan desalinasi swasta terbesar di dunia, sekaligus memperluas operasinya ke pembangkit listrik dan energi terbarukan. Menurut laporan keuangan tahun 2025, perusahaan ini memiliki 108 proyek di 15 negara dengan total investasi sekitar USD 117 miliar. Kapasitas gabungan dari portofolio desalinasi ACWA mencapai 9,2 juta meter kubik per hari, yang mencakup fasilitas yang sudah beroperasi serta proyek-proyek yang masih dalam tahap pengembangan.

Pada tahun 2025, ACWA melaporkan laba bersih sekitar 1,9 miliar riyal Arab Saudi (setara dengan USD 507 juta). Dana Investasi Publik Arab Saudi menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan ini dengan kepemilikan sebesar 44,2%. Pertumbuhan ACWA sejalan dengan meningkatnya permintaan terhadap air bersih, tantangan perubahan iklim, dan ancaman keamanan yang semakin menekankan pentingnya infrastruktur desalinasi di kawasan Timur Tengah.

Prateek Bhatnagar, seorang analis di bank investasi AS Jefferies, mengungkapkan bahwa kontrak pasokan air jangka panjang membantu melindungi ACWA dari dampak negatif pelemahan ekonomi jangka pendek. Selain itu, diversifikasi operasional di berbagai negara dapat mengurangi potensi risiko yang mungkin timbul dari gangguan di masing-masing fasilitas. Di luar Arab Saudi, ACWA juga melakukan ekspansi ke pasar-pasar baru seperti Maroko, Mesir, Uzbekistan, dan China, serta menjajaki peluang di Amerika Serikat.

Artikel Terkait