Perawatan kecantikan umumnya lebih banyak berfokus pada kulit wajah, sementara bibir sering kali baru mendapat perhatian saat mengalami kekeringan, pecah-pecah, atau perubahan penampilan. Padahal, bibir terus-menerus terpapar sinar matahari, cuaca, makanan, makeup, serta gerakan saat berbicara dan makan. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan bibir mulai meningkat sejalan dengan pembahasan mengenai perawatan kulit dan penuaan. Salah satu tren yang muncul adalah lip longevity, yang tidak hanya bertujuan untuk membuat bibir terlihat lebih penuh, tetapi juga untuk mempertahankan kesehatan dan fungsi bibir seiring bertambahnya usia.
Definisi Lip Longevity
Dokter integratif bersertifikat dan pendiri Timebeam Beauty, dr. Lamees Hamdan, menjelaskan bahwa lip longevity berarti menjaga kesehatan, kelembapan, struktur, dan fungsi bibir seiring bertambahnya usia, bukan hanya berfokus pada penampilan bibir yang lebih besar. “Kita juga harus melihat lebih dari sekadar bibir itu sendiri. Penampilan bibir dipengaruhi oleh segala sesuatu yang mengelilingi dan menopangnya, termasuk kulit, lemak, otot, gigi, dan tulang wajah di bawahnya,” ungkap Hamdan. Ia menambahkan bahwa konsep ini merupakan bagian dari pendekatan terhadap penuaan wajah secara keseluruhan, karena produk yang digunakan pada permukaan bibir tidak dapat menangani seluruh lapisan yang berperan dalam perubahan bibir. “Beauty longevity bukan tentang membekukan wajah atau berusaha terlihat seperti berusia 25 tahun selamanya,” ujarnya. “Ini tentang memahami apa yang berubah seiring bertambahnya usia dan mendukung kulit serta struktur di bawahnya agar kita tetap terlihat sehat, seimbang, dan tetap seperti diri kita sendiri,” lanjutnya.
Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Bibir
Permukaan bibir memiliki lapisan pelindung yang lebih tipis dan lebih sedikit kelenjar penghasil minyak dibandingkan dengan bagian wajah lainnya, sehingga bibir lebih rentan kehilangan kelembapan. Selain faktor lingkungan, penggunaan produk bibir tertentu juga perlu diperhatikan, karena formula matte dan tahan lama dapat membuat bibir semakin kering jika digunakan setiap hari tanpa diimbangi dengan pelembap. “Jika suatu produk berulang kali membuat bibir terasa terbakar, mengelupas, atau pecah-pecah, itu bukan tanda bahwa produk tersebut sedang ‘bekerja’,” kata Hamdan. Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan menjilat bibir dapat memperburuk kondisi pecah-pecah, karena air liur menguap dan membawa kelembapan dari bibir. Paparan sinar ultraviolet juga menjadi faktor penting, sehingga penggunaan tabir surya khusus bibir setiap hari dapat membantu menjaga tekstur, warna, dan bentuk bibir dalam jangka panjang.
Tips Merawat Bibir agar Tetap Sehat
Untuk perawatan dari luar, Hamdan menyarankan penggunaan produk yang mengandung humektan untuk menarik air, emolien untuk melembutkan, serta oklusif untuk mengurangi kehilangan air dari permukaan bibir. “Perlu diingat, produk bibir yang digunakan secara topikal dapat membantu menjaga kelembapan dan kualitas permukaan, tetapi tidak dapat membangun kembali tulang wajah yang hilang atau mengubah otot di sekitar mulut secara signifikan,” jelasnya. Perawatan dari dalam juga sangat penting, karena kondisi tubuh dapat mempengaruhi kesehatan kulit, termasuk bibir. “Hidrasi, asupan protein yang cukup, dan pola makan yang kaya nutrisi sangat penting karena bibir adalah bagian dari tubuh, bukan aksesori yang berdiri sendiri,” ujar Hamdan. Ia juga menambahkan bahwa perawatan profesional seperti filler, tindakan untuk garis halus dan pigmentasi, atau prosedur yang mendukung kolagen dapat dipertimbangkan sesuai dengan kondisi masing-masing. Selain itu, kesehatan gigi juga tidak boleh diabaikan, karena perubahan pada gigi dan gigitan dapat mempengaruhi bentuk serta penopang bibir. “Pendekatan terbaik bukan sekadar menambahkan lebih banyak volume, melainkan menilai lapisan mana yang telah berubah dan menangani lapisan tersebut secara tepat,” pungkas Hamdan.