Kesehatan

Mengungkap Penyebab Aroma Khas pada Orang Tua

Aroma tubuh orang tua sering kali berbeda dan dapat menimbulkan kesan kurang bersih. Fenomena ini, yang dikenal sebagai "bau orang tua," memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan dengan proses penuaan...

K
Kartika Sari Dewi
24 October 2026 29 pembaca
Ilustrasi lansia.(PEXELS/JIMMY CHAN)
Ilustrasi lansia.(PEXELS/JIMMY CHAN)

KOMPAS.com – Banyak orang mungkin menyadari bahwa aroma tubuh orang tua berbeda dari bau badan pada umumnya. Aroma ini sering kali mirip dengan bau kain yang sudah lama disimpan atau seprai yang telah digunakan beberapa malam. Perubahan ini dapat menimbulkan anggapan bahwa orang tua kurang menjaga kebersihan diri, padahal kondisi yang dikenal sebagai "bau orang tua" ini memiliki penjelasan tersendiri dan bisa terjadi seiring bertambahnya usia.

Penyebab Aroma Khas pada Orang Tua

Salah satu penyebab yang dikaitkan dengan perubahan aroma tubuh seiring bertambahnya usia adalah senyawa 2-nonenal. Senyawa ini terbentuk ketika lemak alami pada permukaan kulit mengalami oksidasi atau bereaksi dengan oksigen. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Investigative Dermatology pada tahun 2001 menemukan bahwa senyawa 2-nonenal terdeteksi pada partisipan berusia 40 tahun ke atas, tetapi tidak ditemukan pada kelompok yang lebih muda. Para peneliti menjelaskan bahwa pembentukan senyawa ini berkaitan dengan oksidasi asam lemak tak jenuh yang ada di permukaan kulit. Aroma 2-nonenal sering digambarkan mirip dengan minyak atau rumput dan diduga berkontribusi pada perubahan aroma tubuh seiring bertambahnya usia. Namun, penemuan ini tidak berarti bahwa bau khas tersebut pasti muncul saat seseorang berusia 40 tahun, karena aroma tubuh setiap individu dapat bervariasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Pentingnya Kebersihan Area Belakang Telinga

Dokter kulit asal Amerika Serikat, Shereene Idriss, mengingatkan bahwa area belakang telinga perlu mendapat perhatian khusus saat membersihkan tubuh. “Area itu merupakan tempat yang sempurna bagi bau untuk terperangkap. Daerah tersebut hangat, berminyak, dan tersembunyi,” jelas Idriss. Kondisi ini membuat minyak alami kulit, sel-sel kulit mati, dan bakteri lebih mudah menumpuk jika area belakang telinga tidak dibersihkan dengan baik. Penumpukan tersebut dapat menambah aroma yang tercium dari tubuh, sehingga penting untuk tidak melewatkan area ini saat mandi.

Cara Mengurangi Aroma Khas

Idriss menyarankan agar area belakang telinga dibersihkan setiap kali mandi dengan menggunakan sabun atau sampo, dan memastikan untuk membilasnya hingga bersih. Ia juga merekomendasikan produk yang mengandung ekstrak kesemek sebagai salah satu pilihan untuk membantu mengurangi bau tubuh. Buah kesemek mengandung tanin, senyawa tumbuhan yang diteliti karena potensinya dalam menetralkan molekul penyebab bau. Namun, bukti klinis yang menunjukkan bahwa sabun kesemek lebih efektif dibandingkan sabun biasa masih terbatas, sehingga manfaatnya tidak dapat dianggap pasti untuk semua orang. Selain menjaga kebersihan kulit, barang-barang seperti handuk, kain lap, sarung bantal, dan seprai juga perlu dicuci secara rutin, karena minyak kulit dan senyawa penyebab bau dapat menempel pada kain.

Idriss juga mengingatkan bahwa penggunaan deodoran saja tidak selalu cukup untuk mengatasi sumber aroma tersebut. “Ini bukan masalah keringat, melainkan masalah oksidasi lemak,” katanya. Deodoran dapat membantu menyamarkan aroma untuk sementara, tetapi tidak menghentikan proses oksidasi lemak pada kulit.

Artikel Terkait