Kesehatan

Mengukur Kemajuan Lari Tanpa Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Lari bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan, namun menjaga konsistensi tidak selalu mudah. Pelatih lari menyarankan agar pelari fokus pada kemajuan kesehatan dan kebugaran diri sendiri daripada memba...

M
Maria Gabriella
27 September 2026 55 pembaca
Ilustrasi lari(jacoblund)
Ilustrasi lari(jacoblund)

Kegiatan lari dapat menjadi hobi yang menyenangkan, tetapi seringkali sulit untuk mempertahankan konsistensi. Melihat pelari lain yang mampu berlari lebih jauh atau lebih cepat dapat membuat seseorang merasa bahwa latihan mereka tidak memberikan hasil yang memuaskan. Namun, perkembangan dalam berlari seharusnya tidak hanya diukur berdasarkan pencapaian orang lain.

Pelatih lari dari Asics Indonesia, Andriyanto, mengingatkan pelari untuk memperhatikan perubahan dalam kesehatan dan kebugaran diri mereka sendiri sebagai indikator keberhasilan dari rutinitas berlari yang dijalani. “Yang paling penting sekarang adalah pada saat kita berlari, kita rasakan, meningkat nggak kebugaran kita,” ungkapnya saat acara konferensi pers Jakarta Speed Run 2026 di Plaza Senayan Arcadia, Jakarta Pusat.

Menikmati Lari dengan Mengukur Diri Sendiri

Andri menekankan bahwa pelari tidak perlu menjadikan orang lain sebagai tolok ukur untuk menilai perkembangan diri mereka. “Caranya adalah kamu mengukur kesehatan kamu sendiri, kebugaran kamu sendiri,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa setiap individu memiliki kondisi tubuh dan perkembangan yang berbeda, sehingga tidak perlu merasa tertekan untuk menyamai kemampuan atlet profesional atau pelari yang lebih cepat.

Pelari disarankan untuk memperhatikan perubahan kecil yang dapat dirasakan setelah rutin berolahraga. Misalnya, seorang pelari pemula yang awalnya hanya mampu menyelesaikan jarak 5 kilometer dengan dua kali berhenti, seiring waktu dapat meningkatkan kemampuannya hingga mampu menyelesaikan jarak yang sama tanpa berhenti, bahkan menambah jarak secara bertahap. “Terus misal saya bisa lari 6 kilo, saya bisa lari 7 kilo, saya bisa lari 10 kilo,” tuturnya.

Perubahan dalam Aktivitas Sehari-hari

Perkembangan tidak selalu terlihat saat berlari, tetapi kondisi tubuh dalam aktivitas sehari-hari juga bisa menjadi indikator kemajuan. Andri menyarankan agar pelari tidak membandingkan diri dengan atlet nasional atau pelari cepat lainnya. “Jangan mengukur diri kamu dengan atlet nasional, jangan mengukur diri kamu dengan pelari-pelari yang cepat,” tegasnya.

Pelari dapat melihat apakah aktivitas sederhana kini terasa lebih ringan dibandingkan sebelumnya. Salah satu tanda kemajuan adalah ketika tubuh tidak cepat merasa lelah saat melakukan aktivitas sehari-hari. Menurut Andri, semakin jarang sakit juga merupakan indikasi bahwa kebugaran tubuh semakin baik. “Dan yang paling penting adalah jarang sakit,” katanya, menambahkan bahwa kondisi ini merupakan pencapaian bagi mereka yang rutin berolahraga.

Dengan memperhatikan perubahan yang terjadi pada diri sendiri, pelari dapat memiliki ukuran kemajuan yang lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, Andri menekankan bahwa tujuan berolahraga bukan hanya untuk mengejar kecepatan, tetapi juga untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. “Jadi at the end muaranya tuh kesehatan,” pungkasnya.

Artikel Terkait