Lifestyle

Menghadapi Kebotakan Pria: Langkah untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Kebotakan pada pria dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dan kehilangan rambut seringkali berdampak pada kepercayaan diri. Psikolog memberikan beberapa saran untuk membantu mengatasi perasaan ini.

J
Jonathan Michael Saputra
05 August 2026 82 pembaca
Menghadapi Kebotakan Pria: Langkah untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Kebotakan pada pria dapat terjadi karena sejumlah alasan, termasuk faktor genetik, perubahan hormon, dan proses penuaan. Bagi sebagian orang, kehilangan rambut dapat memengaruhi rasa percaya diri mereka. Menurut seorang psikolog, perasaan ini adalah hal yang normal untuk dialami. Untuk membantu menghadapi kebotakan dengan cara yang lebih positif, psikolog tersebut merekomendasikan beberapa langkah.

Akui Rasa Kehilangan yang Dialami

Dr. Fabio Zucchelli, seorang psikolog dari University of the West of England dan peneliti di Centre for Appearance Research, menyatakan bahwa standar penampilan ideal terus berubah seiring waktu, termasuk di kalangan pria. Ia menegaskan bahwa gagasan bahwa seseorang harus memenuhi kriteria tertentu untuk dianggap menarik adalah sebuah konstruksi sosial. Dalam konteks penampilan pria, banyak orang mengaitkan rambut dengan usia muda, daya tarik, dan maskulinitas, sehingga wajar jika pria yang mengalami kebotakan merasa kehilangan.

Menjadi Kritis Terhadap Standar Penampilan Ideal

Perasaan rendah diri akibat kebotakan sering kali diperparah oleh media sosial dan iklan yang menampilkan rambut lebat sebagai simbol penampilan ideal. Glen Jankowski, asisten profesor psikologi kesehatan dan sosial di University College Dublin, menekankan pentingnya literasi media agar individu tidak mudah terpengaruh oleh pesan-pesan komersial. Ia mencatat bahwa industri perawatan rambut terus berkembang dan sering kali menggambarkan kebotakan sebagai masalah yang harus segera diatasi. "Industri ini berkembang sangat cepat setiap tahunnya," ungkap Glen.

Ia juga menyarankan agar masyarakat lebih kritis saat menerima informasi tentang produk atau prosedur penumbuh rambut, termasuk memperhatikan kepentingan komersial di balik informasi tersebut.

Alihkan Fokus pada Fungsi Tubuh

Salah satu strategi yang disarankan oleh Dr. Fabio adalah mengubah cara pandang terhadap tubuh. Alih-alih hanya berfokus pada penampilan fisik, penting untuk mengingat berbagai fungsi tubuh yang tetap berjalan dengan baik. Pendekatan ini dapat membantu seseorang membangun citra tubuh yang lebih positif dan mengurangi kecenderungan untuk menilai diri hanya dari penampilan. "Jika kita dapat membangun citra tubuh yang lebih positif, hal itu dapat membantu melindungi kita dari sebagian kesulitan akibat kerontokan rambut," jelasnya.

Mencari Dukungan dari Komunitas

Kebotakan sering kali membuat seseorang merasa terasing. Namun, kenyataannya, kebotakan berpola adalah kondisi umum yang dialami pria seiring bertambahnya usia. Berbicara dengan orang lain yang memiliki pengalaman serupa dapat membantu mengurangi rasa terisolasi. "Bagi sebagian orang, proses penerimaan bisa menjadi lebih cepat jika mereka berbicara dengan orang lain yang berada pada tahap kerontokan rambut yang sama," ujar Dr. Fabio. Ia juga mengingatkan agar memilih komunitas yang memberikan dukungan emosional, bukan hanya yang berfokus pada penjualan solusi atau perbandingan penampilan.

Mencari Bantuan Profesional Jika Diperlukan

Jika kebotakan mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari, hubungan sosial, atau kesehatan mental, penting untuk mencari bantuan dari psikolog. Dr. Fabio menjelaskan bahwa salah satu pendekatan yang dapat membantu adalah Acceptance and Commitment Therapy (ACT), yang mengajarkan individu untuk menerima pikiran dan emosi yang tidak nyaman tanpa membiarkannya menguasai hidup mereka. Ia juga mengingatkan bahwa proses menerima perubahan penampilan memerlukan waktu. "Anda mungkin hanya membutuhkan sedikit waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Itu benar-benar normal," tuturnya.

Artikel Terkait