Kesehatan

Mengenali Tanda Eksim pada Kulit Sawo Matang yang Tidak Selalu Kemerahan

Eksim pada kulit sawo matang dapat menunjukkan gejala yang berbeda dibandingkan kulit terang, sehingga penting untuk mengenali tanda-tandanya agar mendapatkan penanganan yang tepat.

M
Maria Gabriella
25 October 2026 17 pembaca
Ilustrasi eksim.(SHUTTERSTOCK/PURMATOKOH)
Ilustrasi eksim.(SHUTTERSTOCK/PURMATOKOH)

Eksim atau dermatitis atopik sering kali ditandai dengan ruam kemerahan, kulit kering, dan rasa gatal. Namun, bagi individu dengan kulit sawo matang, gejala ini tidak selalu muncul dengan cara yang sama seperti pada kulit terang. Perbedaan ini dapat menyebabkan eksim tidak terdeteksi hanya berdasarkan warna ruam, padahal kondisi ini dapat menyebabkan perubahan pada kulit yang perlu diperhatikan agar penderita mendapatkan diagnosis dan perawatan yang sesuai.

Eksim pada Kulit Sawo Matang

Menurut G. Cheyana Ranasinghe, MD, seorang dokter kulit di Cleveland Clinic, eksim pada kulit sawo matang tidak selalu terlihat merah atau merah muda seperti yang biasa terlihat pada kulit yang lebih terang. Bercak eksim pada kulit yang lebih gelap bisa berwarna cokelat lebih gelap, keunguan, atau abu-abu. “Perubahan warna kulit yang sering dikaitkan dengan dermatitis atopik dapat sulit dikenali pada kulit yang lebih gelap,” ungkap Ranasinghe.

Selain perubahan warna, terdapat tanda lain yang harus diperhatikan, seperti keluarnya cairan dari kulit, pembentukan kerak, atau area yang terasa hangat. Eksim juga dapat muncul dalam bentuk benjolan kecil yang menyerupai jerawat atau kutil kecil, terutama pada lengan, kaki, dan tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai eksim papular, yang merupakan salah satu bentuk dermatitis atopik dengan benjolan kecil pada kulit.

Perubahan Tekstur dan Warna Kulit

Area di sekitar folikel rambut dapat tampak menonjol, mirip dengan kulit yang merinding dan tidak segera hilang. “Pada warna kulit yang lebih gelap, benjolan kecil ini mungkin terlihat lebih menonjol dibandingkan pada kulit yang lebih terang,” jelas Ranasinghe. Penggarukan yang berulang kali dapat menyebabkan prurigo nodularis, yaitu munculnya benjolan keras yang menonjol pada kulit yang terkena.

Kebiasaan menggaruk atau menggosok area yang mengalami eksim dapat mengakibatkan kulit menebal, menonjol, terasa kasar, atau mengeras. Perubahan ini dikenal sebagai likenifikasi, yang merupakan penebalan kulit akibat garukan atau gesekan yang berulang. “Kondisi ini disebut likenifikasi. Kondisi tersebut lebih sering terjadi pada warna kulit yang lebih gelap dan dapat lebih menonjol pada orang Asia yang mengalami dermatitis atopik,” kata Ranasinghe.

Penderita eksim juga dapat mengalami kulit yang sangat kering dan rasa gatal yang intens. Penggarukan yang berulang dapat menyebabkan perubahan warna pada area yang terkena, baik menjadi lebih gelap maupun lebih terang dibandingkan dengan kulit di sekitarnya. Perubahan warna ini dikenal sebagai hiperpigmentasi jika kulit menjadi lebih gelap dan hipopigmentasi jika warnanya lebih terang. Setelah eksim terkontrol, perubahan warna ini dapat memudar secara bertahap, meskipun prosesnya memerlukan waktu berbulan-bulan.

Ranasinghe menekankan bahwa tampilan dermatitis atopik dapat bervariasi antar individu, termasuk berdasarkan warna kulit. Oleh karena itu, mengenali variasi gejala sangat penting agar penderita dapat menyadari kondisi kulit mereka dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Artikel Terkait