Kesehatan

Mengenal Keratosis Seboroik: Bercak Kulit yang Sering Disalahartikan

Bercak atau benjolan pada kulit sering kali dianggap sebagai tahi lalat, namun bisa jadi itu adalah keratosis seboroik. Penting untuk mengenali ciri-ciri dan kapan sebaiknya memeriksakan kondisi ini k...

A
Ahmad Fauzan
05 October 2026 56 pembaca
Ilustrasi keratosis seboroik()
Ilustrasi keratosis seboroik()

Bercak atau benjolan yang muncul di permukaan kulit dapat memengaruhi penampilan seseorang, terutama seiring bertambahnya usia. Banyak orang yang keliru menganggap bercak tersebut sebagai tahi lalat karena kesamaan warna. Namun, ada kondisi kulit lain yang juga dapat menyebabkan munculnya bercak atau benjolan mirip tahi lalat, yaitu keratosis seboroik. Apa saja ciri-ciri keratosis seboroik dan kapan sebaiknya bercak di kulit diperiksakan?

Memahami Keratosis Seboroik

Keratosis seboroik dapat muncul di hampir seluruh bagian tubuh, kecuali telapak tangan dan telapak kaki. Bagian tubuh yang paling umum terpengaruh adalah dada, punggung, leher, dan kepala. Dokter kulit Steve Daveluy menjelaskan bahwa benjolan ini biasanya menonjol dengan permukaan yang menyerupai lilin, kering, atau bersisik. “Biasanya muncul sebagai benjolan yang menonjol, seperti lilin, atau kering dan bersisik, yang terlihat seperti ditempelkan atau dilekatkan pada kulit,” ungkap Daveluy.

Beberapa keratosis seboroik memiliki permukaan halus, sementara yang lain mungkin tampak seperti kutil atau terlihat rapuh. Warna bercak ini juga bervariasi, dapat berupa cokelat muda, cokelat tua, hitam, merah muda, putih, abu-abu, atau mendekati warna kulit. Jumlah keratosis seboroik pun bervariasi; seseorang bisa memiliki satu benjolan atau lebih dari satu sekaligus. Ukurannya dapat berkisar dari beberapa milimeter hingga lebih dari 2,5 sentimeter.

Apakah Keratosis Seboroik Berbahaya?

Keratosis seboroik merupakan kondisi jinak yang umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Dokter kulit Lycia Thornburg menyatakan bahwa kondisi ini sering menjadi alasan pasien mengunjungi praktiknya. Meskipun demikian, penampilan keratosis seboroik bisa menyerupai beberapa masalah kulit lainnya, sehingga penting bagi dokter untuk memastikan jenis benjolan tersebut. “Jika melihat pertumbuhan kulit baru, tidak ada salahnya memeriksakannya ke dokter kulit, meskipun cukup yakin itu adalah keratosis seboroik,” jelas Daveluy. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin melakukan biopsi untuk memastikan diagnosis jika tampilan benjolan sulit dibedakan dari masalah kulit lainnya.

Kapan Harus Memeriksakan Bercak di Kulit?

Selain untuk memastikan diagnosis, perubahan pada bercak yang sudah ada juga perlu diperhatikan. Daveluy menjelaskan aturan “ugly duckling”, yaitu ketika sebagian besar bercak di kulit terlihat serupa, tetapi ada satu yang tampak berbeda. “Jika ada satu yang terlihat berbeda, pastikan untuk memeriksakannya,” imbuh Daveluy. Bercak juga sebaiknya diperiksakan jika mengalami perubahan, berdarah, atau terus-menerus terasa gatal. Hal ini juga berlaku untuk bercak atau benjolan yang tiba-tiba muncul dan menimbulkan kekhawatiran.

Selain perubahan pada satu bercak, kemunculan banyak keratosis seboroik secara tiba-tiba juga perlu diperiksakan ke dokter kulit. Thornburg menjelaskan bahwa kondisi ini, yang dikenal sebagai tanda Leser-Trélat, sangat jarang terjadi, tetapi dalam beberapa kasus dapat menjadi indikasi adanya kanker pada organ dalam tubuh. Thornburg menambahkan bahwa selama lebih dari 20 tahun praktiknya, ia hanya pernah menemukan satu kasus seperti itu.

Artikel Terkait