Lifestyle

Mengatasi Tantangan Generasi Sandwich di Era Ketidakpastian Ekonomi

Pertumbuhan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia menjadi tantangan bagi generasi muda yang berperan sebagai generasi sandwich, menanggung kebutuhan orang tua sambil membangun masa depan mereka sen...

B
Bayu Triatma
09 July 2026 62 pembaca
Mengatasi Tantangan Generasi Sandwich di Era Ketidakpastian Ekonomi
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

JAKARTA - Meningkatnya populasi lansia di Indonesia menghadirkan tantangan baru bagi negara. Di tengah bonus demografi yang masih berlangsung, semakin banyak anak muda yang harus menghadapi beban ganda sebagai generasi sandwich, yaitu memenuhi kebutuhan orang tua sekaligus mempersiapkan masa depan dan keluarga mereka sendiri. Tekanan ini semakin meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi dan risiko kehilangan pekerjaan yang semakin tinggi. Jika tidak ditangani dengan baik, situasi ini dapat memperpanjang siklus kerentanan finansial antar generasi.

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Bonivasius Prasetya Ichtiarto, menyatakan, "Kita punya modal usia produktif yang tinggi. Tapi, kalau kita tidak investasikan dia dalam kualitas penduduknya, kita tidak akan mendapat bonusnya." Pernyataan ini disampaikan di Kantor Kemendukbangga, Jakarta, pada Rabu (8/7/2026).

Strategi Pemerintah untuk Mengatasi Masalah Ini

Untuk memutus rantai generasi sandwich, pemerintah mulai merancang berbagai strategi yang tidak hanya berfokus pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat sistem dukungan bagi masyarakat yang memasuki usia lanjut. Salah satu langkah yang sedang dikembangkan bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas adalah menciptakan ekosistem ekonomi perawatan.

Sektor ini dirancang untuk menyerap tenaga kerja terampil dan menjawab kebutuhan pendampingan yang semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah masyarakat lanjut usia. Di tingkat rumah tangga, upaya untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan fisik terus dilakukan melalui kolaborasi lintas lembaga.

Mengantisipasi Lonjakan Populasi Lansia

Tantangan lain yang dihadapi oleh kelas pekerja adalah meningkatnya proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas. Wamendukbangga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengungkapkan bahwa laporan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan bahwa proporsi kelompok senior ini mencapai 11,97 persen. "Bagaimanapun juga, kita sama-sama tahu bahwa lansia ini kalau jumlahnya sudah hampir 12 persen. Berarti jumlahnya memang akan bertambah terus seiring juga dengan angka harapan hidup kita yang bertambah," jelas Isyana.

Dalam menghadapi potensi peningkatan populasi lansia, perwakilan United Nations Population Fund (UNFPA) di Indonesia, Hassan Mohtashami, menyarankan agar Indonesia mengambil pelajaran dari negara lain yang menghadapi situasi serupa. "Negara-negara tersebut dapat memberikan ide bagi Indonesia dalam hal perawatan lansia, skema pensiun, ekonomi perak, dan bagaimana lansia dapat berkontribusi pada ekonomi pada tahap akhir kehidupan mereka," tuturnya.

Agar kelompok purnabakti tidak menjadi beban bagi kelas pekerja, pemerintah aktif meluncurkan inisiatif Bina Keluarga Lansia dan Lansia Berdaya. "Salah satunya adalah dengan memberikan juga program-program sekolah lansia. Di sana bagaimana lansia-lansia bisa tetap beraktivitas, tetap bisa hidup dengan bahagia dan dibekali dengan ilmu-ilmu," papar Isyana.

Pentingnya Literasi Finansial untuk Generasi Sandwich

Untuk mencegah kerentanan ekonomi di kalangan anak muda yang menjadi generasi sandwich, pemerintah juga fokus pada edukasi manajemen keuangan. Instansi kependudukan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat. "Sekarang yang kita mulai lakukan juga adalah edukasi-edukasi, kolaborasi juga dengan OJK dan kementerian lembaga lain, untuk memberikan edukasi tentang pentingnya literasi finansial," jelas Isyana.

Pendampingan lintas sektor ini ditujukan untuk membangun kemandirian material sejak usia muda. Upaya ini menjadi kunci penting agar tabungan untuk hari tua dapat terjamin. "Agar anak-anak muda mulai melakukan literasi finansial supaya nantinya pada saat sudah menjadi lansia tidak kemudian harus bergantung pada anak-anaknya nanti," tambahnya.

Artikel Terkait