TANGERANG - Rasa mengantuk yang tiba-tiba muncul setelah makan siang sering kali menjadi penghalang bagi produktivitas kerja. Banyak orang beranggapan bahwa kondisi ini disebabkan oleh porsi makanan yang berlebihan, tetapi menurut pandangan medis, fenomena yang dikenal sebagai food coma ini merupakan reaksi biologis alami tubuh terhadap jenis makanan yang dikonsumsi dan cara sistem metabolisme memprosesnya.
Penyebab Ngantuk Setelah Makan
Rasa lelah dan keinginan untuk tidur setelah makan sangat berkaitan dengan asupan karbohidrat atau gula yang masuk ke dalam tubuh. Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dr. Raymond Posuma, menjelaskan bahwa fluktuasi kadar glukosa dalam darah adalah penyebab utama dari rasa kantuk tersebut. “Jika kita makan dengan porsi gula yang banyak, tentu akan mengalami spiking gula yang tinggi. Lalu, setelah 2 jam dia akan nge-drop dan itu yang bikin ngantuk setelah makan,” ungkapnya pada acara Grand Launching Brain Wellness & Sleep Center di Seraphim Medical Center, Gading Serpong, Tangerang.
Ketika kadar gula darah menurun drastis setelah lonjakan yang tinggi, tubuh akan kehilangan energi secara instan, yang menyebabkan rasa lemas. Selain itu, distribusi aliran darah dalam tubuh juga berubah secara signifikan setelah kita makan. Tubuh akan memprioritaskan organ-organ yang bekerja keras untuk mencerna makanan yang baru saja dikonsumsi.
Perubahan Aliran Darah dan Dampaknya
Dokter Spesialis Neurologi, dr. Oktaviana Niken P., menjelaskan bahwa aliran darah lebih banyak mengalir ke bagian perut setelah makan dibandingkan ke otak. “Setelah selesai makan, aliran darah ke bagian perut itu lebih banyak daripada ke otak, jadi wajar saja jika menjadi lebih ngantuk setelah makan,” jelasnya. Berkurangnya pasokan darah yang membawa oksigen ke otak secara perlahan akan menurunkan tingkat kewaspadaan.
Meskipun kondisi ini adalah respons alami, ada beberapa cara untuk mencegahnya dengan mengubah kebiasaan saat makan. Dr. Raymond menyarankan agar urutan konsumsi makanan dimodifikasi. “Sarannya bisa diganti sedikit, ketika makan diupayakan untuk mendahulukan sayuran dan protein. Untuk karbohidrat atau nasi, jus, dan lainnya bisa dimakan terakhir. Ini supaya mencegah lonjakan gula dalam tubuh,” pesannya.
Selain itu, aktivitas fisik setelah makan juga sangat penting. Dr. Niken merekomendasikan agar orang yang mengalami food coma tidak langsung duduk kembali di depan layar komputer. “Salah satu tips untuk mencegah insulin spike itu yang after meals-nya itu lakukan aktivitas kecil, seperti jalan berkeliling ruangan, squat 10 sampai 15 kali,” tambahnya. Gerakan ini membantu tubuh menstabilkan energi yang baru saja masuk, sehingga mengurangi rasa ngantuk.
“Intinya ada aktivitas sedikit yang dipakai untuk me-recognize ke otak bahwa kita sudah seimbang setelah makan, karena pada saat insulin spike melonjak dan menurun kembali, itu memicu ngantuk,” pungkas dr. Niken.