Kesehatan

Mengapa Karakter Kakak dan Adik Bisa Berbeda? Ini Tiga Faktor yang Mempengaruhi

Kakak dan adik, meskipun dibesarkan dalam lingkungan yang sama, sering kali memiliki karakter yang berbeda. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi perbedaan ini, termasuk urutan kelahiran dan penga...

M
Muhammad Rizki Ramadhan
19 August 2026 64 pembaca
Mengapa Karakter Kakak dan Adik Bisa Berbeda? Ini Tiga Faktor yang Mempengaruhi
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Kakak dan adik sering kali tumbuh dalam satu rumah dengan orangtua yang sama serta berbagi banyak pengalaman masa kecil, namun karakter mereka bisa sangat berbeda. Perbedaan ini sering kali diasosiasikan dengan urutan kelahiran, di mana anak sulung dianggap lebih bertanggung jawab, anak tengah lebih adaptif, dan anak bungsu lebih bebas. Namun, hubungan antar saudara kandung ternyata jauh lebih kompleks daripada sekadar urutan kelahiran. Hal ini dipengaruhi oleh peran dalam keluarga, perlakuan orangtua, pengalaman bersama, serta cara masing-masing anak memaknai masa kecil mereka.

Pengaruh Urutan Kelahiran terhadap Kepribadian

Anak sulung sering kali digambarkan sebagai sosok yang bertanggung jawab dan berprestasi, sementara anak tengah lebih mudah beradaptasi, dan anak bungsu cenderung lebih bebas serta berani mengambil risiko. Namun, pandangan ini tidak bisa dijadikan patokan untuk menentukan kepribadian seseorang, karena setiap anak memiliki pengalaman yang berbeda dalam keluarga. Penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara urutan kelahiran dan kepribadian jauh lebih rumit daripada stereotip yang ada.

Label Keluarga dan Dampaknya

Selain urutan kelahiran, label yang diberikan kepada anak juga dapat memengaruhi cara pandang mereka terhadap diri sendiri. Psikolog Frances Fuchs Schachter menjelaskan tentang konsep de-identification, di mana anak secara tidak sadar mengambil identitas yang berbeda dari saudara kandungnya untuk mengurangi persaingan. Contohnya, jika kakak dikenal sebagai anak yang terorganisir dan rajin belajar, adiknya mungkin memilih untuk berperan sebagai sosok yang lebih kreatif atau berantakan. Seorang ilmuwan perilaku, Dr. Avidan Milevsky, menjelaskan bahwa pengalaman masa kecilnya membuatnya merasa 'lebih rendah' dibandingkan kakaknya yang lebih sukses.

Meskipun peran yang terbentuk sejak kecil bisa berubah seiring bertambahnya usia, pengalaman bersama yang dimiliki kakak dan adik tidak selalu ditafsirkan dengan cara yang sama. Satu peristiwa masa kecil dapat diingat dengan cara yang berbeda oleh masing-masing saudara, tergantung pada usia dan pengalaman mereka saat kejadian tersebut terjadi. Profesor Robyn Fivush dari Universitas Emory memberikan contoh bahwa kakak perempuannya mengingat pengalaman naik roller coaster sebagai hal yang menyenangkan, sementara ia sendiri menganggapnya sebagai pengalaman traumatis.

Seiring bertambahnya usia, hubungan antara saudara kandung dapat berubah, terutama ketika mereka tidak lagi tinggal bersama. Kedekatan yang terjalin menjadi pilihan, bukan hanya hasil dari tinggal dalam satu rumah. Pada usia lanjut, hubungan ini cenderung menjadi lebih bermakna dan tidak terlalu intens, dengan mereka yang mampu menjaga hubungan baik merasa lebih sedikit kesepian dan depresi. Dengan demikian, perbedaan karakter antara kakak dan adik tidak hanya bisa dijelaskan melalui urutan kelahiran, tetapi juga dipengaruhi oleh peran dalam keluarga, label yang diberikan sejak kecil, serta pengalaman yang dimaknai secara berbeda.

Artikel Terkait