Kesehatan

Mengapa Istri Terkadang Berteriak pada Suami? Lima Alasan yang Perlu Diketahui

Pakar hubungan menjelaskan lima alasan mendasar di balik perilaku istri yang berteriak kepada suami, menyoroti dinamika emosional dalam pernikahan.

A
Ahmad Fauzan
11 April 2026 18 pembaca
Mengapa Istri Terkadang Berteriak pada Suami? Lima Alasan yang Perlu Diketahui
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Tindakan berteriak dalam sebuah hubungan, khususnya antara suami dan istri, sering kali dianggap sebagai bentuk komunikasi negatif. Namun, menurut pakar hubungan, ada sejumlah alasan yang mendasari perilaku ini. Dalam penjelasannya, mereka mengidentifikasi lima alasan utama mengapa seorang istri mungkin berteriak kepada suaminya.

Alasan pertama adalah akumulasi emosi. Dalam banyak kasus, seorang istri merasa tidak didengar atau dipahami oleh suaminya. Ketika perasaan ini menumpuk dan tidak diungkapkan dengan tepat, teriakan bisa menjadi ungkapan frustrasi yang terpendam. Seorang saksi yang mengalami situasi serupa menjelaskan, “Saya sering merasa seperti suara saya sia-sia, hingga akhirnya emosi saya meledak.”

Kedua, terdapat faktor tekanan luar. Hidup sehari-hari dengan berbagai tanggung jawab, dari pekerjaan hingga urusan rumah tangga, dapat menyebabkan stress. Dalam kondisi tertekan, seseorang cenderung kehilangan kesabaran dan mungkin berteriak sebagai cara untuk melepaskan ketegangan. Seorang psikolog menambahkan, “Stres tidak hanya mempengaruhi individu secara pribadi, tetapi juga berdampak pada hubungan interpersonal.”

Alasan ketiga adalah kesalahpahaman dalam komunikasi. Banyak pasangan yang tidak memiliki metode komunikasi yang efektif, sehingga hal-hal kecil dapat dengan cepat meningkat menjadi konflik besar. Hal ini sering kali menyebabkan seorang istri mengeluarkan suara keras ketika merasa tidak ada pemahaman dari suaminya mengenai situasi yang sedang dihadapi. “Kadang, saya berteriak hanya untuk membuat suami mengerti bagaimana perasaan saya,” ungkap seorang istri yang tidak ingin disebutkan namanya.

Keempat, sikap defensif suami juga dapat memicu teriakan. Ketika seorang suami merespons dengan defensif terhadap kritik atau keluhan, hal ini bisa membuat istri merasa semakin tertekan dan memicu reaksi berteriak sebagai cara untuk mengekspresikan ketidakpuasan. Seorang ahli hubungan menjelaskan, “Ketika pasangan merasa diserang, mereka cenderung meningkatkan intonasi suara mereka, bukan memperbaiki situasi.”

Terakhir, ada aspek pengaruh budaya yang berperan. Dalam beberapa budaya, menunjukkan emosi secara terbuka, termasuk berteriak, tidak hanya diterima tetapi juga dipandang sebagai tanda ketulusan. Menurut seorang ahli budaya, “Cara orang mengekspresikan emosi sangat dipengaruhi oleh latar belakang budaya mereka, dan hal ini dapat memengaruhi dinamika dalam pernikahan.”

Dengan memahami lima alasan ini, pasangan diharapkan bisa menciptakan ruang bagi komunikasi yang lebih konstruktif, sehingga teriakan bukan lagi menjadi hal yang umum terjadi. Langkah selanjutnya adalah bagaimana pasangan dapat bekerjasama untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam dalam hubungan mereka.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait