Kesehatan

Menari Sebagai Aktivitas untuk Menjaga Kesehatan Otak dan Mencegah Demensia

Menari terbukti bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap kesehatan otak dan mencegah penurunan kognitif seiring bertambahnya usia.

Y
Yusuf Ahmad Pratama
14 August 2026 63 pembaca
Menari Sebagai Aktivitas untuk Menjaga Kesehatan Otak dan Mencegah Demensia
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Menari bukan sekadar kegiatan untuk menjaga kebugaran fisik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ini, yang menggabungkan gerakan, musik, ingatan, dan koordinasi, memiliki potensi untuk membantu mempertahankan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Tarian melibatkan otak dalam berbagai cara, mulai dari mengingat urutan gerakan hingga beradaptasi saat melakukan kesalahan, yang menjadikannya sebagai salah satu aktivitas yang dapat mendukung kesehatan otak.

Manfaat Menari untuk Kesehatan Otak

Angela Trimbur, seorang penari dan koreografer, menjelaskan bahwa belajar koreografi memaksa otak untuk menghadapi pola dan gerakan baru. “Ketika kita belajar koreografi, kita meminta otak untuk melakukan begitu banyak hal sekaligus: mengingat urutan gerakan, memproses musik, mengoordinasikan gerakan, beradaptasi ketika kita membuat kesalahan, dan tetap fokus pada orang lain di ruangan,” ujarnya. Proses ini menjadi latihan bagi otak, bukan hanya sekadar mengulangi gerakan, tetapi juga terus mempelajari hal-hal baru.

Lisa Mosconi, Direktur Women's Brain Initiative dan Alzheimer's Prevention Program di Weill Cornell Medicine, menambahkan bahwa kombinasi antara aktivitas fisik dan proses belajar adalah bagian penting dari manfaat menari. “Gerakan baru bukan sekadar olahraga. Ini adalah olahraga ditambah pembelajaran. Dan kombinasi itu tampaknya sangat ampuh untuk menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia,” jelasnya. Dengan demikian, manfaat menari tidak hanya berasal dari aktivitas fisiknya, tetapi juga dari tantangan mental yang muncul saat seseorang harus mempelajari gerakan baru.

Penelitian yang Mendukung Manfaat Kognitif

Penelitian yang dirangkum dalam sebuah meta-analisis terhadap sepuluh studi dengan hampir seribu peserta menunjukkan bahwa terapi tari berkaitan dengan peningkatan fungsi kognitif secara keseluruhan, termasuk fungsi eksekutif dan bahasa, serta perbaikan pada gejala depresi dan beberapa gejala neuropsikiatri. David Leventhal, pendiri program Dance for PD, menyatakan bahwa tari melibatkan berbagai sistem tubuh dan indera secara bersamaan. “Tari menantang memori, perhatian, fungsi eksekutif, koordinasi motorik, dan kognisi sosial secara bersamaan,” ungkapnya.

Trimbur juga menekankan bahwa tantangan dalam tari tidak hanya terbatas pada kemampuan menghafal gerakan. Gerakan baru mengajak seseorang keluar dari pola gerak sehari-hari, mengikuti ritme yang berbeda, dan mencoba berbagai bentuk gerakan. Proses ini terkait dengan neuroplastisitas, kemampuan otak untuk beradaptasi dan membentuk koneksi baru berdasarkan pengalaman. “Orang-orang yang tampak paling bersemangat seiring bertambahnya usia tidak hanya terus berolahraga. Mereka terus belajar. Mereka terus hidup dalam kejutan,” tambahnya.

Aktivitas tari bersama orang lain juga memberikan manfaat sosial, di mana keterlibatan dalam kelompok dapat membantu seseorang tetap aktif secara sosial, yang merupakan salah satu faktor yang dapat melindungi dari penurunan kognitif.

Pentingnya Variasi Aktivitas

Meski menari memiliki potensi manfaat bagi kesehatan otak, aktivitas ini bukan satu-satunya cara untuk menjaga fungsi kognitif. Ryan Glatt, pelatih kesehatan otak di Pacific Neuroscience Institute, menyarankan agar aktivitas fisik dilakukan secara beragam, termasuk latihan kekuatan, yoga, tenis meja, dan olahraga aerobik lainnya. Dengan kata lain, menari sebaiknya dianggap sebagai bagian dari gaya hidup aktif, bukan sebagai satu-satunya solusi untuk mencegah demensia.

Mosconi juga menyarankan agar tidak menunggu hingga usia lanjut untuk mulai melakukan aktivitas yang mendukung kesehatan otak. Masa transisi menopause dianggap sebagai periode penting bagi perempuan untuk mulai membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan otak. Tidak perlu menjadi penari profesional untuk mendapatkan manfaat dari aktivitas ini; mengikuti kelas tari secara rutin atau mencoba jenis tarian baru dapat membantu menjaga tubuh dan otak tetap aktif.

Artikel Terkait