Kesehatan

Memulai Karier Freelance: Tips Berharga untuk Lulusan Baru

Banyak lulusan baru kini memilih untuk berkarier sebagai freelancer sebagai alternatif menunggu panggilan kerja. Mentor karier memberikan beberapa tips penting untuk memulai perjalanan ini.

A
Angelica Putri Wijaya
20 June 2026 2 pembaca
Memulai Karier Freelance: Tips Berharga untuk Lulusan Baru
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

KOMPAS.com – Bagi sejumlah lulusan baru, menunggu kesempatan kerja bukanlah satu-satunya pilihan untuk memulai karier. Banyak anak muda saat ini memilih untuk terjun ke dunia freelance guna mendapatkan pengalaman, memperluas jaringan, serta menguji kemampuan mereka di dunia profesional. Namun, memasuki dunia freelance bukanlah hal yang mudah. Persaingan tetap ada, dan para lulusan baru harus mampu menunjukkan kemampuan serta profesionalisme agar dapat dipercaya oleh klien.

Mentor karier sekaligus pendiri Qualifin.id, Muhammad Ghithrif Gustomo Putra, membagikan beberapa tips yang bisa diikuti oleh fresh graduate yang ingin memulai karier sebagai freelancer.

1. Membangun Personal Branding di LinkedIn

Menurut Ghithrif, langkah awal yang penting untuk dilakukan adalah membangun personal branding di platform profesional. Kehadiran digital yang baik dapat membantu calon klien maupun perusahaan mengenali kemampuan dan minat seseorang. “Kalau saranku, fresh graduate dari sekarang harus aktif di LinkedIn, bangun personal branding yang kamu inginkan,” ungkap Ghithrif. Personal branding dapat dibangun dengan berbagai cara, seperti memperbarui profil secara rutin, menampilkan pengalaman organisasi, mengunggah karya, serta membagikan pandangan terkait bidang yang diminati. Bagi freelancer pemula, personal branding juga berfungsi sebagai sarana untuk menunjukkan kompetensi meskipun belum memiliki banyak pengalaman kerja. Semakin konsisten seseorang dalam membangun citra profesional, semakin besar peluang untuk menarik perhatian klien.

2. Memanfaatkan Platform Freelance untuk Mencari Peluang

Selain membangun profil profesional, fresh graduate juga perlu mengetahui tempat yang tepat untuk mencari proyek. Saat ini, terdapat berbagai platform yang menghubungkan freelancer dengan klien dari berbagai negara dan industri. “Untuk mencari peluang, bisa dicari dari aplikasi Fiverr atau Upwork. Di sana banyak peluang freelance dari berbagai bidang,” jelasnya. Platform freelance memungkinkan lulusan baru menemukan proyek sesuai kemampuan yang dimiliki, mulai dari desain grafis, penulisan, penerjemahan, pemasaran digital, pengembangan perangkat lunak, hingga layanan administrasi. Melalui platform tersebut, freelancer juga dapat membangun portofolio secara bertahap. Proyek-proyek awal yang berhasil diselesaikan dengan baik dapat menjadi modal penting untuk mendapatkan pekerjaan berikutnya dengan nilai yang lebih tinggi.

3. Terus Memperbarui Pengetahuan dan Keterampilan

Dunia freelance bergerak sangat cepat dan dipengaruhi oleh perkembangan industri yang terus berubah. Oleh karena itu, lulusan baru tidak cukup hanya mengandalkan ilmu yang didapat selama kuliah. Ghithrif menekankan bahwa kemampuan untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan terbaru menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan seorang freelancer. “Fresh graduate juga harus persiapkan diri dan update sama informasi terkini. Untuk mengambil proyek freelance memang akan diseleksi lagi, enggak langsung terpilih,” imbaunya. Hal ini menunjukkan bahwa mendapatkan proyek freelance tetap memerlukan proses seleksi. Klien umumnya akan membandingkan beberapa kandidat sebelum menentukan siapa yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Oleh karena itu, freelancer perlu terus meningkatkan kompetensi agar tetap relevan dan mampu bersaing dengan kandidat lainnya.

4. Melengkapi Diri dengan Sertifikasi yang Relevan

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi fresh graduate adalah kurangnya pengalaman kerja. Dalam kondisi ini, sertifikasi dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan calon klien terhadap kemampuan yang dimiliki. Ghithrif menilai sertifikasi dapat memberikan nilai tambah ketika seseorang bersaing untuk mendapatkan proyek freelance. “Inilah salah satu alasan kenapa lulusan baru butuh sertifikasi agar lebih dipercaya dan ada suatu kelebihan di mata perusahaan,” ujarnya. Sertifikasi menunjukkan bahwa seseorang telah mempelajari keterampilan tertentu melalui proses pelatihan yang terstruktur. Selain membantu meningkatkan kompetensi, sertifikat juga dapat menjadi bukti pendukung yang memperkuat profil profesional di platform freelance maupun media sosial profesional.

KOMPAS.com berkomitmen untuk menyajikan fakta yang jelas, terpercaya, dan seimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme yang transparan dan nikmati kenyamanan membaca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang.

Artikel Terkait