Kesehatan

Transformasi Tren Kecantikan Korea 2026: Inovasi Skincare yang Perlu Diperhatikan

Tren kecantikan Korea mengalami perubahan signifikan, dengan fokus baru pada produk skincare yang berbasis sains dan kesehatan kulit jangka panjang.

A
Angelica Putri Wijaya
19 June 2026 2 pembaca
Transformasi Tren Kecantikan Korea 2026: Inovasi Skincare yang Perlu Diperhatikan
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Tren kecantikan Korea, atau K-beauty, kembali menarik perhatian di seluruh dunia. Setelah bahan-bahan seperti PDRN dan exosome menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir, kini muncul inovasi baru yang diprediksi akan semakin mendominasi industri perawatan kulit. Menurut laporan yang dirilis pada 18 Juni 2026, para ahli kulit di Korea mengamati adanya perubahan besar dalam cara konsumen memilih produk skincare, yang kini lebih mengutamakan produk yang didukung oleh penelitian ilmiah dan berorientasi pada kesehatan kulit jangka panjang.

Popularitas Skincare Regeneratif

Salah satu tren yang paling mencolok adalah meningkatnya penggunaan konsep regeneratif dalam produk perawatan kulit sehari-hari. Kelley Liu, seorang kreator konten K-beauty yang mengelola platform Song of Skin, menyatakan bahwa semakin banyak konsumen yang mencari produk yang terinspirasi dari perawatan klinik kecantikan. "Tren terbesar yang datang dari Korea saat ini adalah skincare yang terinspirasi dari klinik dermatologi dan prosedur estetika," ujarnya. Berbagai bahan seperti PDRN, exosome, growth factor, dan turunan sel punca kini banyak ditemukan dalam serum, krim, dan masker wajah.

Dr. Annie Chiu, seorang dokter kulit bersertifikat dan pendiri The Derm Institute, menambahkan bahwa konsumen kini lebih kritis dalam menilai kualitas bahan-bahan tersebut, termasuk asal-usul dan sistem penghantar yang digunakan untuk memastikan efektivitasnya di kulit.

Inovasi Teknologi Spicule

Selain fokus pada kandungan aktif, cara bahan tersebut masuk ke dalam kulit juga menjadi perhatian utama dalam inovasi K-beauty. Salah satu teknologi yang sedang populer adalah spicule, yang banyak ditemukan dalam produk yang dikenal sebagai reedle shot. Spicule, yang berasal dari spons laut, memiliki struktur mikroskopis yang menyerupai jarum kecil dan dapat memberikan sensasi sedikit menusuk pada kulit. Menurut Chiu, teknologi ini dapat merangsang mekanisme perbaikan alami kulit dan meningkatkan penetrasi bahan aktif. Ia juga mencatat bahwa spicule sering dipadukan dengan bahan seperti TXA, retinal, PDRN, dan glutathione untuk mendukung proses stimulasi dan perbaikan kulit.

EGF sebagai Bintang Baru

Jika tahun 2025 diidentikkan dengan popularitas PDRN, Liu berpendapat bahwa tahun 2026 berpotensi menjadi tahun EGF atau epidermal growth factor. EGF semakin banyak dibicarakan karena kemampuannya dalam mendukung perbaikan kulit, menjaga elastisitas, dan membantu proses regenerasi. Selain itu, copper peptides juga diperkirakan akan semakin banyak digunakan dalam produk anti-penuaan baru karena perannya dalam produksi kolagen dan pemulihan kulit.

Perubahan Konsep Anti-Aging

Perubahan menarik lainnya adalah pergeseran dari konsep anti-aging menuju skin longevity atau umur panjang kesehatan kulit. "K-beauty bergerak dari anti-aging menuju skin longevity," ungkap Chiu. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pengurangan kerutan atau membuat kulit tampak lebih muda, tetapi lebih menekankan pada bagaimana menjaga fungsi kulit tetap optimal dalam jangka panjang. Istilah seperti energi sel, kemampuan perbaikan kulit, dan kesehatan sel kini semakin sering digunakan dalam dunia skincare Korea.

Pentingnya Fokus pada Skin Barrier

Di tengah banyaknya inovasi baru, satu prinsip K-beauty yang diperkirakan akan tetap ada adalah pendekatan barrier-first skincare. Chiu menjelaskan bahwa merek-merek Korea telah lama mengutamakan hidrasi, pemulihan kulit, dan perlindungan lapisan pelindung kulit dibandingkan dengan penggunaan bahan aktif yang terlalu agresif. Oleh karena itu, bahan seperti cica, beta-glucan, ectoin, dan postbiotics diperkirakan akan semakin banyak digunakan untuk membantu mengurangi iritasi dan memperkuat skin barrier.

Konsumen Mencari Bukti Ilmiah

Konsumen kini semakin memperhatikan bukti ilmiah di balik produk skincare. Liu mencatat bahwa semakin banyak merek skincare Korea yang menonjolkan hasil uji klinis, kolaborasi dengan dokter kulit, dan distribusi produk melalui apotek untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Para ahli berpendapat bahwa perkembangan ini menunjukkan bahwa K-beauty sedang memasuki fase baru, di mana inovasi tetap penting, tetapi harus disertai dengan hasil yang dapat dibuktikan secara ilmiah.

Artikel Terkait