JAKARTA - Banyak individu yang mengalami kenaikan berat badan setelah menyelesaikan program diet. Hal ini sering kali disebabkan oleh ketidakmampuan untuk mempertahankan kebiasaan sehat yang diterapkan selama diet dalam jangka waktu yang lama. Akibatnya, tubuh kembali menyimpan lemak dan berat badan pun meningkat secara bertahap. Dokter spesialis gizi klinik dari Bamed, dr. Maryam, Sp.GK, mengungkapkan tiga faktor kunci dalam menjaga berat badan tetap stabil.
1. Pola Makan Seimbang
Menurut dr. Maryam, pola makan yang baik merupakan dasar utama untuk mempertahankan berat badan. Berbagai metode diet tidak akan memberikan hasil yang maksimal jika pola makan seseorang tidak teratur dan asupan gizinya tidak seimbang. “Mau pakai cara apapun dalam mempertahankan berat badan tapi kalau pola makannya berantakan dan gizinya tidak seimbang, maka tidak efektif,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya mengonsumsi berbagai zat gizi dalam jumlah yang tepat untuk mendukung fungsi metabolisme tubuh.
Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk tidak hanya fokus pada pengurangan porsi makan, tetapi juga memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi. Dr. Maryam merekomendasikan agar setiap kali makan, piring diisi dengan kombinasi karbohidrat, protein, dan serat dalam proporsi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kombinasi ini dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjaga kestabilan kadar gula darah. “Utamakan makan dengan proporsi yang sesuai kebutuhan, ada karbo, protein, serat dalam satu piring. Jangan hanya karbo yang banyak dan lainnya sedikit,” tambahnya. Pola makan yang seimbang juga membantu tubuh mendapatkan energi yang cukup tanpa menyebabkan kelebihan kalori yang dapat mengarah pada penambahan berat badan.
2. Rutin Beraktivitas Fisik
Selain mengatur pola makan, aktivitas fisik juga merupakan faktor penting dalam menjaga berat badan. Aktivitas ini tidak selalu harus berupa olahraga berat atau latihan intensif di gym. Menurut dr. Maryam, aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan dan pengendalian berat badan. “Sebenarnya kalau mau aktivitas fisik seperti jalan kaki yang rutin juga sudah cukup. Lakukan aktivitas sehari-hari yang bisa membuat tubuh tetap aktif dan bisa membantu bakar lemak,” ujarnya. Berjalan kaki secara rutin dapat meningkatkan pengeluaran energi harian, memperbaiki kebugaran jantung, serta menjaga massa otot. Kebiasaan bergerak aktif juga membantu mencegah penyimpanan energi berlebih dalam bentuk lemak.
Dr. Maryam menambahkan bahwa individu yang pernah mengalami obesitas perlu lebih disiplin dalam menerapkan gaya hidup sehat, karena tubuh cenderung kembali mengalami kenaikan berat badan. “Seseorang yang dulunya obesitas itu sel-sel lemaknya akan memiliki memori yang berpotensi bertambah beratnya lebih mudah,” jelasnya. Aktivitas fisik seharusnya menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, bukan hanya dilakukan saat menjalani program penurunan berat badan.
3. Tidur yang Cukup dan Berkualitas
Faktor lain yang sering diabaikan dalam menjaga berat badan adalah kualitas tidur. Tidur memiliki peran penting dalam mengatur hormon yang berhubungan dengan rasa lapar, metabolisme, dan pemulihan tubuh. Menurut dr. Maryam, tidur yang berkualitas dapat membantu tubuh memperbaiki berbagai fungsi biologis yang berpengaruh terhadap pengelolaan berat badan. “Tidur berkualitas dan deep sleep itu paling tidak 6 sampai 8 jam setiap hari. Ini membantu tubuh recharge energi dan membantu proses penurunan berat badan, metabolisme, serta pembentukan massa otot,” tegasnya. Kurang tidur dapat memicu gangguan metabolisme dan meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak.
Dengan mengombinasikan pola makan seimbang, aktivitas fisik yang rutin, dan tidur yang berkualitas, peluang untuk menjaga berat badan ideal akan semakin besar.