Kesehatan

Manfaat Sinar Matahari dalam Mencegah Mata Minus pada Anak

Peningkatan penggunaan gadget dan berkurangnya aktivitas di luar ruangan berkontribusi pada kasus miopia di kalangan anak-anak. Dokter menyarankan agar anak-anak lebih banyak bermain di luar untuk men...

N
Nathania Gabriella Wardani
25 June 2026 37 pembaca
Manfaat Sinar Matahari dalam Mencegah Mata Minus pada Anak
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

JAKARTA - Kasus miopia atau mata minus pada anak-anak semakin menjadi perhatian para ahli kesehatan mata, terutama dengan meningkatnya penggunaan perangkat elektronik dan berkurangnya waktu bermain di luar. Anak-anak saat ini lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar untuk kegiatan belajar dan hiburan, sehingga kesempatan untuk beraktivitas di bawah sinar matahari menjadi semakin sedikit.

Pentingnya Aktivitas Luar Ruangan

Dokter Konsultan Spesialis Mata dari Mayapada Eye Centre (MEC), dr. Zoraya Ariefia Feranthy, Sp.M, menegaskan bahwa aktivitas di luar ruangan sangat penting untuk kesehatan mata anak selama masa pertumbuhan. Menurutnya, banyak penelitian ilmiah yang mendukung manfaat sinar matahari bagi kesehatan mata anak.

“Banyak paparan matahari pada anak justru dapat menghambat mata minus. Hal ini terbukti ilmiah dan inilah mengapa anak lebih disarankan berkegiatan di bawah matahari,” ujarnya dalam acara Media Gathering di Jakarta Pusat.

Hasil Penelitian dan Rekomendasi Durasi Paparan Sinar Matahari

Penelitian yang dilakukan di Australia menunjukkan bahwa anak-anak yang memanfaatkan waktu istirahat untuk bermain di luar memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami miopia dibandingkan mereka yang menghabiskan waktu di dalam kelas. Temuan ini memperkuat keyakinan bahwa lingkungan dan pola aktivitas sehari-hari memengaruhi perkembangan mata anak, terutama pada masa pertumbuhan.

Dr. Zoraya menjelaskan bahwa sinar matahari dapat memicu respons biologis di dalam mata yang membantu mengontrol pertumbuhan bola mata. “Selain screen time berkurang, paparan sinar matahari membuat suatu bagian di dalam bola mata yang akhirnya memberi sinyal untuk berhenti memanjangkan diri,” tambahnya. Jika bola mata terus memanjang, risiko miopia akan meningkat, tetapi jika proses ini dapat dikendalikan, pertambahan minus dapat berlangsung lebih lambat.

Ia juga memberikan rekomendasi durasi paparan sinar matahari yang ideal, yaitu sekitar 90 menit setiap hari, dengan waktu terbaik adalah sebelum jam 10 pagi. Namun, dr. Zoraya memahami bahwa banyak anak yang menghabiskan pagi hingga siang hari di sekolah, sehingga orangtua disarankan untuk memanfaatkan waktu istirahat sekolah agar anak-anak bisa bermain di luar.

“Jika di waktu tersebut anak sekolah dan berkegiatan di dalam ruangan, silahkan anjurkan anak untuk main di luar selama jam istirahat, paling tidak dia ada waktu 30 menit untuk terkena paparan sinar matahari,” jelasnya.

Orangtua tidak perlu khawatir jika anak berkeringat saat bermain di luar, karena aktivitas fisik dan paparan sinar matahari dalam durasi yang wajar dapat memberikan manfaat bagi kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan mata. “Kalau pun hanya bisa mendapatkan waktu 30 menit sehari juga lebih baik daripada tidak sama sekali, jadi dimaksimalkan saja durasinya,” tutup dr. Zoraya.

Artikel Terkait