Kesehatan

Manfaat Pilates dalam Memperbaiki Postur Tubuh dan Batasannya

Pilates merupakan olahraga yang efektif untuk meningkatkan postur tubuh, terutama bagi mereka yang sering duduk membungkuk. Namun, ada batasan dalam penerapannya yang perlu diperhatikan.

Y
Yusuf Ahmad Pratama
10 October 2026 64 pembaca
Ilustrasi pilates.(Dok. Freepik/senivpetro)
Ilustrasi pilates.(Dok. Freepik/senivpetro)

Pilates adalah bentuk latihan yang mengintegrasikan gerakan terkontrol dengan fokus pada penguatan dan keseimbangan tubuh. Selain berfungsi untuk kebugaran, Pilates sering kali diasosiasikan dengan perbaikan postur, terutama bagi individu yang terbiasa duduk dalam posisi membungkuk saat bekerja. Arinda Sapari, Head Coach Avana Pilates, menjelaskan bahwa latihan Pilates dapat membantu seseorang untuk lebih terbiasa dengan posisi tubuh yang lebih tegak dalam aktivitas sehari-hari.

“Kalau memperbaiki postur menjadi lebih baik bisa, misalnya kita biasa ngantor duduknya jadi rounding, nanti lama-lama duduknya tegak bisa,” ungkap Arinda saat diwawancarai setelah peluncuran U-Buddy di Prodia Tower, Jakarta, baru-baru ini.

Memahami Batasan Manfaat Pilates

Walaupun Pilates dapat memperkuat otot penopang tubuh dan membangun kebiasaan postur yang lebih baik, penting untuk diingat bahwa tidak semua masalah postur dapat diselesaikan hanya dengan latihan ini. Terutama ketika perubahan postur berkaitan dengan ketidakseimbangan otot atau kemungkinan gangguan pada tulang belakang, latihan perlu disesuaikan dan tidak dapat menggantikan pemeriksaan atau penanganan medis yang diperlukan.

Latihan untuk Otot Inti dan Postur Tubuh

Salah satu fokus utama dalam Pilates adalah penguatan otot inti atau core, yang berperan penting dalam menopang tubuh dan mempertahankan postur yang baik. Menurut Arinda, “Karena otot yang dilatih adalah salah satunya core yang membantu postural kita bisa lebih tegak, bisa lebih baik.” Dengan demikian, Pilates dapat membantu individu yang sering duduk membungkuk untuk melatih posisi tubuh yang lebih tegak. Namun, hasil dari latihan ini sangat bergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing individu.

Arinda juga menekankan bahwa postur tubuh yang terlihat miring tidak selalu berarti seseorang mengalami skoliosis. Pelatih Pilates dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan ketidakseimbangan otot, tetapi tidak memiliki kewenangan untuk mendiagnosis skoliosis. “Beberapa guru Pilates tuh enggak boleh mendiagnosis kamu skoliosis. Misalnya aku skoliosis nih, badannya miring, enggak bisa. Harus dibawa ke dokter,” jelasnya.

Pentingnya Konsultasi Medis

Arinda menegaskan bahwa Pilates tidak dapat menjamin bahwa tulang belakang yang mengalami skoliosis akan kembali lurus. Penanganan medis yang tepat sangat diperlukan sesuai dengan tingkat kelengkungan dan kebutuhan pasien. “Apalagi skoliosis yang sudah di atas 30 derajat itu sama sekali enggak mungkin tiba-tiba derajatnya turun atau jauh jadi lurus lagi. Enggak mungkin, karena itu sudah harus masuknya ke medis,” tambahnya.

Dia juga menyatakan bahwa dirinya tidak menangani klien dengan skoliosis di atas 25 derajat, karena kondisi tersebut memerlukan perhatian dari tenaga medis yang memiliki keahlian khusus. Oleh karena itu, Pilates sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti pemeriksaan atau penanganan medis untuk skoliosis. Bagi mereka yang ingin memperbaiki postur, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika terdapat keluhan atau dugaan adanya masalah pada tulang belakang.

Artikel Terkait