Teknologi

Lintasarta Luncurkan Solusi Bandwidth on Demand untuk Perbankan Digital

Lintasarta meluncurkan solusi Bandwidth on Demand (BWoD) guna memenuhi kebutuhan infrastruktur digital yang lebih fleksibel bagi industri perbankan. Peluncuran ini dilakukan dalam acara Lintasarta Exe...

M
Muhammad Rizki Ramadhan
16 September 2026 40 pembaca
Foto: Lintasarta
Foto: Lintasarta

Lintasarta telah memperkenalkan solusi Bandwidth on Demand (BWoD) sebagai respons terhadap kebutuhan sektor perbankan akan infrastruktur digital yang lebih adaptif. Solusi ini memberikan kemampuan kepada bank untuk menyesuaikan kapasitas bandwidth sesuai dengan kebutuhan operasional mereka.

Peluncuran BWoD dilakukan dalam acara Lintasarta Executive Dialogue yang mengusung tema 'Mastering Digital Infrastructure in the Intelligent Banking Era Through Bandwidth on Demand (BWoD)' di Jakarta pada hari Kamis, 10 September. Acara ini dihadiri oleh para pemimpin dari bank-bank nasional dan multinasional yang tergabung dalam HIMBARA, PERBANAS, dan ASBANDA, serta pejabat dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta jajaran direksi Lintasarta.

Pentingnya Infrastruktur yang Fleksibel

Armand Hermawan, President Director dan CEO Lintasarta, menyatakan bahwa digitalisasi dalam sektor perbankan tidak hanya memerlukan kapasitas besar, tetapi juga infrastruktur yang dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kebutuhan bisnis. Ia menekankan, "Infrastruktur digital tidak cukup hanya berkapasitas besar, tetapi harus mampu beradaptasi secara cepat, fleksibel, dan terukur," dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Armand, kebutuhan kapasitas perbankan dapat berubah-ubah, tergantung pada berbagai faktor seperti penutupan bulan, penutupan tahun, proses penggajian, pemulihan bencana, peluncuran aplikasi, serta situasi yang tidak terduga. Oleh karena itu, perkembangan konektivitas harus beralih dari infrastruktur yang tetap menjadi lebih adaptif.

Empat Kapabilitas Utama dalam Transformasi

Transformasi ini harus didukung oleh empat kapabilitas utama, yaitu Agile untuk merespons perubahan, Scalable untuk menyesuaikan kapasitas, Resilient untuk menjaga keandalan, dan Ready dalam menghadapi kejadian puncak, pemulihan bencana, serta tuntutan regulasi.

Dengan BWoD, setelah proses pengaturan awal, perubahan bandwidth selanjutnya dapat dilakukan secara mandiri melalui ULTIMA tanpa perlu pemesanan manual atau instalasi baru. Kapasitas dapat disesuaikan berdasarkan layanan yang telah berlangganan, dengan dukungan hingga 1.000 Mbps pada tier tertentu. Armand menambahkan, "Kami ingin memberikan agility kepada bank untuk mengelola kapasitas connectivity sesuai kebutuhan operasionalnya."

BWoD merupakan bagian dari implementasi Lintasarta Intelligent Core, yang mengintegrasikan pelanggan, Super Apps ULTIMA, Intelligent Core Engine, dan core network dalam proses yang mendukung eksekusi real-time dan pengambilan keputusan otonom. Pendekatan ini memungkinkan pengelolaan konektivitas dilakukan dengan lebih cepat dan otomatis.

Untuk tahap awal, BWoD telah tersedia di 84 kota di Pulau Jawa pada tahun 2026, dengan rencana pengembangan cakupan secara bertahap menuju jangkauan nasional. Inovasi ini menegaskan komitmen Lintasarta sebagai mitra infrastruktur digital perbankan dengan konektivitas yang lebih adaptif terhadap kebutuhan bisnis.

Sophia Isabella Wattimena, anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022-2026, menekankan pentingnya penguatan infrastruktur teknologi dalam mendukung transformasi digital di sektor perbankan. Ia menyatakan, "Transformasi digital perbankan perlu berjalan seiring dengan penguatan kapabilitas infrastruktur teknologi. Keandalan, keamanan, manajemen risiko, serta kemampuan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan industri menjadi semakin penting."

Artikel Terkait