Teknologi

Lima Risiko Mengancam Jika Penggunaan Media Sosial Anak Tidak Dibatasi

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan lima risiko serius yang dapat timbul jika penggunaan internet oleh anak tidak diatur. Masalah kesehatan fisik dan mental dapat terjadi akibat pengguna...

A
Ahmad Fauzan
09 October 2026 48 pembaca
Perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Bernie Endyarni Medise, SpA, Subsp.TKPS, MPH, menyebut lima bahaya apabila regulasi untuk menjaga anak dari internet terabaikan. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET
Perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Bernie Endyarni Medise, SpA, Subsp.TKPS, MPH, menyebut lima bahaya apabila regulasi untuk menjaga anak dari internet terabaikan. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Jakarta - Perwakilan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan lima risiko yang mengintai anak-anak jika tidak ada regulasi untuk melindungi mereka dari dampak negatif internet. Kesehatan fisik dan mental anak bisa terpengaruh jika penggunaan internet tidak dikelola dengan baik demi keamanan mereka. Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, SpA, Subsp.TKPS, MPH, memberikan penjelasan dalam konferensi pers mengenai implementasi PP Tunas pada Rabu (7/10/2026).

Dampak Screen Time Berlebih

Menurut Dr. Bernie, ketika anak-anak menghabiskan waktu di depan layar tanpa batasan, mereka sering kali tidak menyadari kapan harus berhenti. "Bahayanya apa? Kalau kita lihat dari sisi pertumbuhan tentunya ini bisa menyebabkan gangguan pada proses tubuhnya sendiri. Kalau kebanyakan ada sedentary life, akhirnya yang disebut dengan obesitas, auto overweight ujung-ujungnya hipertensi, diabetes dan lain sebagainya," ujarnya di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta Pusat.

Risiko Terhadap Perkembangan Anak

Ia juga menambahkan bahwa ancaman kedua yang perlu diperhatikan adalah dampak pada perkembangan anak. Di usia yang seharusnya mereka belajar tentang keluarga dan berinteraksi, waktu mereka justru terbuang untuk screen time yang bersifat satu arah. Konten yang mereka konsumsi pun belum tentu benar, yang berpotensi membahayakan. Anak-anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar dapat mengalami masalah dalam perkembangan bahasa, sosial, dan emosional.

Adiksi dan Cyberbullying

Ancaman ketiga adalah adiksi yang disebabkan oleh screen time. "Ini yang disebut dengan dopamine neurotransmitter, dopaminnya yang keluar ini menyebabkan adiksi. Dia ingin melakukannya, melakukannya lagi, dan sulit pada anak-anak (untuk berhenti)," jelasnya. Isu keempat yang juga mengkhawatirkan adalah cyberbullying. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan penggunaan kata-kata yang tidak tepat, yang berujung pada penyerangan terhadap anak lain.

Dampak pada Kesehatan Mental

Terakhir, Dr. Bernie menekankan bahwa cyberbullying dapat berdampak pada kesehatan mental anak. "Mungkin lima hal ini yang saya rasa paling penting sehingga kami dari IDAI dan FKUI (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) sangat-sangat apresiasi dengan apa yang sudah dilakukan oleh Komdigi," tutupnya.

Artikel Terkait