Lifestyle

Kunjungan ke Museum dan Bioskop Dapat Memperpanjang Usia

Aktivitas seperti menonton film di bioskop dan mengunjungi museum tidak hanya menyenangkan, tetapi juga dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan, termasuk memperlambat proses penuaan.

A
Aisyah Nur Hidayah
07 August 2026 83 pembaca
Kunjungan ke Museum dan Bioskop Dapat Memperpanjang Usia
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Ketika jam menunjukkan pukul lima sore pada hari Jumat, banyak orang merasakan bahwa akhir pekan telah tiba. Setelah menjalani pekan yang padat, waktu ini sering dimanfaatkan untuk beragam aktivitas menyenangkan, seperti menonton film terbaru di bioskop, menjelajahi pameran di museum, atau menikmati pertunjukan teater. Selama ini, kegiatan-kegiatan ini dianggap sebagai sarana hiburan untuk melepas stres. Namun, penelitian terbaru dari BMJ Group menunjukkan bahwa aktivitas budaya ini memiliki manfaat kesehatan yang lebih dalam.

Kaitan Antara Kegiatan Budaya dan Kesehatan

Menurut laporan yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health pada 14 Juli 2026, kegiatan seni dan budaya dapat berkontribusi pada perlambatan penuaan fisiologis. Penelitian ini melibatkan 1.899 orang dewasa berusia 50 tahun ke atas yang merupakan bagian dari studi English Longitudinal Study of Ageing. Hasilnya menunjukkan bahwa partisipan yang rutin mengunjungi teater atau museum memiliki usia fisiologis rata-rata 66,9 tahun, yang lebih muda dibandingkan dengan mereka yang kurang aktif dalam kegiatan budaya dengan usia fisiologis mencapai 69,9 tahun.

Pola Demografis dan Keterlibatan Budaya

Studi ini juga mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam acara seni menunjukkan pola demografis tertentu. Misalnya, perempuan cenderung lebih aktif dalam menikmati kegiatan budaya dibandingkan laki-laki. Selain itu, individu dengan status sosial ekonomi yang lebih baik dan kesehatan yang prima lebih sering mengunjungi tempat-tempat budaya. Peneliti menemukan bahwa setiap peningkatan satu poin pada skor keterlibatan budaya berhubungan dengan pengurangan usia fisiologis sekitar satu bulan.

Aktivitas budaya tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga berkontribusi pada koneksi sosial yang kuat, kebiasaan hidup sehat, dan peningkatan kesehatan mental. Semua faktor ini berperan dalam memperlambat penuaan fisiologis. Namun, para ilmuwan mengingatkan bahwa hasil penelitian ini tidak serta merta menunjukkan hubungan sebab-akibat yang pasti, karena individu yang lebih sehat mungkin memiliki lebih banyak energi untuk terlibat dalam kegiatan budaya.

Walaupun belum ada kesimpulan yang pasti mengenai kausalitas, para peneliti sepakat bahwa menjaga rutinitas budaya dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Menariknya, dampak dari kebiasaan rekreasi ini dapat bersaing dengan manfaat dari aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur.

Dengan demikian, baik menonton pertunjukan seni maupun berolahraga di pusat kebugaran sama-sama memiliki nilai penting. Keduanya layak dipertimbangkan sebagai bagian dari rutinitas untuk menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Artikel Terkait