JAKARTA - Menjadi atlet profesional di dunia balap mobil membutuhkan stamina fisik yang optimal serta kejernihan mental. Di balik suara mesin yang menggugah semangat dan persaingan yang ketat, rutinitas di luar lintasan sangat berpengaruh terhadap performa di sirkuit. Kebugaran tidak bisa dicapai secara instan menjelang hari perlombaan, dan hal ini dipahami betul oleh Amna Al Qubaisi, pembalap perempuan dari Uni Emirat Arab yang saat ini berkompetisi di Porsche Carrera Cup Asia 2026.
Di tengah jadwal kompetisi yang padat, Amna, yang mewakili tim Red Bull, membagikan pendekatan pribadinya terhadap gaya hidup sehat yang mudah diterapkan dan tidak menyiksa. "Saya pikir bagian terpenting dari menjadi bugar dan sehat adalah apa yang kamu makan," ungkap Amna saat mengunjungi Wardah Lip Paddock di The Crystal, Senayan City, Jakarta.
Kedisiplinan Gaya Hidup dan Asupan Nutrisi
Amna, yang mencatatkan sejarah sebagai wanita Arab pertama yang memenangkan Formula 4 UAE pada tahun 2019, membutuhkan daya tahan tubuh yang sangat baik. Ia juga menjadi pionir perempuan Timur Tengah dalam program tes resmi Formula E di Diriyah. Menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem dan tekanan gravitasi dalam mobil balap menuntut asupan nutrisi yang tepat. Menariknya, Amna tidak menerapkan diet yang terlalu ketat. "Saya tidak pernah mencoba membatasi diri saya dari jumlah tertentu, tetapi selalu mencoba makan makanan sehat dan organik," jelasnya.
Ia juga sangat memperhatikan asupan cairan untuk mencegah dehidrasi, mengombinasikan pola makan sehat dengan aktivitas fisik yang teratur di luar balapan. "Sangat penting untuk tetap terhidrasi. Dari waktu ke waktu, pertahankan gaya hidup aktif. Jadi, pergilah jalan-jalan, pergilah berlari. Saya berlatih dua jam sehari untuk tetap bugar dan sehat demi balapan saya dan daya tahan saya," tambahnya.
Manajemen Tidur dan Pemulihan Diri
Jadwal yang padat, termasuk perjalanan lintas negara dan sesi latihan yang ketat, sering kali mengganggu waktu istirahat para pembalap. Namun, Amna memiliki prinsip yang jelas mengenai pentingnya tidur malam untuk menjaga fokus dan refleks. Bagi Amna, yang berhasil meraih dua kemenangan di musim debut F1 Academy, kurang tidur adalah masalah yang serius. "Dengan gaya hidup yang sibuk, jika saya memiliki kurang dari delapan jam tidur, saya akan memotong sedikit waktu di siang hari saya untuk tidur siang," ujarnya.
Amna menganggap langkah sederhana ini sebagai strategi pemulihan yang sangat membantu kewaspadaannya saat mengemudikan mobil dalam kompetisi internasional. "Saya mencoba untuk memulihkan waktu tidur delapan jam tersebut," tambahnya.
Setelah melewati hari-hari yang penuh ketegangan dalam kompetisi, Amna memiliki rutinitas untuk mengurangi stres. Ia tidak merayakan dengan cara yang menguras energi, tetapi lebih memilih untuk menikmati waktu sendiri. "Setelah saya menyelesaikan akhir pekan balapan, saya biasanya hanya duduk dan menyalakan beberapa musik. Saya memakan camilan favorit saya dan bersantai," tuturnya. Momen relaksasi ini diakhiri dengan istirahat yang cukup untuk memulihkan tenaga dan regenerasi sel-sel tubuh yang terkuras selama balapan.