Kesehatan

Koleksi Terbaru Taza Terinspirasi dari Proses Pertumbuhan Tomat Ceri

Koleksi modest wear terbaru dari Taza, yang diberi nama 26° Rhapsody, terinspirasi oleh proses pertumbuhan tomat ceri, mengingatkan kita akan pentingnya waktu dan perawatan dalam setiap langkah.

A
Angelica Putri Wijaya
18 September 2026 43 pembaca
Koleksi Taza dengan Tema Tomat Ceri di Barnyard, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026). (Dok. Taza)
Koleksi Taza dengan Tema Tomat Ceri di Barnyard, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026). (Dok. Taza)

Setiap tanaman memiliki siklus pertumbuhan yang unik, mulai dari benih hingga berbuah. Proses ini menjadi sumber inspirasi bagi Taza dalam meluncurkan koleksi modest wear terbarunya melalui kampanye bertajuk 26° Rhapsody. Taza menekankan bahwa pertumbuhan tidak selalu harus cepat, melainkan memerlukan waktu dan perhatian yang tepat.

Inspirasi dari Tomat Ceri

Co-Founder Taza, Afina Maharani, menjelaskan bahwa ide di balik 26° Rhapsody berasal dari perjalanan pertumbuhan tanaman, khususnya tomat ceri. Tanaman ini dipilih karena tahapan pertumbuhannya dapat mencerminkan proses perkembangan individu. "Jadi memang inspirasinya dari tanaman, terutama tanaman cherry tomato. Dari dia masih bibit, kemudian sprout, kemudian berbunga, sampai akhirnya menjadi buah," ungkap Afina saat acara media di Barnyard, Jakarta Selatan.

Afina menambahkan bahwa setiap tahap pertumbuhan memerlukan waktu sebelum mencapai hasil yang diinginkan. "Jadi kita belajar dari proses bertumbuhnya tanaman itu sendiri. Jadi setiap proses itu membutuhkan waktu dan setiap orang juga punya timing-nya masing-masing," katanya. Pesan ini diharapkan dapat mengingatkan orang untuk tidak terburu-buru dalam menjalani proses hidup mereka.

Warna dan Variasi dalam Koleksi

Tomat ceri juga dipilih karena variasi warna dan jenisnya yang beragam, mulai dari hijau, merah, hingga kuning. Perbedaan ini menjadi simbol bahwa pertumbuhan setiap orang tidak selalu menghasilkan bentuk yang sama. "Kenapa kita pilih cherry tomato juga karena dia itu kan ada beberapa jenis dan warnanya juga beda-beda. Ada yang merah, ada yang kuning, ada yang hijau," jelas Afina.

Warna-warna tersebut dihubungkan dengan perjalanan hidup manusia yang memiliki proses dan hasil yang berbeda. "Jadi kita juga melihat setiap orang itu punya proses yang berbeda-beda, hasilnya juga berbeda-beda. Jadi enggak harus sama," tambahnya. Dalam koleksi 26° Rhapsody, konsep ini diwujudkan melalui pilihan warna cerah dan segar yang mencerminkan suasana musim panas. Koleksi ini terdiri dari 16 item, termasuk abaya, tunik, one set, serta khimar dengan berbagai material seperti Nubuck, cotton, lyocell, linen, dan rayon.

Filosofi pertumbuhan juga diterapkan dalam pilihan busana yang dapat digunakan pada berbagai tahap. Salah satunya adalah tunik, yang ditujukan bagi perempuan yang ingin mulai mengenakan busana modest tetapi belum siap untuk menggunakan abaya. Afina menjelaskan, "Kalau misalnya belum siap untuk langsung pakai abaya, mungkin bisa mulai dari tunik dulu. Jadi kita juga belajar dari proses bertumbuh itu sendiri."

Bagi Taza, gagasan ini merupakan bagian dari pesan kampanye 26° Rhapsody bahwa proses tidak perlu dilakukan dengan terburu-buru. "Tidak cuma kita mengeluarkan koleksi-koleksi baru saja, tapi juga semakin dekat kembali dengan alam. Terutama lewat proses bertumbuh itu, kita belajar lagi dari proses bertumbuhnya tanaman, terutama tanaman tomat," tutup Afina.

Artikel Terkait