Keindahan meteor dapat diinterpretasikan dan diabadikan dalam bentuk perhiasan serta batu mulia. Merek perhiasan Mondial, bekerja sama dengan Nicholas Saputra, berusaha mengekspresikan karakter api yang berkobar di luar angkasa melalui permainan warna, tekstur, dan siluet. Nicholas, yang menjabat sebagai Brand Ambassador dan Creative Director Mondial Precious, membagi inspirasi koleksi ini menjadi tiga elemen utama: meteor, lava, dan nyala api. Ketiga elemen ini dipilih karena masing-masing menunjukkan karakter api dalam bentuk yang berbeda.
"Ada tiga tema. Sesuatu yang ada di atas, sesuatu yang ada di dekat dengan kita, dan sesuatu yang ada di dalam bumi. Tiga-tiganya api, tiga-tiganya punya kekuatan, dan warnanya bisa berbagai macam," ungkap Nicholas saat peluncuran koleksi Mondial Precious x Nicholas Saputra: Fire Collection di Bimasena, The Dharmawangsa pada Sabtu (25/07). Koleksi ini merupakan kelanjutan dari eksplorasi filosofi api yang pertama kali diperkenalkan pada Februari 2025, di mana inspirasi meteor diubah menjadi bentuk yang lebih tegas dan dramatis.
Detail Desain yang Menarik
Leslie Christian Saputra, General Manager Mondial sekaligus gemolog GIA-graduate, menjelaskan bahwa beberapa detail perhiasan dirancang menyerupai permukaan meteor yang meleleh. "Bahkan brosnya kami buat benar-benar seperti lelehan," tutur Leslie. Koleksi terbaru ini tidak hanya menghadirkan kalung dan cincin tradisional, tetapi juga mengeksplorasi bentuk multi-finger ring yang dapat dikenakan di dua jari sekaligus serta bros dengan siluet yang ekspresif.
Permainan warna menjadi tantangan terbesar dalam koleksi ini. Semua karya menggunakan emas 18 karat yang dipadukan dengan berbagai jenis batu mulia seperti ruby, blue sapphire, orange sapphire, dan yellow sapphire, disusun sedemikian rupa agar menyerupai nyala api. Menurut Leslie, menyusun gradasi batu mulia lebih rumit dibandingkan dengan berlian karena setiap batu memiliki karakter warna yang berbeda. Tim harus menyelaraskan tone, saturasi, dan intensitas setiap batu agar transisi warna terlihat alami.
Keterampilan dan Ketelitian dalam Pengerjaan
Leslie menjelaskan, "Itu semuanya blue sapphire, tetapi beda-beda tone. Ada yang paling terang sampai yang paling gelap." Nicholas juga menambahkan bahwa proses menentukan gradasi warna tersebut memerlukan diskusi yang cukup panjang. "Menciptakan transisi warna yang terasa natural bukanlah sesuatu yang sederhana. Setiap batu memiliki karakter yang berbeda, sehingga dibutuhkan ketelitian dan craftsmanship yang luar biasa untuk menemukan, memilih, lalu merangkainya menjadi sebuah komposisi yang harmonis. Justru proses inilah yang menurut saya membuat setiap karya memiliki nilai artistik sekaligus emosional yang begitu kuat," jelas Nicholas.
Leslie juga menekankan pentingnya ketelitian dalam proses penyelesaian setiap perhiasan, karena banyak elemen yang dibentuk menyerupai logam yang meleleh. Kesalahan kecil dalam pengerjaan dapat mengubah bentuk desain atau bahkan merusak material emas yang digunakan. "Proses penyelesaian itu yang bikin kita sebenarnya tertantang. Karena, salah-salah sedikit, dia patah. Salah-salah sedikit, dia korosi si emasnya. Salah-salah sedikit, bentuk lelehannya tidak jadi," pungkas Leslie.
Seluruh proses ini mencerminkan pandangan Mondial terhadap perhiasan sebagai medium artistik yang menyatukan filosofi, desain, dan keahlian para perajin. Melalui koleksi Mondial Precious Fire, publik diharapkan dapat memperluas interpretasi mengenai energi api. "Api sebagai simbol ambisi, desire, dan passion, yang terus berkembang dan melahirkan berbagai bentuk keindahan baru. Setiap koleksi menjadi refleksi bagaimana kreativitas terus bergerak tanpa batas, sebagaimana api yang selalu menyebarkan energinya," kata Leslie.