Teknologi

Kinerja XLSmart Pasca Merger: Pendapatan Meningkat dan Jaringan Terintegrasi 96%

XLSmart, hasil penggabungan XL, Smartfren, dan Axis, menunjukkan peningkatan pendapatan dan kemajuan integrasi jaringan yang signifikan. Proses merger ini telah mencapai 96% dalam integrasi jaringan.

M
Mikayla Rahmadani
18 October 2026 58 pembaca
Menurut pemaparan Direktur & Chief Regulatory Office XLSmart Merza Fachys, semester satu penggabungan antara XL dengan perusahaan Smartfren dan Axis ini menghasilkan pencapaian yang luar biasa. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET
Menurut pemaparan Direktur & Chief Regulatory Office XLSmart Merza Fachys, semester satu penggabungan antara XL dengan perusahaan Smartfren dan Axis ini menghasilkan pencapaian yang luar biasa. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

XLSmart resmi melakukan merger pada 17 April 2025. Dalam pemaparan yang disampaikan oleh Direktur & Chief Regulatory Office XLSmart, Merza Fachys, pencapaian luar biasa telah diraih pada semester pertama penggabungan antara XL, Smartfren, dan Axis. "Gambaran pencapaian semester pertama merger, revenue naik, Ebitda (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) naik," ungkap Merza saat acara Media Update Jaringan XLSmart Ultra 5G+ di Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (15/10/2026).

Proses Integrasi Jaringan

Merza menjelaskan bahwa integrasi jaringan telah mencapai 96%, dengan beberapa daerah tertentu yang masih dalam proses penyelesaian. "Apapun yang berhubungan secara jaringan dan layanan masyarakat, sudah menjadi satu kesatuan," tambahnya. Ia menegaskan bahwa tidak ada lagi dua jaringan yang terpisah, hanya tersisa beberapa masalah internal yang diharapkan dapat diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan. Dengan sumber daya manusia yang telah bergabung dalam satu organisasi, semua anggota memiliki fungsi yang jelas sesuai bidangnya dan bekerja menuju satu tujuan, yaitu XLSmart.

"Hampir semuanya selesai semua. Bahkan lebih cepat dari target karena target kita itu diminta semuanya selesai di akhir tahun ini. Tapi bahkan beberapa hal sudah selesai dari awal tahun, bahkan pertama tahun kemarin," tegas lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.

Tantangan dan Pencapaian

Dalam kesempatan yang sama, Direktur & Chief Technology Officer XLSmart, Shurish Subbramaniam, juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam menyatukan perusahaan-perusahaan dengan latar belakang yang berbeda. "Bagaimana ini semua kita dapat, semua ini (kenaikan revenue dan lainnya)? Kalau Bapak tahu, ini tidak semudah ini, karena legacy Smartfren beda dengan legacy XL. Waktu digabung, dua spektrum yang berbeda, setiap tahun harus direnovasi," ujarnya.

Renovasi ini bertujuan untuk menyelaraskan kedua perusahaan agar memiliki jaringan yang lebih kuat dan andal. Proses ini tidak mudah, karena dapat mengganggu pengalaman pelanggan. "Itu tidak dapat kita hindari tapi bagaimana kami melakukannya? Dan tetap kami mampu meraih yang terbaik. Itulah kita harus memberikan tepuk tangan meriah untuk pekerja XLSmart yang dapat mewujudkan ini semua," puji Shurish.

XLSmart kini telah menjangkau 70 kota di Indonesia dengan jaringan 5G yang terus diperluas secara bertahap. Pelanggan dapat memanfaatkan konektivitas 5G untuk berbagai aktivitas, mulai dari streaming, video conference, mobile gaming, hingga membuat dan mengunggah konten digital. Pengalaman penggunaan 5G ini dipengaruhi oleh perangkat, lokasi, kondisi jaringan, serta ketentuan masing-masing paket.

Kualitas jaringan XL juga terbukti dari hasil pengukuran independen Ookla Speedtest Intelligence, di mana median kecepatan unduh 5G XL meningkat dari 41,08 Mbps pada semester pertama 2025 menjadi 149,08 Mbps pada semester pertama 2026, atau tumbuh sekitar 263% dalam satu tahun. Selain itu, XL juga berhasil meraih empat penghargaan Ookla Speedtest Awards pada semester pertama 2026, termasuk Best Mobile Network, Best 5G Network, Fastest 5G, dan Best 5G Video Experience.

Artikel Terkait