Waktu yang dihabiskan bersama cucu ternyata tidak hanya mendatangkan kebahagiaan bagi para lansia, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan mereka. Keterlibatan dalam kehidupan cucu membantu lansia tetap aktif, memiliki hubungan sosial yang baik, serta merasa dibutuhkan oleh orang-orang di sekitarnya.
Studi Menunjukkan Manfaat Kesehatan
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2016 oleh Canadian Affairs menunjukkan bahwa lansia yang terlibat dalam pengasuhan cucu memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak terlibat. Penelitian ini menggunakan data dari Berlin Aging Study yang mengikuti lebih dari 500 lansia selama sekitar 18 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa lansia yang membantu merawat cucu memiliki risiko kematian 37 persen lebih rendah selama periode penelitian.
Namun, manfaat tersebut tidak berarti bahwa lansia harus menjadi pengasuh utama cucu untuk merasakan dampak positif. Dr. Samir Sinha, direktur penelitian kebijakan kesehatan di National Institute on Ageing, Toronto Metropolitan University, menjelaskan bahwa hubungan sosial yang bermakna dapat melindungi lansia dari isolasi sosial dan kesepian. “Kita tahu bahwa sebenarnya memiliki dan mempertahankan hubungan sosial yang bermakna melindungi kita dari masalah seperti isolasi sosial dan kesepian seiring bertambahnya usia, dan bahkan dapat memperpanjang harapan hidup kita,” ucap Sinha.
Rasa Tujuan dan Keterikatan
Keterlibatan dengan cucu juga memberikan rasa memiliki tujuan yang penting. Dengan membantu anak atau cucu, lansia merasa bahwa pengalaman, waktu, dan perhatian mereka masih dibutuhkan oleh generasi berikutnya. Sinha menambahkan bahwa hubungan dengan anggota keluarga dapat memberikan rasa keterikatan yang lebih kuat, karena lansia memiliki kepentingan terhadap masa depan generasi penerus. Interaksi antar generasi memungkinkan kedua belah pihak untuk saling belajar, di mana anak-anak dapat memperkenalkan teknologi baru kepada lansia, sementara kakek-nenek dapat membagikan pengalaman hidup mereka.
Menurut Sinha, hubungan seperti ini berpotensi mendukung umur panjang dan mengurangi risiko masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Manfaat tersebut tidak selalu bergantung pada jarak tempat tinggal, karena orang tua atau kakek-nenek yang tinggal jauh dari cucu tetap dapat menjaga kedekatan melalui komunikasi rutin, termasuk panggilan video. Sinha memberikan contoh orangtuanya yang rutin melakukan panggilan Zoom dengan cucu-cucu mereka. “Mereka sangat menghargai bahwa mereka masih memiliki kesempatan untuk terhubung, untuk terlibat,” kata Sinha.
Manfaat bagi Lansia Tanpa Cucu
Menariknya, manfaat hubungan antar generasi tidak hanya dirasakan oleh lansia yang memiliki cucu. Penelitian yang sama menunjukkan bahwa lansia tanpa anak yang memberikan dukungan emosional kepada orang lain juga merasakan manfaat kesehatan. Ini menunjukkan bahwa kesempatan untuk membantu, terhubung, dan merasa dibutuhkan tetap dapat dibangun meskipun seseorang tidak memiliki keluarga dekat. Hal ini menjadi semakin relevan seiring dengan menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya jumlah lansia yang tidak memiliki keluarga dekat.
MacKenzie, direktur eksekutif i2i Intergenerational Society, menyatakan bahwa hubungan antar generasi dapat dibangun melalui berbagai aktivitas sederhana di lingkungan sekitar. “Manfaatnya sangat besar, sungguh sangat besar, antara orang muda dan orang tua, dan sama sekali tidak masalah apakah mereka cucu dan kakek-nenek satu sama lain,” jelas MacKenzie. Dia memberikan contoh kegiatan yang mempertemukan penghuni panti jompo dengan anak-anak sekolah melalui permainan papan dan aktivitas bersama.
Contoh lainnya adalah mengajak anak-anak untuk bergabung dalam kegiatan berkebun yang dilakukan oleh para lansia. Menurutnya, hubungan bermakna tidak selalu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terbentuk. “Jika Anda seorang lansia yang memiliki klub berkebun, mengapa tidak mengundang beberapa anak TK atau prasekolah untuk datang dan menonton Anda serta membantu Anda mencabut gulma atau membantu Anda menanam umbi,” ujar MacKenzie. Aktivitas sederhana seperti ini dapat menjadi cara bagi lansia untuk tetap aktif sekaligus memperluas lingkaran sosial mereka.
Interaksi dengan orang yang lebih tua juga membantu anak-anak memahami bahwa proses menua adalah bagian alami dari kehidupan. Pada akhirnya, menjadi kakek-nenek yang aktif bukan hanya tentang membantu orangtua mengurus anak. Keterlibatan ini memberikan ruang bagi lansia untuk tetap bergerak, berbagi pengalaman, membangun kedekatan, dan merasakan bahwa keberadaan mereka masih berarti bagi orang lain.