Keramas mungkin tampak seperti aktivitas yang sederhana, tetapi banyak orang tidak menyadari bahwa mereka melakukan kesalahan saat melakukannya. Kebiasaan yang salah ini dapat memengaruhi kesehatan kulit kepala dan mengurangi kilau alami rambut. Tidak ada aturan baku mengenai seberapa sering seseorang harus keramas; yang terpenting adalah jenis kulit kepala, bukan tekstur rambut. Jika kulit kepala tidak cepat berminyak, keramas dapat dilakukan setiap beberapa hari dan disarankan untuk menggunakan eksfoliator yang mengandung asam salisilat.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Keramas
Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan saat keramas:
1. Percaya Mitos Menunda Keramas: Banyak orang percaya bahwa jarang keramas dapat membuat rambut tidak mudah berminyak. Namun, produksi minyak dikendalikan oleh kelenjar dan hormon, bukan oleh frekuensi keramas. Menunda keramas justru dapat menyebabkan penumpukan kotoran, yang membuat rambut terasa lebih lepek. Jika ingin menunda keramas, disarankan untuk menggunakan eksfoliator berbahan asam salisilat. "Kamu harus menganggap setiap sesi keramas sebagai detoksifikasi mendalam dengan gosokan yang tepat agar kulit kepala kembali bersih maksimal," kata Shab Caspara, seorang trikolog dan pendiri Caspara Studio di New York City.
2. Melewatkan Perawatan Pra-Keramas: Mengabaikan langkah persiapan sebelum keramas adalah kesalahan lain. Menggunakan minyak atau pelembap pada rambut kering sebelum keramas dapat membantu melonggarkan kotoran yang menempel. "Mengoleskannya pada rambut kering memungkinkan bahan-bahan tersebut menyerap lebih efektif," jelas Shab. Setelah mengoleskan, pijat lembut kepala untuk merangsang sirkulasi darah, yang mendukung pertumbuhan rambut.
3. Menggunakan Air Panas: Suhu air saat keramas sering kali diabaikan. Keramas dengan air panas dapat mengeringkan rambut dan memudarkan warna, sedangkan air dingin kurang efektif dalam membersihkan. Air suam-suam kuku adalah pilihan terbaik.
4. Fokus Mengoleskan Sampo pada Ujung Rambut: Sampo seharusnya digunakan untuk membersihkan kulit kepala dari minyak dan keringat, bukan hanya pada bagian bawah rambut. Gosokkan sampo di tangan hingga berbusa sebelum mengaplikasikannya ke kulit kepala. Hindari menggosok ujung rambut secara kasar, kecuali jika menggunakan produk penataan rambut yang berat, yang memerlukan dua kali keramas. "Pencucian pertama berfungsi mengurai kotoran, dan pencucian kedua baru benar-benar membersihkan," ungkap Kadi Lee, seorang pewarna rambut selebritas.
5. Terburu-buru Saat Membilas Busa: Proses pembilasan sama pentingnya dengan tahap awal keramas. Sisa sampo yang tertinggal dapat menyebabkan iritasi dan kekusaman. "Saya suka menganggapnya sebagai 'bilasan busa air'. Kamu meratakan air ke seluruh rambut sama seperti saat memakai sampo," kata Vanessa Ocando, trikolog dan pendiri Bessa Beauty di New York City.
6. Mengoleskan Kondisioner di Area Akar Rambut: Mengaplikasikan kondisioner dekat akar rambut dapat membuatnya cepat lepek. Sebaiknya, kondisioner diaplikasikan dari bagian tengah hingga ujung rambut. Peras sisa air sebelum mengaplikasikan agar formula menyerap dengan baik.
7. Menggosok Rambut Basah dengan Kasar: Hindari mengeringkan rambut dengan cara menggosok kasar menggunakan handuk. Sebaiknya, tepuk lembut rambut dengan handuk mikrofiber dan sisir perlahan dari bagian ujung.
8. Mengabaikan Perlindungan Sinar Matahari: Rambut juga memerlukan perlindungan dari sinar matahari. "Sinar UV dapat merusak kutikula rambut, menyebabkan rambut kering, rapuh, kehilangan kilau, dan memudarkan warna," ungkap Shab Caspara.
9. Mengandalkan Dry Shampoo Sepenuhnya: Jika sering menggunakan dry shampoo, jangan jadikan produk ini sebagai pengganti keramas. Pastikan untuk tetap menggunakan sampo detoksifikasi secara berkala agar kulit kepala tetap sehat dan bebas dari tumpukan produk.
Dengan memahami dan menghindari kesalahan-kesalahan ini, kamu dapat menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala dengan lebih baik.