Teknologi

Kekhawatiran Terhadap Investasi AI Memicu Penurunan Saham Teknologi

Saham-saham perusahaan teknologi mengalami penurunan signifikan dalam dua hari terakhir, dipicu oleh kekhawatiran atas investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan. Beberapa raksasa teknologi s...

M
Maria Gabriella
02 November 2026 3 pembaca
Demam AI Mulai Makan Korban, Saham Raksasa Teknologi Berguguran. Foto: ABC Australia
Demam AI Mulai Makan Korban, Saham Raksasa Teknologi Berguguran. Foto: ABC Australia

Jakarta - Dalam dua hari terakhir, saham-saham dari sektor teknologi mengalami penurunan yang tajam, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran mengenai investasi yang mencapai ratusan miliar dolar yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Pada hari Jumat waktu setempat, saham Intel merosot hingga 28%, sementara saham induk Google, Alphabet, turun 1,4% setelah mengalami penurunan yang lebih besar sebesar 12% pada hari Kamis. Saham perusahaan teknologi lainnya, termasuk Reddit dan Amazon, juga mengalami penurunan. Indeks Nasdaq, yang terdiri dari perusahaan teknologi terbesar di Amerika Serikat, menutup bulan Oktober dengan catatan penurunan bulanan terburuk sejak Maret 2025.

Meskipun perusahaan-perusahaan teknologi mengeluarkan dana yang sangat besar untuk pengembangan AI, pendapatan yang dihasilkan tidak selalu memenuhi harapan para analis. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor dan memunculkan ketakutan akan adanya gelembung (bubble) di sektor AI. Raksasa teknologi seperti Meta, Alphabet, Oracle, Amazon, dan Microsoft telah berkomitmen untuk menghabiskan total sekitar USD 800 miliar pada tahun 2026 untuk investasi di bidang ini.

Penurunan Nilai Pasar Saham

Nilai pasar saham Alphabet mengalami penurunan drastis pada hari Kamis, mengurangi lebih dari USD 500 miliar dari valuasinya setelah mengungkapkan bahwa ringkasan AI yang kini menjadi jawaban utama dalam pencarian mulai berdampak pada pendapatan iklan. Selain itu, Alphabet memperkirakan akan mengeluarkan hingga USD 205 miliar tahun ini untuk investasi, yang hampir seluruhnya berkaitan dengan AI. Jika dijumlahkan, total pengeluaran untuk AI oleh para raksasa teknologi diperkirakan mencapai sekitar USD 1 triliun.

Perusahaan teknologi lain yang mengalami penurunan adalah Intel, yang kehilangan nilai lebih dari USD 130 miliar. Meskipun permintaan komputer menurun, Intel tetap berencana untuk meningkatkan pengeluaran di sektor AI, sementara komputer merupakan sumber utama permintaan mikroprosesornya. Amazon juga mencatatkan pengeluaran yang lebih besar daripada pendapatannya, dengan pengeluaran meningkat enam kali lipat dalam tiga bulan terakhir. Amazon berkomitmen untuk mengeluarkan USD 220 miliar tahun ini untuk pusat data AI, peralatan jaringan, dan server.

Kekhawatiran Investor dan Gelembung AI

Saham Reddit mengalami penurunan sebesar 29% setelah melaporkan angka pengguna harian yang lebih rendah dari yang diperkirakan dan memperingatkan bahwa pencarian Google yang semakin didorong oleh AI mulai merugikan lalu lintas referral. Saham Roblox juga turun 18% seiring dengan menurunnya jumlah pengguna aktif harian.

Banyak analis memperdebatkan kemungkinan terjadinya gelembung di pasar saham terkait AI. Kekhawatiran muncul bahwa beberapa perusahaan teknologi mungkin tidak dapat membenarkan valuasi yang sangat tinggi, karena biaya pembangunan pusat data AI dan pengembangan perangkat lunak mungkin melebihi potensi pendapatan yang dapat dihasilkan. Kathleen Brookes, direktur riset di perusahaan perdagangan XTB, menyatakan bahwa ada banyak fluktuasi dalam perdagangan AI dalam beberapa bulan terakhir. "Investor jadi tanpa ampun, menghukum tiap tanda kekecewaan dalam pendapatan. Perdagangan AI telah mengalami masa yang baik beberapa tahun terakhir, tapi sekarang investor menginginkan hasil, dan perusahaan seperti Alphabet dan Intel menjadi sasarannya," ujarnya.

Walaupun Nasdaq ditutup 2,8% lebih rendah, nilai pasar saham untuk banyak perusahaan ini tetap jauh di atas posisi mereka setahun lalu. Meskipun mengalami penurunan, indeks tersebut masih mencatatkan kenaikan sebesar 7,8% dalam setahun terakhir. Demikian pula, saham Amazon naik hampir 8% selama 12 bulan terakhir, sementara saham Alphabet justru mengalami penurunan sebesar 1,3%.

Artikel Terkait